Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
GULA merupakan salah satu komoditas penting di dunia, baik dari aspek pengolahan bahkan pengawetan, pelembab, dan pelunak adonan.
Secara umum, gula yang dikonsumsi bersumber dari gula tebu. Gula tebu memegang peranan penting di sektor pertanian di dunia.
Kebutuhan gula terus mengalami peningkatan karena selalu dibutuhkan masyarakat. Hal itu membuat setiap negara harus memenuhi kebutuhan tersebut. Terdapat beberapa negara yang mampu menghasilkan gula dalam jumlah besar, bahkan bisa diekspor ke negara lain.
Baca juga : Model Hilirisasi Industri Kelapa Sawit Dorong Ekspor Produk Bernilai Tambah
Dikutip dari berbagai sumber, berikut 10 negara pengekspor gula terbesar:
1. Brasil
Brasil jadi negara dengan volume ekspor gula tertinggi, yaitu 32,15 juta metrik ton pada 2020/2021. Selain menjadi eksportir gula teratas, negara ini merupakan produsen tebu paling banyak di dunia dengan margin yang besar.
Baca juga : Mahasiswa Polbangtan Kementan Gali Ilmu Bisnis Pertanian dari Mancanegara
Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada 2019, Brasil memproduksi sekitar 752 juta metrik ton tebu, hampir dua kali lipat dari India, produsen tebu terbesar kedua di dunia.
2. Thailand
Urutan selanjutnya negara pengekspor gula terbesar ditempati Thailand. Volume ekspor gula negara di Asia Tenggara ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Brasil, sekitar 7,3 juta metrik ton.
Baca juga : Gula Aren Pacitan Sukses Ekspor ke Kanada di Tangan Petani Milenial
3. India
India menempati urutan ketiga negara pengekspor gula terbesar mencapai 6 juta metrik ton. Namun, India menempati urutan kedua sebagai penghasil tebu terbesar dengan menghasilkan sebesar 370,5 juta ton.
4. Australia
Baca juga : Ekspor Vanili Indonesia hanya 5% dari Kebutuhan Dunia
Urutan selanjutnya ditempati Australia dengan volume ekspor gula 3,34 juta metrik ton. Negara ini tercatat memproduksi tebu sebesar 30,2 juta ton.
5. Guatemala
Guatemala menempati urutan kelima dengan volume ekspor gula 1,73 juta metrik ton. Diketahui negara ini memproduksi tebu sebesar 28,3 juta ton.
Baca juga : Pinang Betara Jambi Jadi Komoditas Unggulan Nasional Berorientasi Ekspor
6. Meksiko
Meksiko tercatat melakukan ekspor gula dengan volume 1,59 juta metrik ton. Angka produksi tebu di negara tersebut tercatat sebesar 53,9 juta ton.
7. Uni Eropa
Baca juga : DPRD Jateng Ajak Petani Budidayakan Tanaman Orientasi Ekspor
Uni Eropa menempati urutan ketujuh pengekspor gula terbesar dengan volume 1 juta metrik ton. Uni Eropa masuk ke tiga besar konsumsi gula teratas pada 2019/2020.
8. Afrika Selatan
Afrika Selatan tercatat mengekspor gula dengan volume 0,99 juta metrik ton pada 2020/2021.
Baca juga : Porang Trenggalek Tembus Pasar Dunia, Berikut Syaratnya
9. Kolombia
Urutan kesembilan negara pengekspor gula ditempati Kolombia dengan volume ekspor mencapai 0,7 juta metrik ton.
10. Maroko
Baca juga : Kementan Lakukan TOT Registrasi Kampung dan Lahan Usaha
Urutan terakhir ditempati Maroko dengan volume ekspor 0,68 juta metrik ton. (Z-1)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kenaikan kebutuhan paling signifikan tercatat pada komoditas telur ayam sebesar 7,50%, disusul daging sapi dan kerbau sebesar 3,57.
BPDP Kementerian Keuangan fokus melaksanakan program peremajaan perkebunan kakao dengan target 5.000 hektare secara nasional pada 2026.
Momentum AOE 2026 menjadi ajang forum bisnis yang mempertemukan calon pembeli (buyer) dan investor.
Penyumbang inflasi tertinggi adalah awang merah 0,04 persen, telur ayam 0,03 persen. Karena itu, Pemprov Jatim menggelar pasar murah untuk menurunkan harga telur dan bawang merah.
Upaya memperkuat sistem komoditas berkelanjutan di Indonesia terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
Generasi muda sawit harus dibekali keterampilan teknis, manajerial, hingga digital sehingga mampu menghadapi tantangan industri 4.0 dan memperkuat daya saing global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved