Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Saatnya Merealisasikan Tuntutan

06/9/2025 05:00

SITUASI sosial-politik yang sempat memanas beberapa waktu lalu, kini perlahan mulai mendingin. Aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung pekan lalu itu menyuarakan berbagai tuntutan konkret yang terangkum dalam agenda 17+8. Sebanyak 17 tuntutan jangka pendek yang bersifat teknis dan darurat diberikan tenggat pada 5 September 2025. Adapun delapan tuntutan jangka panjang, yakni perubahan struktural, diharapkan bisa dipenuhi oleh pemerintah dan DPR dalam rentang waktu setahun kemudian.

Tuntutan itu tidak datang dari ruang kosong. Ia merupakan representasi dari keresahan rakyat atas berbagai kebijakan dan persoalan yang dianggap telah mengabaikan suara publik.

Namun, di tengah meredanya gelombang aksi, muncul kekhawatiran bahwa pemerintah dan para pengambil kebijakan justru akan kembali bersikap pasif, menunda-nunda pelaksanaan sejumlah tuntutan yang sebenarnya bisa segera dieksekusi. Jika begitu adanya, jelas itu adalah sebuah kesalahan strategis dan moral yang berpotensi memanaskan kembali situasi yang mulai stabil.

Beberapa dari tuntutan dalam agenda 17+8 sebenarnya sangat teknis dan dapat segera direalisasikan tanpa perlu menunggu perubahan struktural besar. Misalnya, pencabutan regulasi-regulasi kontroversial, evaluasi kembali proyek-proyek yang dinilai merugikan masyarakat. Termasuk, tuntutan penegakan hukum atas kesewenang-wenangan aparat dalam pengamanan demonstrasi, mulai dari membebaskan seluruh demonstran yang ditahan hingga pemberhentian aparat yang terbukti melakukan kekerasan terhadap massa aksi.

Langkah-langkah konkret seperti itu, jika dilakukan, tidak hanya menunjukkan iktikad baik, tetapi juga dapat menjadi penanda awal dari proses rekonsiliasi antara pemerintah dan masyarakat sipil. Jangan sampai yang terjadi akhirnya sekadar penundaan demi penundaan dengan dalih birokrasi, koordinasi lintas lembaga, atau menunggu momen yang dianggap tepat.

Tugas pemerintah dan seluruh aparat negara sekarang ialah menjalankan apa yang sudah disuarakan, bukan mencari-cari alasan untuk mengabaikan. Kepercayaan publik tidak dibangun dari janji-janji panjang, melainkan dari eksekusi nyata terhadap aspirasi yang disampaikan secara terbuka dan damai.

Kemarin, kelompok masyarakat sipil dan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran Bandung mendesak DPR dan pemerintah agar segera menindaklanjuti tuntutan publik yang tertuang dalam '17+8' itu. Mereka menyatakan akan tetap menggelar unjuk rasa sampai tuntutan itu ditepati, terutama untuk tuntutan jangka pendek.

Demokrasi sejatinya menuntut respons yang cepat, akurat, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ketidakpekaan terhadap momentum politik seperti itu bisa menjadi bahan bakar baru bagi ketidakpuasan yang lebih luas di kemudian hari.

Selain itu, pelaksanaan tuntutan demonstran secara cepat juga akan mengirimkan sinyal positif kepada masyarakat bahwa aspirasi mereka didengar dan dihargai. Hal itu penting dalam membangun iklim politik yang sehat, yakni politik yang menghadirkan dialog antara rakyat dan pemerintah yang tidak hanya berhenti di jalanan, tetapi berlanjut di ruang-ruang kebijakan yang konkret.

Pemerintah seharusnya menjadikan momen kali ini sebagai batu loncatan untuk mereformasi pendekatan terhadap aspirasi publik. Dengan menyegerakan langkah-langkah pelaksanaan yang memungkinkan, negara dapat menunjukkan bahwa demokrasi masih hidup dan bekerja untuk rakyat.

Kondisi yang mulai tenang saat ini bukan alasan untuk kembali berdiam diri. Justru inilah waktu paling tepat untuk bertindak memulihkan kepercayaan rakyat terhadap institusi-institusi negara.

Ketika amarah mulai reda dan ruang dialog terbuka, saat itulah kebijakan yang nyata dan berdampak langsung bisa menjadi penenang yang hakiki. Jangan biarkan rakyat malah berpikir bahwa diamnya negara adalah bentuk perlawanan yang pasif terhadap perubahan yang mereka perjuangkan.

 



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.