Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Trump Pertimbangkan Diplomasi dan Opsi Militer terhadap Venezuela

Thalatie K Yani
18/11/2025 04:51
Trump Pertimbangkan Diplomasi dan Opsi Militer terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump menyatakan masih membuka pintu diplomasi dengan Nicolás Maduro, namun tidak menutup opsi serangan militer terhadap Venezuela.(Media Sosial X)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump belum mengambil keputusan mengenai kemungkinan melakukan serangan darat ke Venezuela. Menurut seorang pejabat Gedung Putih dan seorang pejabat senior AS, Trump masih mempertimbangkan langkah diplomasi di tengah meningkatnya tekanan militer di kawasan.

Pada Senin, Trump menyatakan dirinya terbuka untuk berbicara langsung dengan Presiden Venezuela Nicolás Maduro “pada waktu tertentu”. Pernyataan itu mengisyaratkan presiden melihat peluang penyelesaian krisis tanpa harus menjatuhkan bom atau mengerahkan pasukan khusus untuk menggulingkan Maduro.

Meski demikian, Trump tetap menegaskan kesiapannya menggunakan kekuatan militer untuk menindak operasi narkotika di wilayah asing, termasuk di Meksiko dan Kolombia. Ia menyampaikan pemerintah AS memiliki informasi lengkap mengenai para pemimpin kartel narkoba.

“Kami tahu alamat mereka. Kami tahu alamat mereka. Kami tahu segalanya tentang masing-masing dari mereka,” katanya, seraya menambahkan ia akan “bangga” menyerang fasilitas produksi narkoba di negara lain demi mencegah peredarannya ke Amerika Serikat.

“Apakah saya akan melancarkan serangan di Meksiko untuk menghentikan narkoba? Itu tidak masalah bagi saya,” ujarnya.

Terkait Venezuela, Trump tidak menutup kemungkinan mengirimkan pasukan AS. Ia menegaskan tidak “mengabaikan opsi apa pun”.

Saat ini, kehadiran militer AS di kawasan telah meningkat. Seorang pejabat AS mengatakan, pengerahan itu mencakup kapal induk tercanggih milik AS serta sekitar 15.000 personel. Pemerintahan Trump berharap tekanan tersebut cukup untuk memaksa Maduro mundur tanpa perlu aksi militer langsung.

Ketika ditanya apakah ia bersedia berbicara dengan Maduro sebelum memerintahkan serangan, Trump menjawab, “Ya, saya mungkin akan berbicara dengannya.”

Trump menerima paparan mengenai berbagai opsi militer selama tiga hari berturut-turut pekan lalu. Pilihannya beragam, mulai dari serangan terhadap fasilitas militer atau pemerintah, hingga operasi khusus. Opsi untuk tidak melakukan apa pun juga masih terbuka.

Pada beberapa kesempatan, Trump juga menyampaikan keraguannya terhadap tindakan militer langsung di Venezuela. Ia mempertanyakan risiko bagi pasukan AS serta peluang keberhasilan operasi tersebut. Selain itu, ia memperhatikan kritik yang muncul dari sebagian sekutunya yang menilai fokus kebijakan luar negerinya terlalu besar dibanding isu domestik.

Belum jelas sinyal apa yang diterima Gedung Putih terkait kesiapan Maduro membuka kembali jalur diplomasi. Bulan lalu, setelah upaya diam-diam untuk menjalin kesepakatan dengan Caracas, Trump justru memerintahkan timnya menghentikan komunikasi dengan Maduro dan para pejabat tinggi Venezuela. Saat itu, Trump dan para pejabat senior frustrasi karena Maduro tidak bersedia mengundurkan diri secara sukarela. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya