Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR modal Indonesia terus dilanda gejolak, ditandai dengan capital outflow investor asing hampir Rp30 triliun sejak awal tahun. Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak merespons tekanan tersebut dengan melonggarkan aturan buyback dan memperketat pengawasan pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,04% dalam tahun berjalan (year to date/ytd) hingga akhir Maret 2025, sementara investor asing terus menarik dana dari pasar dengan net sales sebesar Rp29,92 triliun sejak Januari.
"Non-resident mencatatkan net sales sebesar Rp8,02 triliun secara month to date dan year to date itu masih terdapat net sales sebesar Rp29,92 triliun," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara daring, Kamis (11/4).
IHSG tercatat sempat jatuh ke level 5.996 pada 8 April 2025, memicu penghentian perdagangan (trading halt) selama 30 menit. Inarno mengatakan tekanan yang terjadi pasar modal sangat kuat, namun mulai mereda keesokan harinya. Itu terlihat pada 10 April tercatat kenaikan signifikan sebesar 4,79%. Meski demikian, indeks masih melemah 11,67% secara tahunan.
Situasi ini tidak hanya berdampak pada saham, tetapi juga pasar obligasi dan aset pengelolaan investasi. Indeks obligasi ICBI turun 0,17% bulan lalu. Di sisi lain, meski asset under management (AUM) naik tipis 0,45% menjadi Rp811,97 triliun, namun masih terkontraksi 3,71% sejak awal tahun.
Untuk meredam gejolak dan mencegah pelarian modal lebih lanjut, OJK meluncurkan sejumlah kebijakan stabilisasi. Salah satunya adalah pelonggaran pembelian kembali saham oleh emiten tanpa harus melalui RUPS.
"Hingga 9 April 2025, terdapat 21 emiten yang berencana melakukan buyback tanpa RUPS dengan total anggaran Rp14,97 triliun. Dari jumlah itu, 15 emiten telah merealisasikan buyback senilai Rp429,72 miliar," terang Inarno.
Selain itu, OJK juga menunda implementasi short selling dan meminta Bursa Efek Indonesia menyesuaikan batas trading halt serta menerapkan kebijakan asymmetric auto rejection. "Langkah-langkah ini kami ambil agar pasar tetap kondusif di tengah sentimen negatif global," tambah Inarno.
Di sisi pengawasan, OJK telah menjatuhkan sanksi berat berupa pencabutan izin kepada dua perusahaan efek serta denda Rp250 juta kepada tiga penyelenggara securities crowdfunding yang terbukti melanggar ketentuan pada Maret 2025.
Kendati tekanan masih terasa, tambah Inanro, sektor fundraising di pasar modal menunjukkan tren positif. "Tercatat nilai penawaran umum mencapai Rp57,68 triliun, termasuk dari lima emiten baru," kata dia.
Dia juga menyoroti pertumbuhan Bursa Karbon, yang sejak peluncurannya pada 2023 mencatat transaksi 1,59 juta ton CO2 senilai Rp77,91 miliar. "Pasar memang tengah diuji, tapi kami terus memantau dan siap merespons cepat dengan kebijakan yang tepat untuk menjaga kepercayaan investor," pungkas Inarno. (H-4)
OJK menemukan delapan pelanggaran serius dalam pemeriksaan terhadap penyelenggara pindar Dana Syariah Indonesia (DSI).
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67%
Sebelum terjadi penyerangan Amerika Serikat kepada Venezuela, risiko geopolitik pun sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Pertumbuhan kredit pada November 2025 secara year-on-year mencapai 7,74%. Kualitas kredit juga terjaga dengan NPL gross 2,21%.
IHSG dan kapitalisasi pasar BEI cetak rekor ATH pada pekan 12–15 Januari 2026. Simak data transaksi harian, aksi beli asing, dan pencatatan obligasi terbaru.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 9.000 pada penutupan perdagangan Rabu (14/1), menandai kembalinya optimisme investor di pasar saham domestik
Aliran dana asing kembali menjadi penopang utama pasar saham domestik, mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi.
IHSG hari ini 14 Januari 2026 dibuka melesat ke level 9.007,05, mencetak rekor All Time High (ATH) baru di tengah optimisme pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved