Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ketegangan AS-Venezuela Memanas, Pemerintah: Tak Ada Dampak Signifikan ke Indonesia

M Ilham Ramadhan Avisena
05/1/2026 17:07
Ketegangan AS-Venezuela Memanas, Pemerintah: Tak Ada Dampak Signifikan ke Indonesia
Pemerintah sebut konflik AS-Venezuela dijamin tak berimbas ke Indonesia(Antara)

PEMERINTAH memastikan ketegangan politik pasca-penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat belum berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Hingga saat ini, indikator utama seperti harga minyak dunia terpantau stabil di kisaran US$63 per barel tanpa adanya gejolak berarti.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah terus memonitor situasi global tersebut. Menurutnya, perhatian utama pemerintah saat ini tertuju pada pergerakan harga komoditas energi yang kerap sensitif terhadap isu geopolitik.

"Itu masih dimonitor, karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi harga minyak kalau kita monitor satu dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi dan harga minyak relatif masih rendah, masih sekitar US$63 per barel," ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1).

Antisipasi Pemerintah

Meski situasi relatif terkendali, Airlangga menyatakan pemerintah tetap waspada melihat perkembangan ke depan guna menyiapkan langkah antisipasi jika eskalasi politik global mulai merambat ke pasar domestik. Namun, ia belum memerinci detail strategi antisipasi yang disiapkan.

"Nanti kita monitor. Sekarang dengan situasi seperti ini ya kita monitor saja," jelasnya.

Senada dengan Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai gejolak antara Washington dan Caracas tidak memberikan dampak langsung yang besar bagi Indonesia. Ia menyoroti faktor fundamental suplai minyak dari negara Amerika Latin tersebut yang dinilai tidak lagi mendominasi pasar global.

"Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia juga kan, terbatas kapasitas produksinya. Itu kan jauh dari negara kita," tutur Purbaya.

Menkeu menambahkan bahwa fokus Indonesia saat ini adalah menjaga ketahanan ekonomi domestik dibanding mengkhawatirkan sentimen eksternal yang dampaknya minim.

"Anda maunya apa? Apa yang dipersiapkan? Jadi gini, artinya mesti selalu menjaga kekuatan kita, gitu saja," pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya