Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
CENTER of Reform on Economics (CORE) memproyeksikan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan sebesar US$9,23 miliar akibat penerapan tarif resiprokal Trump. Industri pakaian jadi diprediksi paling terpukul dengan potensi penurunan ekspor hingga US$2,1 miliar.
"Produk seperti t-shirt dan jaket buatan Indonesia terancam kalah bersaing dari negara lain," ungkap laporan terbaru dari CORE Indonesia yang diterima, Senin (11/8).
Sektor barang manufaktur lainnya juga disebut akan ikut terdampak, dengan potensi penurunan sebesar US$1,5 miliar. Produk-produk rumah tangga, aksesori, dan mainan yang selama ini diekspor ke AS dinilai bisa kehilangan daya saing karena harga jual naik.
Selanjutnya produk kulit, termasuk sepatu dan tas, diproyeksikan turun US€1,3 miliar, menyusul tarif tinggi yang menekan margin produsen.
Industri peralatan elektronik dan komputer juga masing-masing terancam kehilangan US$1,2 miliar dan US$0,8 miliar. "Padahal, sektor ini merupakan bagian penting dari ekspor berbasis teknologi Indonesia," paparnya.
Sementara itu, produk karet dan plastik, seperti ban dan kemasan, juga menghadapi risiko penurunan sebesar US$0,7 miliar.
CORE menyebut secara keseluruhan, implementasi tarif resiprokal akan menurunkan ekspor Indonesia ke pasar global sebesar -2,65%. Penurunan ekspor Indonesia ini lebih dalam dibandingkan dengan negara-negara lain.
"Sebagai perbandingan, ekspor Malaysia turun 1,18%, Filipina -1,69%, Thailand -0,49%, bahkan Vietnam masih mencatatkan pertumbuhan ekspor 0,20%. Penurunan ini turut berdampak pada surplus perdagangan Indonesia, yang berpotensi menyusut hingga US$4,41 miliar," jelasnya.
Untuk itu, CORE menilai pemerintah perlu menyiapkan program bantuan terfokus untuk ekspor manufaktur yang paling rentan. Langkah praktis meliputi perluasan akses kredit lunak melalui bank BUMN, mempercepat program diversifikasi pasar melalui trade missionyang lebih intensif, dan memperluas program hibah untuk adopsi teknologi.
"Selain itu, sistem pengawasan sederhana perlu dibentuk dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada di BPS, Kemendag, dan Bea Cukai. Indikator utama yang dipantau meliputi volume ekspor ke AS per sektor, tingkat utilisasi kapasitas industri, dan volume impor dari negara yang melakukan trade diversion," tutupnya. (H-3)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menggelar pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace pada 19 Februari mendatang di Washington.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah memandang pembentukan Board of Peace (BoP) patut dicermati secara kritis, lembaga ini harus jelas soal roadmap kemerdekaan Palestina
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
SUATU dokumen FBI pada 2020 yang termasuk dalam berkas Epstein menuduh bahwa miliarder paedofil Jeffrey Epstein dilatih sebagai mata-mata di bawah mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved