Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Pantang Takluk oleh Tekanan IOC

25/10/2025 05:00

TIDAK perlu dipertanyakan dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia kepada Palestina. Simpati dan dukungan Indonesia kepada Palestina tidak akan pernah berkurang karena dibangun atas dasar prinsip kemanusiaan.

Membela perjuangan Palestina, baik secara politik, ekonomi, sosial, maupun jalur diplomasi lain seperti olahraga, sejatinya merupakan upaya pembelaan kita terhadap kemanusiaan. Tidak ada tawar-menawar untuk hal itu, bahkan ketika pendirian kuat Indonesia tersebut akan memunculkan beragam konsekuensi yang merugikan sekalipun.

Termasuk, baru-baru ini, saat Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan untuk melarang Indonesia menggelar olahraga multievent internasional. Larangan itu merupakan buntut penolakan pemerintah Indonesia menerbitkan visa bagi atlet Israel yang hendak tampil di Kejuaran Dunia Senam 2025 di Jakarta.

Indonesia tak boleh surut ataupun gentar dengan keputusan IOC karena kita punya dasar yang kuat untuk tidak mengizinkan atlet Israel masuk ke Tanah Air. Langkah yang dilakukan Indonesia telah sesuai dengan amanat konstitusi, yakni menghapuskan segala bentuk penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Ketegasan sikap Indonesia dalam merespons tekanan IOC tidak hanya patut diacungi jempol, tapi juga selayaknya bisa menjadi pembelajaran bagi induk organisasi tertinggi olimpiade tersebut yang selama ini justru sering menerapkan standar ganda atau tidak konsisten dalam keputusan-keputusan mereka.

Contoh paling terang benderang dari kehipokritan IOC ialah perlakuan mereka terhadap atlet Rusia. IOC tidak mengeluarkan sanksi serupa seperti yang mereka berikan kepada Indonesia terhadap negara-negara yang menolak memberikan visa kepada atlet Rusia. Negara itu bahkan diberi sanksi dilarang berlaga di ajang kejuaraan olahraga karena dianggap melakukan invasi ke Ukraina.

Sementara itu, untuk Israel yang jelas-jelas sudah mengangkangi nilai kemanusiaan dengan melakukan genosida di Gaza, Palestina, IOC justru amat lembek. 'Piagam Olimpiade' yang dijadikan alasan untuk memberikan sanksi terhadap Rusia, juga terhadap Indonesia, nyatanya tak berlaku bagi Israel.

Tidak ada sanksi sama sekali bagi Israel untuk mengikuti ajang olahraga internasional. Mereka terus dibela. Malah, negara yang tidak mengeluarkan visa untuk atlet Israel, seperti Indonesia, yang dijatuhi hukuman. Jelas terbaca ada ketidakadilan yang amat sangat dari sikap IOC itu.

Dari fakta tersebut terlihat bahwa sesungguhnya yang bermasalah ialah IOC, bukan Indonesia. Karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk takut atau merasa inferior. Pantang bagi kita bernegosiasi atau bahkan mengemis-ngemis meminta penghapusan sanksi, apalagi jika harus menggadaikan prinsip kemanusiaan dan antipenjajahan yang kita junjung tinggi.

Republik ini pernah punya pengalaman serupa lebih dari 60 tahun lalu. Ketika itu Presiden Soekarno bahkan menitahkan Indonesia angkat kaki dari IOC lewat surat tertanggal 14 Februari 1963 lantaran organisasi tersebut, seperti saat ini, juga terang-terangan membela Israel yang oleh Indonesia dilarang mengikuti Asian Games IV pada 1962.

Ketegasan sikap seperti itu penting untuk melawan kehipokritan IOC. Apalagi, seperti diyakini Menpora Erick Thohir, kekuatan Indonesia saat ini tidak bisa dianggap remeh oleh bangsa-bangsa lain. Indonesia tetap bisa memiliki peran penting dan dihormati di dunia olahraga internasional.

Sembari 'melawan' keangkuhan IOC, Indonesia mesti terus berperan aktif dalam berbagai ajang olahraga di tingkat Asia Tenggara, Asia, maupun dunia. Dengan begitu, olahraga Indonesia dapat menjadi duta, sarana diplomasi, sekaligus cerminan kedigdayaan bangsa di mata dunia.

 



Berita Lainnya
  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.