Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Rupiah Hari Ini, 6 Januari 2026: Dibuka Fluktuatif terdampak Venezuela

Andhika Prasetyo
06/1/2026 10:19
Rupiah Hari Ini, 6 Januari 2026: Dibuka Fluktuatif terdampak Venezuela
Ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah hari ini, Selasa 6 Januari 2026, terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dibuka bervariasi (mixed) dengan kecenderungan fluktuatif. Nilai tukar rupiah sempat dibuka menguat tipis ke level Rp16.730 per dolar AS, namun di beberapa pasar spot lain terpantau melemah ke posisi Rp16.746, bergerak liar dari penutupan sebelumnya di angka Rp16.740.

Pergerakan galau ini dipicu tarik-menarik sentimen global antara data ekonomi AS yang melambat dan memanasnya tensi geopolitik di Amerika Latin.

Analisis: Mengapa Rupiah Bergerak Liar?

Pasar keuangan hari ini merespons dua sentimen besar yang saling bertolak belakang:

  • Faktor Penekan (Bearish): Eskalasi konflik di Venezuela pasca intervensi militer AS memicu sentimen risk-off. Investor global cenderung memburu aset aman (safe haven) seperti Dolar AS dan Emas, yang menekan mata uang negara berkembang termasuk Rupiah.
  • Faktor Penopang (Bullish): Rilis data ISM Manufacturing AS bulan Desember 2025 yang terkontraksi ke level terendah dalam 14 bulan memberikan sinyal bahwa ekonomi AS sedang mendingin. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa The Fed akan bersikap lebih lunak (dovish), yang menahan penguatan Dolar AS lebih lanjut.

Tabel Kurs Dollar di Bank Besar (6 Januari 2026)

Bagi Anda yang hendak menukarkan valas hari ini, berikut adalah referensi kurs jual-beli dolar AS di beberapa bank nasional (Pukul 09:30 WIB):

Bank Kurs Beli (Nasabah Jual) Kurs Jual (Nasabah Beli)
BCA (e-Rate) Rp 16.695 Rp 16.755
Bank Mandiri (Livin') Rp 16.680 Rp 16.760
BNI (Special Rate) Rp 16.695 Rp 16.755
JISDOR (BI)* Rp 16.748

*Data JISDOR mengacu pada penutupan/update terakhir BI. Kurs bank dapat berubah sewaktu-waktu (real-time).

Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap volatilitas nilai tukar, terutama bagi pelaku bisnis yang memiliki eksposur utang atau transaksi dalam mata uang asing. Bank Indonesia dipastikan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas melalui intervensi di pasar spot dan DNDF. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya