Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan tegas mengenai status kekuasaan di Venezuela pasca-operasi militer akhir pekan lalu. Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengklaim dirinya sebagai otoritas tertinggi yang saat ini menjalankan negara Amerika Selatan tersebut.
Ketika ditanya mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali di tengah ketidakpastian politik di Venezuela, Trump menjawab singkat, "Saya." Pernyataan ini mempertegas ucapannya sebelumnya di atas pesawat Air Force One yang menyatakan, "Kami yang berkuasa."
Trump mengidentifikasi tim inti yang terlibat dalam urusan Venezuela, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete HegsetH, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, dan Wakil Presiden JD Vance. Menurut Trump, Marco Rubio menjalin komunikasi intensif dengan Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodríguez, menggunakan bahasa Spanyol yang fasih.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberikan rincian baru mengenai penggerebekan dramatis yang menggulingkan Nicolás Maduro. Operasi tersebut melibatkan sekitar 200 personel elit Amerika Serikat, termasuk pasukan khusus Delta Force dan unit dari FBI.
"Tiga malam lalu di pusat kota Caracas, hampir 200 warga Amerika terbaik kita masuk, sepertinya pertahanan udara Rusia itu tidak bekerja dengan baik, bukan? ke pusat kota Caracas, dan menangkap individu terdakwa yang dicari oleh keadilan Amerika... tanpa satu pun warga Amerika yang tewas," ujar Hegseth saat berbicara di Virginia.
Hegseth menambahkan Maduro sama sekali tidak menyadari kedatangan pasukan tersebut hingga tiga menit sebelum mereka tiba. "Bahkan, istrinya sempat berkata, 'Sepertinya aku mendengar suara pesawat di luar'," ungkap Hegseth di hadapan para pelaut AS.
Terkait hubungan dengan pemerintahan baru di bawah Delcy Rodríguez, Trump membantah adanya komunikasi sebelum operasi penangkapan dilakukan. Namun, ia memuji kerja sama yang diberikan Rodríguez pasca-kejadian tersebut.
Meski begitu, Trump tidak ragu untuk memberikan peringatan keras. Ia menyatakan kesiapan AS untuk meluncurkan operasi militer kedua jika Rodríguez berhenti bekerja sama dalam upaya "memperbaiki" Venezuela.
"Kami siap melakukannya. Sebenarnya, kami sudah mengantisipasi hal itu," tegas Trump. Ia juga menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak takut untuk mengerahkan pasukan darat (boots on the ground) jika situasi dianggap mengharuskan.
Saat ini, fokus utama Washington adalah memastikan transisi pemerintahan di Caracas berjalan sesuai dengan kepentingan Amerika Serikat, sembari mempertahankan kehadiran militer yang siap bertindak kapan saja. (CNN/Z-2)
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Pascapenangkapan Nicolas Maduro, Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez dijadwalkan mengunjungi AS. Trump prioritaskan akses minyak di tengah ketegangan.
Pejabat pemerintahan Trump mengungkap kronologi penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya di Venezuela.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer di Caracas pada 3 Januari 2026 dini hari, langsung mengguncang tatanan hukum internasional. Dengan dalih perang melawan narkoba dan klaim bahwa Maduro bukan pemimpin sah, Washington melakukan penyerbuan ke wilayah negara berdaulat, langkah yang memicu pertanyaan mendasar: apakah ini penegakan hukum, atau preseden berbahaya pelanggaran kedaulatan negara?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved