Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Akhiri Keabaian Berujung Maut

29/12/2025 05:00

TRAGEDI tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/12), tidak bisa dipandang sekadar sebagai berita duka. Insiden yang merenggut nyawa pelatih tim sepak bola putri Valencia Spanyol, Fernando Martin Carreras, beserta tiga anaknya itu sejatinya mengguncang kesadaran nasional. Tenggelamnya kapal wisata tersebut adalah cermin dari persoalan sistemik yang telah lama terjadi dan terus berulang tanpa perbaikan berarti.

Keindahan kawasan Pulau Komodo yang telah menyandang status Situs Warisan Dunia UNESCO ternyata belum dibarengi dengan mitigasi keselamatan yang memadai. Sepanjang 2024 sampai akhir 2025, sedikitnya tercatat 15 kecelakaan kapal wisata terjadi di perairan Labuan Bajo dan sekitarnya. Dari mulai kapal karam, dihantam gelombang tinggi, hingga kerusakan teknis menunjukkan bahwa dalam deretan peristiwa itu ada satu benang merah, yakni kelalaian yang terus dibiarkan.

Masalahnya berlapis. Ada dugaan kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran, minimnya alat keselamatan, juga kapabilitas awak kapal yang dipertanyakan masih kerap ditemukan. Ironisnya, sebagian kecelakaan justru terjadi saat cuaca dan gelombang tinggi. Padahal, kondisi seperti itu seharusnya menjadi alarm untuk menghentikan seluruh aktivitas pelayaran wisata demi keselamatan jiwa.

Sayangnya, standar yang semestinya menjadi pegangan tersebut kerap kalah oleh kepentingan ekonomi. Dalam kasus terakhir, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menduga kapal wisata semipinisi itu mati mesin sebelum akhirnya tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi. Dugaan itu kembali menegaskan lemahnya pengawasan sejak kapal masih berada di dermaga.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan berada di kawasan ring of fire, protokol keselamatan transportasi laut semestinya tidak berada pada level biasa-biasa saja. Pencegahan dan penanganan kecelakaan harus disiapkan secara matang, terintegrasi, dan proaktif, bukan reaktif setelah nyawa melayang.

Standardisasi keselamatan harus menjadi harga mati, bukan variabel yang bisa dinegosiasikan dengan dalih efisiensi biaya. Kelaikan kapal, kelengkapan pengamanan, serta kompetensi awak kapal wajib memenuhi standar tinggi tanpa kompromi. Otoritas pelabuhan pun harus tegas melarang kapal berangkat bila syarat keselamatan tidak terpenuhi atau kondisi alam tidak memungkinkan. Mengabaikan hal itu sama saja membiarkan laut terus berubah menjadi kuburan bagi para pelancong.

Rentetan kecelakaan yang melibatkan warga negara asing makin membuka celah dalam sistem mitigasi keselamatan nasional. Indonesia seolah piawai menjual keindahan alam, tetapi gagap memberikan jaminan perlindungan nyawa bagi mereka yang datang dengan kepercayaan.

Peristiwa di Labuan Bajo harus menjadi titik balik menuju tindakan radikal. Kita tidak membutuhkan lagi sekadar pernyataan belasungkawa atau janji investigasi yang berakhir tanpa tindak lanjut. Yang diperlukan ialah pemutusan mata rantai keabaian secara nyata.

Penegakan hukum terhadap operator transportasi dan pemilik kapal harus dilakukan tanpa pandang bulu. Izin operasional mesti dicabut jika ditemukan pelanggaran prosedur keselamatan, sekecil apa pun. Tidak boleh ada kompromi bagi kapal yang nekat berlayar tanpa clearance.

Selain itu, penguatan peran syahbandar sebagai otoritas pelabuhan mutlak dilakukan. Mereka adalah garda terdepan yang menentukan layak atau tidaknya kapal meninggalkan dermaga. Jika terbukti lalai memeriksa kelaikan kapal atau membiarkan prosedur dilanggar, tanggung jawab hukum harus ikut disematkan.

Kita tidak bisa terus berlindung di balik kata musibah. Musibah adalah peristiwa di luar kendali manusia setelah seluruh upaya maksimal dilakukan. Namun, jika kapal tenggelam akibat ketidaksiapan alat keselamatan, kelalaian teknis, atau pengawasan yang longgar, itu bukan musibah, melainkan akibat perbuatan manusia.

Jangan biarkan kemegahan alam Indonesia justru menjelma menjadi makam bagi para pelancong. Sudahi mempertaruhkan nyawa manusia demi ego pariwisata yang miskin rasa aman. Tanpa pembenahan radikal, Indonesia hanya menunggu waktu untuk kembali dipermalukan di mata dunia akibat keteledoran yang sama.

 



Berita Lainnya
  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.

  • Saatnya Mewujudkan Keadilan Sosial

    01/1/2026 05:00

    PERGANTIAN tahun telah menempatkan 2025 di masa lalu. Dalam lembaran baru, 2026 membentangkan jalan masa depan bangsa yang penuh simpangan dan tantangan. 

  • Akhiri Penegakan Hukum Minim Keadilan

    31/12/2025 05:00

    PENEGAKAN hukum dan pemenuhan keadilan merupakan syarat utama dalam negara demokrasi.