Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan operasi militer terhadap Iran. Melalui serangkaian pesan video dan wawancara, Trump menegaskan operasi ini dilakukan demi keamanan jangka panjang Amerika Serikat, sembari mempersiapkan publik atas kemungkinan bertambahnya korban jiwa.
"Sedihnya, kemungkinan akan ada lebih banyak (korban) sebelum ini berakhir," ujar Trump dalam pesan video yang diunggah di platform Truth Social, menanggapi tewasnya tiga tentara AS dalam operasi tersebut.
Berbicara dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Trump bersumpah akan melakukan pembalasan yang setimpal. "Amerika akan membalas kematian mereka dan memberikan pukulan paling menghukum kepada teroris yang telah mengobarkan perang terhadap, pada dasarnya, peradaban," tegasnya.
Sejauh ini, Trump belum menyampaikan pidato langsung secara nasional sejak perang dimulai pada hari Sabtu (1/3/2026). Namun, ia aktif memberikan pembaruan melalui media sosial dan wawancara telepon. Kepada surat kabar Inggris Daily Mail, Trump memperkirakan durasi konflik ini tidak akan memakan waktu lama.
"Ini selalu menjadi proses empat minggu. Kami memperkirakan ini akan memakan waktu sekitar empat minggu," ungkap Trump mengenai durasi perang tersebut.
Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump mengklaim keberhasilan besar di awal operasi. "Tidak ada yang bisa mempercayai kesuksesan yang kita raih, 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini bergerak maju dengan cepat," klaimnya.
Melalui Truth Social, Trump juga melaporkan kerusakan signifikan pada kekuatan militer Iran. Ia mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah menenggelamkan sembilan kapal angkatan laut Iran, termasuk beberapa kapal besar yang dianggap penting. Selain itu, serangan lain dilaporkan telah menghancurkan markas besar Angkatan Laut Iran.
Terkait jatuhnya korban dari pihak AS, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa pengorbanan ini diperlukan untuk masa depan.
"Kami melakukan operasi besar-besaran ini bukan hanya untuk memastikan keamanan di waktu dan tempat kita sendiri, tetapi untuk anak-anak kita dan anak-anak mereka," kata Trump. Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil agar warga Amerika tidak perlu lagi menghadapi rezim teroris bersenjata nuklir.
Meskipun intensitas serangan meningkat, Trump mengisyaratkan adanya peluang komunikasi. Dikutip dari majalah The Atlantic, ia menyebut bahwa para pemimpin Iran ingin berbicara dan ia menyetujui hal tersebut. Namun, ia menyayangkan keterlambatan tersebut dengan berujar, "sebagian besar dari orang-orang itu (pemimpin Iran) sudah tiada."
Hingga saat ini, pejabat tinggi AS termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Kepala Pentagon Pete Hegseth belum tampil di hadapan publik. Gedung Putih menjadwalkan pejabat senior untuk memberikan pemaparan terkait serangan terhadap Iran di hadapan Kongres AS pada Selasa mendatang. (AFP/Z-2)
Menhan AS Pete Hegseth tegaskan semua opsi militer terbuka jika Iran tolak negosiasi. Donald Trump bantah isu keretakan dengan Jenderal Dan Caine.
Utusan khusus AS mengungkap rasa penasaran Donald Trump atas sikap Iran di tengah kepungan militer. Sementara itu, gelombang protes mahasiswa pecah di Teheran.
Presiden Trump menegaskan dirinya memegang kendali atas Venezuela pasca-penangkapan Maduro. Pentagon ungkap detail keterlibatan 200 personel elit dalam penggerebekan di Caracas.
Pemimpin Demokrat Hakeem Jeffries mengkritik keras operasi militer Donald Trump di Venezuela. Sementara Speaker Mike Johnson membela tindakan tersebut sebagai wewenang presiden.
Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka pintu diplomasi dengan Nicolás Maduro, namun tidak menutup opsi serangan militer terhadap Venezuela.
Presiden Donald Trump mengisyaratkan menentukan langkah terkait Venezuela setelah menerima beberapa briefing militer tingkat tinggi.
Inggris hentikan kerja sama intelijen dengan Amerika Serikat di Karibia, karena menilai serangan militer AS terhadap kapal penyelundup narkoba melanggar hukum internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved