Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump menolak dan mencabut visa sejumlah pejabat Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) serta Otoritas Palestina (PA) menjelang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) September mendatang.
Kebijakan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri AS pada Jumat (29/8) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Washington menuding PLO dan PA gagal memenuhi komitmen perdamaian serta dituding melemahkan prospek dialog.
"Pemerintahan Trump tegas: demi kepentingan keamanan nasional, PLO dan PA harus bertanggung jawab karena tidak mematuhi komitmen dan melemahkan peluang perdamaian,” bunyi pernyataan itu dikutip dari Al Jazeera.
AS juga menuntut perwakilan Palestina secara konsisten menolak aksi teror dengan merujuk pada serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023. Selain itu, PA dituduh berusaha menghindari jalur perundingan dengan membawa kasus dugaan pelanggaran Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) serta Mahkamah Internasional (ICJ).
Belum jelas identitas pejabat Palestina yang terdampak keputusan ini. Namun, AS memastikan akan memberi pengecualian bagi Misi Palestina di PBB yang dipimpin Duta Besar Riyad Mansour. Mansour mengungkapkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas berencana hadir dalam sidang, meski belum diketahui apakah pembatasan visa tersebut akan memengaruhi keikutsertaannya.
Kepresidenan Palestina menyatakan penyesalan dan keterkejutan mendalam atas kebijakan itu dan mendesak Washington untuk meninjau ulang. "Palestina tetap berkomitmen pada hukum internasional, resolusi PBB, dan kewajiban menuju perdamaian," demikian pernyataan resmi yang dirilis kantor berita Wafa.
Langkah ini memicu perdebatan karena AS, sebagai negara tuan rumah, berkewajiban memberikan akses bagi delegasi resmi PBB. Sejumlah kasus serupa pernah terjadi, termasuk penolakan visa terhadap Yasser Arafat pada 1988 yang membuat sidang umum PBB harus dipindahkan ke Jenewa, Swiss. Pada 2013, AS juga menolak visa Presiden Sudan Omar al-Bashir yang saat itu diburu ICC.
Meski demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang kini juga menjadi buronan ICC, dijadwalkan tetap hadir dalam Sidang Umum PBB bulan depan di New York. (I-2)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Iran bantah klaim Donald Trump soal negosiasi damai. Dugaan manipulasi pasar mencuat setelah adanya lonjakan trading mencurigakan sebelum klaim Trump di media sosial.
Pemerintah Australia resmi melarang pemegang paspor Iran masuk untuk tujuan wisata dan kerja. Kebijakan ini dipicu risiko lonjakan permohonan suaka akibat konflik.
Terkait biaya, visa turis 30 hari dikenakan biaya sebesar AED200 (sekitar Rp840.000), sedangkan untuk masa tinggal 60 hari dikenakan AED300 (sekitar Rp1.260.000).
FIFA PASS resmi hadir untuk mempermudah visa Amerika Serikat bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. Simak fitur, cara kerja, dan syaratnya di sini.
Pengetatan visa Donald Trump mengancam trafik suporter di Miami sebagai host Piala Dunia 2026. Simak dampak ekonomi dan skema FIFA PASS di sini.
Kebijakan visa ketat Donald Trump mulai mengancam kelancaran Grup C Piala Dunia 2026. Maroko dan Brasil hadapi ketidakpastian akses ke Amerika Serikat.
Kebijakan visa ketat Presiden Donald Trump mengancam kehadiran ribuan suporter di Piala Dunia 2026. Simak dampak bagi fans sepak bola global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved