Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Laut bukan untuk Menjemput Maut

22/7/2025 05:00

MUSIBAH bisa datang kapan pun, menimpa siapa saja, tanpa pernah diduga. Tidak terkecuali para penumpang Kapal Motor (KM) Barcelona 5 di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (20/7).

Mereka tengah menikmati pelayaran dari Lirung menuju Manado. Tiba-tiba asap tebal mengepung kapal hingga membuat seluruh penumpang berhamburan menyelamatkan diri. Ratusan orang dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, nahas, lima orang dinyatakan tewas, salah satunya ibu hamil.

Simpati mendalam harus kita sampaikan buat para keluarga korban atas kepergian orang yang mereka kasihi. Kita tentu tidak mampu dan tidak akan pernah bisa menggugat takdir yang sudah diguratkan oleh Sang Pencipta.

Akan tetapi, publik bisa bertanya dan berhak mengetahui apakah semua prosedur keselamatan telah dijalankan sebagaimana mestinya? Apakah kapal layak berlayar? Apakah tersedia pelampung yang cukup, jalur evakuasi yang jelas, dan kru kapal siap menghadapi situasi darurat?

Memang musibah bisa datang kapan saja, tapi kelalaian adalah sesuatu yang bisa dicegah. Mengingat Indonesia merupakan negeri maritim, para pemangku kepentingan di Republik ini pantang bermain-main dalam urusan keselamatan pelayaran.

Satu kelalaian bisa mengantar pada tragedi yang merenggut banyak nyawa sehingga prinsip zero mistake haruslah dipegang teguh. Jika tidak, kecelakaan akan selalu berulang. Ketika itu terjadi, dengan gampangnya takdir yang disalahkan.

Sulit buat publik untuk tidak menduga keras ada pelanggaran dalam peristiwa terbakarnya KM Barcelona 5. Data manifes kapal awalnya dilaporkan 280 orang. Belakangan, Basarnas menyebut jumlah korban kebakaran ternyata 571 orang atau dua kali lipat melebihi data manifes kapal.

Kenapa syahbandar tetap memberikan surat persetujuan berlayar dengan kapasitas seperti itu? Apakah tindakan tersebut direstui oleh Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut? Ini baru urusan overcapacity, belum penyebab kebakarannya karena masih diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Tidak hanya menangani insiden KM Barcelona 5, KNKT juga dikerahkan untuk menginvestigasi penyebab KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Musibah itu tidak kalah menyayat hati. Hingga kini dilaporkan ada belasan korban yang masih belum ditemukan, 18 tewas, dan 30 selamat. Berdasarkan data manifes, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan.

Selain tragedi KMP Tunu Pratama Jaya dan KM Barcelona 5, kecelakaan di dunia pelayaran yang juga menyedot perhatian publik ialah tenggelamnya KM Muchlisa di Teluk Balikpapan, Kalimatan Timur, 5 Mei lalu dan terbaliknya KM Tiga Putra di perairan Bengkulu, 12 Mei silam.

Masih banyak lagi musibah yang terjadi sepanjang 2025. Sebut saja KMP Nusa Makmur kandas di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada 20 Maret serta KMP Teratai Prima 1 rusak mesin dan hanyut di perairan sekitar Pulau Kelang, Laut Seram, pada 22 Maret.

Kita tentu harus mengingatkan mulai dari pihak syahbandar hingga ke level tertinggi di Kementerian Perhubungan untuk serius mengurus nyawa manusia. Jangan cuma terlihat berbenah ketika musibah tiba, tapi lupa ketika nihil bencana. Lalu dengan gampangnya mengatakan takdir saat tragedi menimpa. Jangan jadikan laut tempat menjemput maut.

 

 



Berita Lainnya
  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.