Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Efek Domino Main Domino

08/9/2025 05:00

ETIKA pejabat kita tidak kunjung naik level. Padahal, kemerosotan etika kepublikan sejumlah pejabat sudah nyaris berada di titik nadir dan mengganggu kepercayaan publik kepada pemerintahan di bawah Prabowo-Gibran. Sejumlah pejabat di lingkaran kekuasaan seakan sulit berhenti menggerogoti berbagai komitmen Presiden untuk memperbaiki bangsa ini.

Apa yang dilakukan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding adalah gambaran nyata krisis etika itu. Kedua menteri tersebut bermain domino bersama mantan tersangka kasus pembalakan liar di Kalimantan Tengah, Azis Wellang.

Dari foto yang beredar dan sudah diakui kebenarannya oleh Menteri Kehutanan, tampak dua menteri itu bermain domino dengan senyum terbuka lebar. Terlihat, mereka bersenda gurau di tengah permainan domino, layaknya anak muda yang nongkrong di kafe bersama rekan mereka untuk healing di tengah kepenatan dunia kerja.

Padahal, penyelenggara negara bukanlah kaum pekerja biasa apalagi pencari kerja, yang bebas bermain dengan siapa saja. Selaku pembantu presiden, mereka sepatutnya sadar dan mengukur tingkat kepatutan atas tindakan mereka. Standar etik dan moral mana yang membolehkan seorang menteri kehutanan bermain domino dengan mantan tersangka pembalakan liar pohon-pohon yang berujung pada kerusakan hutan? Benar bahwa status tersangka Azis Wellang sudah dibatalkan oleh pengadilan dan sudah 'dibersihkan' melalui surat perintah penghentian penyidikan (SP3) oleh Kementerian Kehutanan.

Namun, bukankah aksi main domino antara pimpinan di jajaran Kementerian Kehutanan yang mengeluarkan SP3 dan mantan tersangka yang menerima SP3 itu bisa menimbulkan kecurigaan adanya ruang-ruang negosiasi? Orang bisa saja berspekulasi bahwa tidak adanya upaya serius untuk kembali menyelisik dugaan pembalakan liar itu terjadi karena ada sesuatu di baliknya.

Azis Wellang sempat menjadi tersangka dan mendekam di Rumah Tahanan Kelas I Salemba Jakarta karena kasus pembalakan liar. Berdasarkan penyidikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), PT ABL milik Wellang telah menebang kayu sebanyak 1.819 meter kubik dari luar areal konsesi mereka di Kalimantan Tengah. Negara pun diperkirakan merugi Rp2,72 miliar.

Selain itu, PT ABL juga diduga tidak melakukan kegiatan penanaman hutan kembali sebagaimana seharusnya. Penetapan status tersangka itu digugurkan dengan putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 9 Desember 2024. Dan, pada 14 Februari 2025, Wellang mendapatkan SP3.

Hampir semua pihak memang telah memberikan klarifikasi resmi. Pertemuan itu hanya bersifat silaturahim dan kekerabatan kultural. Raja Juli kebetulan hadir karena hendak menemui Abdul Kadir Karding. Pertemuan kedua menteri itu berlangsung selama 2 jam hingga tengah malam. Mereka juga serempak menegaskan tidak ada pemufakatan atau hengki pengki untuk urusan kehutanan. Serta, Raja Juli dan Karding juga mengaku tidak mengetahui latar belakang kasus yang pernah menjerat Azis Wellang.

Akan tetapi, publik tentu bisa tetap bertanya-tanya apakah semua bisa serba-kebetulan? Maka, jawaban yang dibutuhkan publik bukan sekadar klarifikasi. Publik menghendaki agar para pejabat di negeri ini sanggup menjalankan etika jabatan seketat-ketatnya agar celah bagi munculnya konflik kepentingan bisa ditutup rapat.

Publik butuh lebih dari sekadar klarifikasi. Publik menghendaki agar berbagai sangkalan yang justru menunjukkan sisi problematik dari etika pejabat publik segera diakhiri. Masyarakat butuh bukti, jika memang menteri berkomitmen memberantas pembalakan liar, mulailah dari sikap tidak mengenal kompromi. Salah satunya ditunjukkan dengan menjaga etika dan menutup rapat pintu bagi potensi masuknya konflik kepentingan. Jangan ada efek domino dari bermain domino.



Berita Lainnya
  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.