Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTISI minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo menilai konflik politik yang terjadi di Venezuela tidak akan mengubah jalur perdagangan minyak dunia maupun mendorong kenaikan harga minyak global. Menurutnya, eskalasi konflik AS-Venezuela justru cenderung mengarah pada perundingan politik.
Hadi memprediksi akan muncul pemerintahan transisi di Venezuela dengan peran besar Amerika Serikat (AS) dalam mengembalikan sistem pemerintahan ke arah demokrasi serta membuka kembali iklim bisnis internasional.
Ia mengingatkan pada 2007 Venezuela sempat menasionalisasi perusahaan minyak dan gas milik AS, yang kemudian berujung pada putusan pengadilan internasional agar Venezuela membayar kompensasi sekitar US$8 miliar. Hingga kini, kewajiban tersebut belum diselesaikan dan nilainya diperkirakan hampir dua kali lipat.
"Pertanyaan apakah akan mengubah jalur perdagangan minyak dunia? Jawaban saya tidak. Produksi minyak Venezuela relatif kecil dibandingkan total produksi global,” ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, produksi minyak Venezuela saat ini hanya sekitar 800 ribu barel per hari (bopd), sedikit di atas produksi Indonesia yang berada di kisaran 600 ribu bopd. Angka tersebut jauh dibandingkan dengan total produksi minyak dunia yang hampir mencapai 100 juta bopd.
Dengan porsi yang terbatas itu, gangguan di Venezuela dinilai tidak akan mempengaruhi harga minyak secara global, meskipun negara tersebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sekitar 300 miliar barel.
Selain itu, secara geografis Venezuela bukan merupakan jalur vital atau choke point perdagangan minyak dunia seperti Selat Hormuz.
"Dengan kondisi geografis yang terbuka, arus distribusi minyak tetap dapat dialihkan melalui jalur lain apabila konflik meningkat," jelas Hadi.
Sejalan dengan itu, pergerakan harga minyak dunia justru menunjukkan tren penurunan, setelah operasi Amerika Serikat (AS) untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Pada hari ini, Selasa (6/1), Harga minyak mentah Brent berjangka tercatat turun 1,4% menjadi US$59,88 per barel, sementara harga minyak WTI melemah 1,5% ke level US$56,43 per barel.
"Konflik Venezuela tidak memengaruhi harga minyak dunia yang justru cenderung menurun saat ini," pungkas Hadi. (H-3)
Risiko ke depan sangat bergantung pada kelancaran transisi politik di Venezuela serta dinamika geopolitik yang lebih luas.
PBB menyoroti pelanggaran hukum internasional terkait intervensi AS terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan peringatkan potensi instabilitas.
Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mencampuri konflik politik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut pemerintah fokus pada urusan dalam negeri.
IHSG mencetak All Time High (ATH) baru di level 8.933,61. Lonjakan harga logam akibat tensi geopolitik AS-Venezuela dan insentif pajak pemerintah jadi pemicu utama.
IHSG diprediksi menguat ke level 8.884 seiring pasar mengabaikan tensi AS-Venezuela. Simak faktor pendorong dari insentif PPN DTP hingga harga emas.
Konflik AS-Venezuela tidak hanya mengguncang stabilitas internal Venezuela, tetapi juga memunculkan kekhawatiran luas terkait berbagai hal, termasuk keselamatan WNI di sana.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Pemerintah Jerman menyatakan keprihatinan atas rencana Iran untuk menutup Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan penting bagi pasokan minyak dan gas dunia.
Pemerintah Tiongkok merespons rencana parlemen Iran untuk menutup Selat Hormuz yang merupakan satu titik penyeberangan strategis untuk komoditas minyak dan gas dunia.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencuat seiring dengan meningkatnya kemungkinan Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi ekspor minyak dunia.
Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia, yakni Iran vs Israel, kembali memunculkan kekhawatiran global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved