Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Venezuela Kerahkan Militer Besar-besaran Hadapi Peningkatan Kekuatan AS di Karibia

Thalatie K Yani
12/11/2025 05:39
Venezuela Kerahkan Militer Besar-besaran Hadapi Peningkatan Kekuatan AS di Karibia
Venezuela memerintahkan mobilisasi militer besar-besaran sebagai respons terhadap pengerahan kapal perang dan pasukan Amerika Serikat di Laut Karibia. (Media Sosial X)

PEMERINTAH Venezuela mengumumkan mobilisasi besar-besaran pasukan dan peralatan militernya. Hal itu sebagai tanggapan atas peningkatan kehadiran kapal perang dan tentara Amerika Serikat di Laut Karibia.

Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan latihan militer gabungan darat, laut, dan udara akan berlangsung hingga Rabu. Ia menyebut pengerahan ini sebagai respons terhadap “ancaman imperialis” yang ditimbulkan oleh manuver militer AS di kawasan tersebut.

“Perintah ini datang langsung dari Presiden Nicolás Maduro untuk mengoptimalkan komando, kendali, dan komunikasi demi mempertahankan kedaulatan nasional,” ujar Padrino López dalam pernyataannya.

Selain pasukan reguler, latihan ini juga melibatkan Milicia Bolivariana. Pasukan cadangan sipil yang dibentuk mendiang Presiden Hugo Chávez dan dinamai berdasarkan tokoh revolusioner Amerika Latin, Simón Bolívar.

Ketegangan Meningkat di Laut Karibia

Langkah Caracas ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington. Amerika Serikat baru-baru ini mengerahkan kapal induk terbesar mereka, USS Gerald R. Ford, ke kawasan Komando Selatan AS yang mencakup sebagian besar Amerika Latin.

Kapal induk tersebut didampingi dua kapal perusak berpeluru kendali, USS Bainbridge dan USS Mahan, serta kapal komando pertahanan udara dan rudal USS Winston S. Churchill. Total lebih dari 4.000 pelaut dan sembilan skuadron udara.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya memerintahkan USS Gerald R. Ford untuk berlayar dari Eropa menuju Karibia akhir bulan lalu.

Washington menyatakan pengerahan itu bertujuan memerangi penyelundupan narkoba yang mengalir ke Amerika Serikat. Namun, Caracas menuduh AS menggunakan alasan tersebut untuk menekan pemerintahan Maduro dan berupaya melakukan perubahan rezim.

Beberapa pejabat pemerintahan Trump bahkan secara pribadi mengakui bahwa strategi mereka memang diarahkan untuk menyingkirkan Maduro. Bulan lalu, Trump juga mengaku telah memberi wewenang kepada CIA untuk beroperasi di Venezuela dan sempat menyebut kemungkinan melakukan serangan di dalam negeri itu, meski rencana tersebut kemudian dibantah pejabat AS.

Bagian dari “Rencana Kemerdekaan 200”

Menurut Padrino López, mobilisasi ini merupakan bagian dari Plan Independencia 200. Strategi pertahanan sipil-militer yang bertujuan mengoordinasikan angkatan bersenjata reguler, milisi, dan pasukan polisi dalam satu sistem pertahanan nasional.

Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian Venezuela memiliki sekitar 123.000 personel aktif. Maduro juga mengklaim milisi sukarelanya mencakup lebih dari delapan juta anggota cadangan, meski jumlah dan tingkat pelatihan mereka diragukan para analis militer.

Sementara itu, di pihak AS, kehadiran militer di wilayah Karibia kini diperkirakan mencapai sekitar 15.000 personel, termasuk pasukan tambahan yang ditempatkan di Puerto Rico. Di sana, AS menempatkan 10 jet tempur F-35, beberapa drone MQ-9 Reaper, serta ribuan marinir dan pelaut sebagai bagian dari peningkatan operasi di kawasan tersebut.

Dengan kedua negara terus memperkuat posisi militernya, situasi di Karibia kini berada di titik tegang baru yang mengingatkan pada dinamika Perang Dingin di era modern. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya