Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG besar melawan mafia dan antek-anteknya sudah di depan mata. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengirimkan sinyal tersebut ke masyarakat. Ia bersama perangkat hukum bakal menyapu bersih pelaku sindikat kejahatan dalam waktu dekat.
Purbaya mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku jaringan gelap. Mereka itulah yang telah lama menggerogoti negara melalui kasus penyelundupan tekstil, baja, dan sederet komoditas lain. Bagaimana praktik culas kelompok tersebut juga sudah dipetakan oleh Purbaya.
Para penjahat itu mengeruk keuntungan lewat praktik under invoicing, sengaja memanipulasi dan menurunkan nilai barang impor dari harga asli. Setelah modus diketahui dan nama sudah dipegang, sang Menkeu tinggal selangkah lagi menyapu bersih praktik mafia impor.
Bagi masyarakat yang sehari-hari bergulat dengan mahalnya harga kebutuhan dan ketimpangan hukum, ucapan Purbaya akan dimaknai sebagai oase keadilan. Muncul harapan akan kondisi yang lebih baik manakala mafia impor dan seluruh jaringannya dijebloskan ke jeruji besi.
Mafia, di mata publik, adalah puncak kejahatan manusia. Mereka menyengsarakan masyarakat luas demi mengenyangkan perut sendiri serta lingkaran gelapnya. Oleh karena itu, sinyal dari Purbaya yang akan menggelar perang total melawan mafia impor patut diapresiasi.
Namun, di saat yang bersamaan, kita juga perlu mengingatkan Purbaya agar pernyataannya tersebut benar-benar bisa dieksekusi. Jangan sampai ucapannya hanya berupa angin surga, sebuah janji manis yang indah didengar tapi tidak pernah terwujud.
Masyarakat pernah dibuai dengan kehadiran satgas mafia bola, satgas mafia tanah, satgas mafia pajak, dan satgas-satgas lainnya dalam melawan mafia. Seperti biasa, terdengar indah di awal pembentukan, tetapi lama-kelamaan publik lupa bahwa mereka pernah ada, apalagi bekerja.
Karena itu, ketika Purbaya mengatakan akan memproses mafia kasus penyelundupan tekstil, baja, dan barang-barang lainnya, publik berharap ada kejelasan, ada kepastian. Ini sangat penting agar bangunan kasusnya menjadi terang benderang.
Harus jelas siapa yang dimaksud sebagai mafia, sejauh mana jaringan mereka bekerja, dan bagaimana negara akan menindak mereka tanpa pandang bulu. Tanpa itu, tudingan terhadap mafia hanya menjadi cerita samar yang mudah digoreng untuk kepentingan politik dan pencitraan.
Mesti diingat bahwa para pelaku yang bermain di balik praktik under invoicing biasanya berkolusi antara importir, broker, dan oknum pejabat di pelabuhan maupun bea cukai. Mafia tidak mungkin bertahan tanpa perlindungan birokrasi atau penegak hukum.
Harus dipastikan pula sampai berapa lama penindakan dilakukan dan apa indikatornya bahwa mafia impor sudah disapu bersih. Tanpa batas waktu dan indikator yang jelas, perang terhadap mafia malah akan berubah menjadi opera sabun.
Lebih dari itu, dengan adanya kejelasan dan kepastian, masyarakat bisa dilibatkan dan bukan hanya jadi penonton yang menyaksikan dari kejauhan. Berbekal kejelasan dan kepastian, publik berpeluang untuk mengawasi, mengkritisi, bahkan mengawal jalannya perang melawan mafia.
Tanpa kedua aspek itu, rasanya kita berhak membuka ruang untuk bercuriga terhadap pejabat yang senang memberi kode-kode. Kesannya ingin menghadirkan sensasi di masyarakat. Padahal, yang bersangkutan bisa saja langsung sat-set menangkap mafia dan bekerja di dalam senyap.
Jangan biarkan masyarakat diombang-ambing dalam rasa penasaran dan harapan. Yang mereka butuhkan ialah tindakan nyata, bukan sekadar bocoran. Bocoran justru akan membahayakan operasi penangkapan. Mafia yang diincar bisa saja menghapus jejak dan barang bukti.
Ketika itu terjadi, yang hilang bukan hanya kesempatan untuk menegakkan hukum, melainkan juga momentum untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap negara. Masyarakat kembali menjalani realitas pahit, hidup dalam impitan ekonomi dan ketidakadilan hukum yang tanpa ujung. Buktikan bahwa itu sudah berubah.
SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved