Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Akhiri Konflik Antarlembaga

20/3/2025 05:00

TEWASNYA tiga anggota kepolisian yang diduga ditembak oleh anggota TNI saat menggerebek tempat judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, Senin (17/3), sesungguhnya tidak hanya menorehkan luka bagi institusi Polri. Peristiwa itu kian menebalkan coreng perseteruan di antara kedua lembaga tersebut. Tidak bisa tidak, konflik dua insititusi tersebut harus segera diakhiri sebelum korban makin bertambah banyak.

Setara Institute tak ragu menyebut bahwa tragedi berdarah Way Kanan sebagai penegas bahwa konflik TNI-Polri bersifat laten. Pasalnya, mereka mencatat sepanjang 10 tahun terakhir saja (2014-2024) tidak kurang dari 37 konflik dan ketegangan terjadi di antara mereka. Tahun ini bahkan sudah terjadi dua kekerasan terbuka TNI-Polri, termasuk penembakan di Way Kanan.

Dalam setiap kasus kekerasan yang terjadi, narasi bahwa kasus tersebut diharapkan tidak memicu konflik lanjutan di antara kedua institusi selalu muncul. Baik diutarakan oleh pemerintah maupun parlemen. Namun, siapa yang bisa menjamin hal tersebut? Siapa yang tahu ketegangan-ketegangan yang terjadi secara tertutup yang mungkin saja lebih besar daripada yang mencuat ke permukaan?

Faktanya, seperti ditunjukkan oleh data Setara Institute tadi, konflik di antara keduanya justru tak pernah menyurut. Bahkan hal-hal sepele pun terkadang bisa dengan mudah menyulut emosi aparat dan memicu konflik antarlembaga. Slogan sinergitas yang rajin diteriakkan oleh level pimpinan TNI maupun Polri, mungkin terdengar seperti kata-kata saja buat anak buah mereka di lapangan.

Namun, sekali lagi, meski bakal terdengar klise, tragedi Way Kanan ini harus menjadi yang terakhir. TNI dan Polri adalah dua institusi penting penjaga negara. Mereka seharusnya memberi sumbangsih maksimal kepada negara. Tak sepatutnya mereka justru merepotkan negara dengan perseteruan yang tak penting, apalagi hanya untuk kepentingan beking-membeking.

Sebaliknya, negara juga tak boleh abai. Untuk memutus rantai konflik tersebut, yang pertama dan utama, negara mesti memastikan proses hukum yang tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu dalam kasus penembakan terhadap tiga polisi di Way Kanan. Pemerintah harus hadir menegakkan supremasi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kalaupun nanti terbukti bahwa yang menembak ketiga polisi itu ialah anggota TNI, mereka semestinya tetap diadili di peradilan umum karena kasusnya tidak berhubungan sama sekali dengan tugas militer. Hal tersebut penting karena selama ini supremasi anggota TNI yang sering tidak mau tunduk pada peradilan umum menjadi salah satu penyebab peristiwa konflik terus berulang.

Selain itu, kasus ini seharusnya juga menjadi cermin bahwa praktik keterlibatan aparat dalam lingkaran aktivitas melawan hukum seperti judi, peredaran narkoba, dan penyelundupan, entah sebagai beking, pengguna, ataupun bahkan pemodal, sudah sedemikian parah. Ini penyakit di dalam sistem, baik di TNI maupun Polri, yang mestinya segera disembuhkan.

Kasus Way Kanan menunjukkan pengawasan terhadap aktivitas mereka di luar dinas jauh dari optimal. Kejadian ini harus jadi momentum perbaikan serius. Tidak boleh ada lagi aparat yang gugur karena lemahnya sistem dan buruknya pengawasan. Negara ini butuh aparat yang terampil dan mampu mengayomi masyarakat. Kita tidak butuh aparat yang suka berkonflik, yang tak malu melakukan kekerasan, apalagi yang tega membunuh sesama anak bangsa lain, sesama aparat, dengan tangan dingin.

 



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.