Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Rupiah Hari Ini, 5 Januari 2026: Diprediksi Melemah imbas Penangkapan Nicolas Maduro

Andhika Prasetyo
05/1/2026 10:16
Rupiah Hari Ini, 5 Januari 2026: Diprediksi Melemah imbas Penangkapan Nicolas Maduro
Ilustrasi(Antara)

Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 5 Januari 2026, diperkirakan akan mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan itu bisa terjadi lantaran dampak geopolitik dari penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS. Hal ini disampaikan oleh analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, di Jakarta, Senin (5/1).

Menurut Lukman, aksi penangkapan tokoh negara itu memicu kekhawatiran di kalangan investor global yang kemudian menekan permintaan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.

“Rupiah hari ini diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, memicu kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko,” ujarnya.

Peristiwa ini bermula ketika Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa pasukan Amerika telah melancarkan operasi besar di Venezuela yang berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta pemindahan mereka ke luar negeri. Pengumuman tersebut dilaporkan oleh Sputnik pada Sabtu (3/1).

Sejumlah media luar negeri kemudian memberitakan adanya ledakan di ibu kota Caracas, yang dikaitkan dengan keterlibatan unit elite pasukan AS, Delta Force, dalam operasi tersebut. Laporan dari harian The New York Times menyebut bahwa sedikitnya 4.800 orang tewas dalam operasi itu, termasuk anggota militer dan warga sipil.

Selain itu, menurut penjelasan Anadolu, Venezuela untuk sementara berada di bawah kendali Amerika Serikat dengan penempatan pasukan tambahan jika diperlukan, sesuai arahan Trump. Setelah ditangkap, Maduro beserta Cilia Flores tiba di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn.

Keduanya kini menghadapi dakwaan pidana federal di AS, termasuk tuduhan perdagangan narkoba dan kerja sama dengan kelompok kriminal yang masuk daftar organisasi teroris. Namun, Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut.

Meski demikian, Lukman memperkirakan bahwa dampak berita ini terhadap rupiah bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama sebagai sentimen negatif di pasar. “Menurut saya, pasar paling tidak hanya bereaksi sesaat,” katanya.

Berdasarkan perhitungan analis, kurs rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS dalam waktu dekat. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya