Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto mengungkapkan tren positif indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut dengan melonjak 2,4% ke level 7.792 pada penutupan perdagangan Selasa (12/8). Bersamaan dengan itu, arus dana asing ke pasar saham Indonesia sangat kuat.
"Yakni, dengan menembus Rp2,3 triliun dalam sehari di pasar reguler pada Selasa kemarin," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (13/8).
Pihaknya mencatat pada saham-saham tertentu, investor asing mencatat pembelian bersih secara besar pada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan Rp718 miliar, PT Bank Central Asia (BCA) dengan Rp569 miliar, dan PT Bank Mandiri dengan Rp512 miliar.
IHSG, ungkapnya, masih berada dalam tren naik jangka pendek yang sangat kuat, tercermin dari slope 29.42 dan tingkat konsistensi tren yang tinggi. Volatilitas harian berada di level 1.49%, menunjukkan pergerakan harga cukup dinamis.
"Posisi harga saat ini berada sangat dekat dengan resistance 1 di 7,786.67, yang menjadi level psikologis penting untuk menentukan kelanjutan rally," jelas Rully.
Kemudian, permintaan terhadap obligasi pemerintah Indonesia dikatakan meningkat cukup signifikan. Rully menerangkan total penawaran yang dimenangkan dalam lelang kemarin oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencapai Rp32,0 triliun, melampaui target pemerintah sebesar Rp27,0 triliun.
"Total penawaran yang masuk mencapai rekor tertinggi Rp162,3 triliun, mengonfirmasi tingginya minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia," tuturnya.
Ia menjelaskan permintaan ini didukung oleh pelemahan dolar AS, kondisi likuiditas global yang lebih longgar, serta ekspektasi penurunan suku bunga kebijakan AS. Kepemilikan SBN oleh investor global maupun domestik telah meningkat signifikan sepanjang tahun ini.
Per 8 Juli 2025, kepemilikan SBN oleh perbankan tercatat mencapai Rp1.315,2 triliun, naik Rp21,4 triliun secara month-to-date dan Rp263,8 triliun secara year-to-date. Pada saat yang sama, kepemilikan Bank Indonesia (BI) turun tajam sebesar Rp134,8 triliun sejak Juni, menjadi Rp1.543,3 triliun.
Permintaan investor asing juga tetap kuat, dengan kepemilikan mencapai Rp936,1 triliun atau 14,6% dari total beredar. Hal ini, kata Rully, sejalan dengan minat berkelanjutan terhadap obligasi pemerintah negara berkembang di tengah tren pelonggaran kebijakan moneter global. (E-3)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami tekanan pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya volatilitas harga minyak mentah di pasar global.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, menunjukkan volatilitas tinggi di sesi pagi.
Bursa Asia rontok setelah IRGC ancam harga minyak tembus US$200. Nikkei dan KOSPI anjlok di atas 7% akibat kekhawatiran inflasi global pasca serangan AS-Israel ke Iran.
Bursa saham Australia dan AS anjlok tajam pagi ini setelah harga minyak dunia meroket melampaui US$100 per barel
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Pasar saham Indonesia, meskipun dibayangi penurunan IHSG sebesar 1,44% pada Kamis, 26 Februari 2026, tetap menyuguhkan kejutan.
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum pemulihan pasar saham Indonesia seiring membaiknya pertumbuhan laba emiten.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved