Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Akhiri Biaya Politik Tinggi

21/1/2026 05:00

PENANGKAPAN Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam satu hari yang sama kembali menegaskan satu kenyataan pahit bahwa korupsi kepala daerah bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

Kasus yang menjerat Wali Kota Madiun terkait dengan dugaan fee proyek dan penyimpangan dana corporate social responsibility (CSR), serta Bupati Pati dalam dugaan suap pengisian jabatan di Kabupaten Pati, menunjukkan pola yang sama dan berulang. Jabatan publik dijadikan alat transaksi. Kewenangan berubah menjadi komoditas. Negara, pada akhirnya, menjadi pihak yang dirugikan.

Rentetan operasi tangkap tangan ini juga menjadi tamparan keras bagi otonomi daerah. Para kepala daerah semestinya tidak menjadikan jabatan sebagai sarana memperkaya diri. Namun, persoalannya hal ini tidak berhenti pada moral individu, tapi pada sistem yang terus memproduksi godaan dan tekanan untuk berbuat korup.

Misalnya, dana CSR dan proyek pembangunan kerap menjadi ladang basah bagi pejabat daerah. Relasi tidak sehat antara pemerintah dan dunia usaha, lemahnya pengawasan, serta besarnya kekuasaan di tangan kepala daerah membuka ruang penyalahgunaan wewenang. Dana yang seharusnya kembali ke masyarakat justru dibelokkan untuk kepentingan pribadi dan politik.

Tepat belaka analisis peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman, yang menyebut politik berbiaya tinggi sebagai sumber penyakit. Untuk menjadi kepala daerah, seseorang harus mengeluarkan biaya besar sejak proses pencalonan, kampanye, hingga konsolidasi kekuasaan. Ketika terpilih, tekanan untuk balik modal hampir tak terelakkan. Dalam situasi ini, proyek, jabatan, dan anggaran publik menjadi sasaran empuk.

Sistem pengadaan yang telah didigitalisasi, pembentukan unit independen, hingga aturan berlapis ternyata belum mampu menutup celah. Selama relasi antara penyedia dan pejabat masih memungkinkan kompromi di balik layar, praktik korupsi akan terus menemukan jalannya. Penangkapan demi penangkapan hanya menjadi pengingat bahwa penindakan belum menyentuh jantung masalah.

Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD kerap muncul sebagai jalan pintas. Namun, solusi ini menyimpan logika rapuh. Langkah tersebut hanya akan memindahkan lokasi korupsi, bukan menghilangkannya. Politik uang bisa berpindah dari pemilih ke elite parlemen daerah. Masalahnya tetap sama, yakni biaya politik yang mahal dan minim akuntabilitas.

Selama keduanya masih berjalan, korupsi kepala daerah tidak bisa diberantas. Kita juga tidak bisa hanya mengandalkan KPK dan aparat penegak hukum lain. Penindakan penting, tetapi bersifat kuratif. Yang dibutuhkan ialah terapi struktural.

Pertama, pembenahan sistem pendanaan politik harus menjadi agenda serius. Negara perlu memperkuat skema pendanaan partai politik yang transparan dan akuntabel agar partai tidak menggantungkan hidup pada iuran kandidat atau donatur bermasalah. Dengan demikian, tekanan finansial kepada calon kepala daerah bisa dikurangi.

Kedua, pembatasan dan pengawasan ketat terhadap biaya kampanye harus ditegakkan, bukan sekadar aturan di atas kertas. Pelaporan dana kampanye harus dibuka ke publik secara real-time dan mudah diakses, disertai sanksi tegas bagi pelanggaran.

Ketiga, kewenangan kepala daerah dalam pengelolaan proyek dan jabatan perlu diberi mekanisme kontrol yang lebih kuat. Proses pengisian jabatan harus benar-benar berbasis merit, diawasi lembaga independen, dan transparan.

Keempat, peran masyarakat sipil dan media harus diperkuat sebagai pengawas kekuasaan. Korupsi tumbuh subur dalam ruang gelap dan senyap.

Penangkapan di Madiun dan Pati seharusnya menjadi momentum refleksi nasional. Selama biaya politik tetap mahal, selama jabatan masih dipandang sebagai investasi, maka korupsi akan terus berulang. Negara harus berani menyentuh akar masalah, bukan sekadar memotong rantingnya.

 

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik