Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Mimpi Piala Dunia Tetap Menyala

17/10/2025 05:00

PEMECATAN Patrick Kluivert dari kursi pelatih tim nasional Indonesia sudah sejak lama diprediksi bakal terjadi saat skuad ‘Garuda’ gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Maka, keputusan tersebut bukan sesuatu yang mengagetkan. Pemecatan pelatih karena gagal memenuhi ekspektasi pencinta sepak bola adalah hal lumrah. Itu bentuk pertanggungjawaban.

Lolos atau tidaknya Indonesia ke babak berikutnya memang menjadi tolok ukur yang sangat kasatmata. Federasi, penonton, pengamat, dan media, semua punya ekspektasi. Karena itu, ketika hasilnya tidak sesuai, orang akan mencari sosok yang paling bertanggung jawab, dan itu jelas pelatih.

Namun, kegagalan ke panggung dunia yang diikuti pemecatan pelatih tersebut tak perlu membuat publik sepak bola kehilangan arah. Apalagi, sampai membunuh mimpi besar yang selama ini belum dicapai bangsa ini, yakni tampil di Piala Dunia.

Lolos ke Piala Dunia FIFA memang bukan jalan yang mudah. Mimpi itu mesti diikhtiarkan secara berliku, mendaki, kadang-kadang naik turun. Pendek kata, tidak ada yang instan untuk menjejakkan kaki di Piala Dunia. Perlu proses panjang dengan tingkat kesabaran dan konsistensi sangat tinggi.

Berlaga di Piala Dunia bukan sulap. Tidak cukup dengan mengumpulkan pemain naturalisasi dan diaspora sebanyak-banyaknya serta menunjuk pelatih tenar, lalu berharap keajaiban terjadi.

Sepak bola tak sesederhana itu. Butuh proses panjang dan konsisten. Butuh fondasi yang kuat, sistem yang tertata, dan visi yang dijalankan secara sabar, bukan tergesa-gesa. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mestinya sadar akan hal tersebut.

Kita perlu berkaca kepada Jepang. Mereka tidak membangun tim nasional yang kompetitif dalam satu malam. Investasi melalui pembinaan usia muda dilakukan sejak puluhan tahun lalu. Jepang membangun liga domestik yang sehat, juga membiasakan pemainnya dengan kompetisi yang ketat dan profesional.

Mereka mendidik pelatih, membangun infrastruktur, dan yang paling penting, sabar tanpa bermental instan. Dalam prosesnya, tim ‘Samurai Biru’ juga berkali-kali kalah dan terjungkal. Akan tetapi, begitu jalan itu terbuka, tak ada yang bisa membendung.

Sejak pertama kali masuk putaran final Piala Dunia pada 1998, Jepang tak pernah absen masuk Piala Dunia, sampai dengan Piala Dunia 2026 nanti. ‘Negeri Matahari Terbit’ itu sangat paham akan pentingnya proses. Mereka sabar menyemai tunas-tunas muda secara berkesinambungan, lalu memanennya saat betul-betul sudah matang.

Di titik ini, penting untuk kita ingatkan PSSI agar lebih memusatkan perhatian pada pembinaan pemain sejak dini. Jalan pintas memang kerap memberi hasil cepat, tapi setelah itu cepat hilang pula.

Maka, sepak bola Indonesia harus dibangun dari akar yang kuat. Para pemain dan calon pemain mesti dibina, diberi panggung, dan dikembangkan secara sistematis. Itu akan membentuk mental yang lebih kuat, alih-alih membiasakan generasi sepak bola kita tumbuh dalam pola pikir instan. Harus ada keyakinan bahwa dengan pembinaan yang tepat, anak-anak Indonesia bisa bersaing di level dunia.

Keinginan Presiden Prabowo agar lahir atlet-atlet hebat yang kompetitif di level dunia dari rahim pembinaan olahraga di negeri ini merupakan visi mulia yang mestinya jadi acuan bagi semua pemangku kepentingan. Antusiasme masyarakat, bakat-bakat muda, dan semangat nasionalisme yang kuat menjadi modal awal yang luar biasa untuk meraih mimpi menuju Piala Dunia.

Namun, semua itu tak akan cukup kalau tidak dibarengi dengan sistem yang mendukung dan kontinuitas dalam pembinaan. Bangsa ini harus mulai melihat sepak bola sebagai proyek jangka panjang, bukan hanya soal menang hari ini atau besok. Mimpi tampil di Piala Dunia bukan sekadar impian romantis. Tempuh jalan panjang dengan komitmen tangguh sungguh-sungguh, dan tidak terus-menerus terjebak dalam pola pikir instan.

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik