Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIBAH bisa datang kapan pun, menimpa siapa saja, tanpa pernah diduga. Tidak terkecuali para penumpang Kapal Motor (KM) Barcelona 5 di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (20/7).
Mereka tengah menikmati pelayaran dari Lirung menuju Manado. Tiba-tiba asap tebal mengepung kapal hingga membuat seluruh penumpang berhamburan menyelamatkan diri. Ratusan orang dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, nahas, lima orang dinyatakan tewas, salah satunya ibu hamil.
Simpati mendalam harus kita sampaikan buat para keluarga korban atas kepergian orang yang mereka kasihi. Kita tentu tidak mampu dan tidak akan pernah bisa menggugat takdir yang sudah diguratkan oleh Sang Pencipta.
Akan tetapi, publik bisa bertanya dan berhak mengetahui apakah semua prosedur keselamatan telah dijalankan sebagaimana mestinya? Apakah kapal layak berlayar? Apakah tersedia pelampung yang cukup, jalur evakuasi yang jelas, dan kru kapal siap menghadapi situasi darurat?
Memang musibah bisa datang kapan saja, tapi kelalaian adalah sesuatu yang bisa dicegah. Mengingat Indonesia merupakan negeri maritim, para pemangku kepentingan di Republik ini pantang bermain-main dalam urusan keselamatan pelayaran.
Satu kelalaian bisa mengantar pada tragedi yang merenggut banyak nyawa sehingga prinsip zero mistake haruslah dipegang teguh. Jika tidak, kecelakaan akan selalu berulang. Ketika itu terjadi, dengan gampangnya takdir yang disalahkan.
Sulit buat publik untuk tidak menduga keras ada pelanggaran dalam peristiwa terbakarnya KM Barcelona 5. Data manifes kapal awalnya dilaporkan 280 orang. Belakangan, Basarnas menyebut jumlah korban kebakaran ternyata 571 orang atau dua kali lipat melebihi data manifes kapal.
Kenapa syahbandar tetap memberikan surat persetujuan berlayar dengan kapasitas seperti itu? Apakah tindakan tersebut direstui oleh Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut? Ini baru urusan overcapacity, belum penyebab kebakarannya karena masih diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Tidak hanya menangani insiden KM Barcelona 5, KNKT juga dikerahkan untuk menginvestigasi penyebab KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu (2/7) pukul 23.35 WIB saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Musibah itu tidak kalah menyayat hati. Hingga kini dilaporkan ada belasan korban yang masih belum ditemukan, 18 tewas, dan 30 selamat. Berdasarkan data manifes, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan.
Selain tragedi KMP Tunu Pratama Jaya dan KM Barcelona 5, kecelakaan di dunia pelayaran yang juga menyedot perhatian publik ialah tenggelamnya KM Muchlisa di Teluk Balikpapan, Kalimatan Timur, 5 Mei lalu dan terbaliknya KM Tiga Putra di perairan Bengkulu, 12 Mei silam.
Masih banyak lagi musibah yang terjadi sepanjang 2025. Sebut saja KMP Nusa Makmur kandas di perairan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada 20 Maret serta KMP Teratai Prima 1 rusak mesin dan hanyut di perairan sekitar Pulau Kelang, Laut Seram, pada 22 Maret.
Kita tentu harus mengingatkan mulai dari pihak syahbandar hingga ke level tertinggi di Kementerian Perhubungan untuk serius mengurus nyawa manusia. Jangan cuma terlihat berbenah ketika musibah tiba, tapi lupa ketika nihil bencana. Lalu dengan gampangnya mengatakan takdir saat tragedi menimpa. Jangan jadikan laut tempat menjemput maut.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved