Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 5 Januari 2026, diperkirakan akan mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan itu bisa terjadi lantaran dampak geopolitik dari penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS. Hal ini disampaikan oleh analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, di Jakarta, Senin (5/1).
Menurut Lukman, aksi penangkapan tokoh negara itu memicu kekhawatiran di kalangan investor global yang kemudian menekan permintaan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.
“Rupiah hari ini diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, memicu kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko,” ujarnya.
Peristiwa ini bermula ketika Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa pasukan Amerika telah melancarkan operasi besar di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta pemindahan mereka ke luar negeri. Pengumuman tersebut dilaporkan oleh Sputnik pada Sabtu (3/1).
Sejumlah media luar negeri kemudian memberitakan adanya ledakan di ibu kota Caracas, yang dikaitkan dengan keterlibatan unit elite pasukan AS, Delta Force, dalam operasi tersebut. Laporan dari harian The New York Times menyebut bahwa sedikitnya 4.800 orang tewas dalam operasi itu, termasuk anggota militer dan warga sipil.
Selain itu, menurut penjelasan Anadolu, Venezuela untuk sementara berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan penempatan pasukan tambahan jika diperlukan, sesuai arahan Trump. Setelah ditangkap, Maduro beserta Cilia Flores tiba di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn.
Keduanya kini menghadapi dakwaan pidana federal di AS, termasuk tuduhan perdagangan narkoba dan kerja sama dengan kelompok kriminal yang masuk daftar organisasi teroris. Namun, Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.
Meski demikian, Lukman memperkirakan bahwa dampak berita ini terhadap rupiah bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama sebagai sentimen negatif di pasar. “Menurut saya, pasar paling tidak hanya bereaksi sesaat,” katanya.
Berdasarkan perhitungan analis, kurs rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS dalam waktu dekat. (Ant/E-3)
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.884 per dolar AS (18/2/2026). Pasar skeptis terhadap perundingan nuklir Iran-AS dan menanti data inflasi PCE AS.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (18/2) pagi di Jakarta.
Nilai tukar (kurs) Rupiah hari ini, Rabu (18/2/2026), dibuka melemah 18 poin ke level Rp16.855 per dolar AS. Simak analisis penyebab dan sentimen pasar.
Harga emas dunia diperkirakan bergerak di kisaran US$4.800–US$5.100 per troy ounce. Emas Antam diproyeksikan Rp3,0–Rp3,2 juta per gram.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.884 per dolar AS (18/2/2026). Pasar skeptis terhadap perundingan nuklir Iran-AS dan menanti data inflasi PCE AS.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu (18/2) pagi di Jakarta.
Nilai tukar (kurs) Rupiah hari ini, Rabu (18/2/2026), dibuka melemah 18 poin ke level Rp16.855 per dolar AS. Simak analisis penyebab dan sentimen pasar.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved