Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pantang Takluk oleh Tekanan IOC

25/10/2025 05:00

TIDAK perlu dipertanyakan dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia kepada Palestina. Simpati dan dukungan Indonesia kepada Palestina tidak akan pernah berkurang karena dibangun atas dasar prinsip kemanusiaan.

Membela perjuangan Palestina, baik secara politik, ekonomi, sosial, maupun jalur diplomasi lain seperti olahraga, sejatinya merupakan upaya pembelaan kita terhadap kemanusiaan. Tidak ada tawar-menawar untuk hal itu, bahkan ketika pendirian kuat Indonesia tersebut akan memunculkan beragam konsekuensi yang merugikan sekalipun.

Termasuk, baru-baru ini, saat Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan untuk melarang Indonesia menggelar olahraga multievent internasional. Larangan itu merupakan buntut penolakan pemerintah Indonesia menerbitkan visa bagi atlet Israel yang hendak tampil di Kejuaran Dunia Senam 2025 di Jakarta.

Indonesia tak boleh surut ataupun gentar dengan keputusan IOC karena kita punya dasar yang kuat untuk tidak mengizinkan atlet Israel masuk ke Tanah Air. Langkah yang dilakukan Indonesia telah sesuai dengan amanat konstitusi, yakni menghapuskan segala bentuk penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Ketegasan sikap Indonesia dalam merespons tekanan IOC tidak hanya patut diacungi jempol, tapi juga selayaknya bisa menjadi pembelajaran bagi induk organisasi tertinggi olimpiade tersebut yang selama ini justru sering menerapkan standar ganda atau tidak konsisten dalam keputusan-keputusan mereka.

Contoh paling terang benderang dari kehipokritan IOC ialah perlakuan mereka terhadap atlet Rusia. IOC tidak mengeluarkan sanksi serupa seperti yang mereka berikan kepada Indonesia terhadap negara-negara yang menolak memberikan visa kepada atlet Rusia. Negara itu bahkan diberi sanksi dilarang berlaga di ajang kejuaraan olahraga karena dianggap melakukan invasi ke Ukraina.

Sementara itu, untuk Israel yang jelas-jelas sudah mengangkangi nilai kemanusiaan dengan melakukan genosida di Gaza, Palestina, IOC justru amat lembek. 'Piagam Olimpiade' yang dijadikan alasan untuk memberikan sanksi terhadap Rusia, juga terhadap Indonesia, nyatanya tak berlaku bagi Israel.

Tidak ada sanksi sama sekali bagi Israel untuk mengikuti ajang olahraga internasional. Mereka terus dibela. Malah, negara yang tidak mengeluarkan visa untuk atlet Israel, seperti Indonesia, yang dijatuhi hukuman. Jelas terbaca ada ketidakadilan yang amat sangat dari sikap IOC itu.

Dari fakta tersebut terlihat bahwa sesungguhnya yang bermasalah ialah IOC, bukan Indonesia. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk takut atau merasa inferior. Pantang bagi kita bernegosiasi atau bahkan mengemis-ngemis meminta penghapusan sanksi, apalagi jika harus menggadaikan prinsip kemanusiaan dan antipenjajahan yang kita junjung tinggi.

Republik ini pernah punya pengalaman serupa lebih dari 60 tahun lalu. Ketika itu Presiden Soekarno bahkan menitahkan Indonesia angkat kaki dari IOC lewat surat tertanggal 14 Februari 1963 lantaran organisasi tersebut, seperti saat ini, juga terang-terangan membela Israel yang oleh Indonesia dilarang mengikuti Asian Games IV pada 1962.

Ketegasan sikap seperti itu penting untuk melawan kehipokritan IOC. Apalagi, seperti diyakini Menpora Erick Thohir, kekuatan Indonesia saat ini tidak bisa dianggap remeh oleh bangsa-bangsa lain. Indonesia tetap bisa memiliki peran penting dan dihormati di dunia olahraga internasional.

Sembari 'melawan' keangkuhan IOC, Indonesia mesti terus berperan aktif dalam berbagai ajang olahraga di tingkat Asia Tenggara, Asia, maupun dunia. Dengan begitu, olahraga Indonesia dapat menjadi duta, sarana diplomasi, sekaligus cerminan kedigdayaan bangsa di mata dunia.

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik