Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pulihkan Kepercayaan Pasar

19/3/2025 05:00

DARI hari ke hari kian bertambah mereka yang meragukan prospek perekonomian negeri ini ke depan. Sikap itu wajar, amat wajar, karena sejumlah indikator ekonomi kita belum menunjukkan geliat yang sangat berarti. Bahkan, sejumlah indikator ekonomi justru masih bertahan di zona merah.

Seperti peristiwa di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, ketika sempat terjadi penghentian perdagangan atau trading halt yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dari 5%. Dalam beberapa pekan IHSG memang cenderung turun, tetapi sepanjang perdagangan sesi pertama kemarin merupakan penurunan paling tajam di tahun ini.

Mekanisme penghentian perdagangan seperti itu sebelumnya pernah diterapkan saat pandemi covid-19. Bahkan, pada perdagangan sesi pertama kemarin, IHSG ditutup turun 6,12% di level 6.078. Angka itu merupakan yang terendah dalam empat tahun terakhir.

Pemerintah dan pihak BEI angkat bicara. Mereka seakan memiliki kesepahaman bahwa biang kerok memerahnya bursa saham dalam negeri disebabkan oleh kondisi global. Kondisi itu seperti pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang rutin digelar oleh bank sentral Amerika Serikat atau The Fed, juga investor yang dianggap memilih wait and see atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Bila benar bahwa kondisi global menjadi faktor utama rontoknya IHSG, pertanyaan berikutnya bisa diajukan, yakni mengapa indeks saham di berbagai belahan dunia lainnya berada di zona hijau? Mengapa hanya IHSG yang jatuh di zona merah?

Bahkan, di saat IHSG rontok, bursa saham regional Asia justru menguat. Hal itu sebagaimana diperlihatkan berbagai indeks seperti Nikkei, Shanghai, Kuala Lumpur, dan Straits Times yang semuanya menguat. Rontoknya IHSG dibarengi dengan kaburnya modal asing dari negeri ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada 10-13 Maret, investor asing tercatat menarik modal melalui aksi jual hingga Rp10,15 triliun. Itu menunjukkan di awal tahun ini, investor asing sudah menarik dana sebesar Rp26,92 triliun dari pasar saham secara tahun berjalan (year to date/ytd).

Kondisi perekonomian global dipastikan memang berpengaruh terhadap bursa saham dalam negeri. Akan tetapi, bila kenyataannya saham-saham di tempat lain justru menghijau dan dana-dana asing masuk ke tempat mereka, apa yang mesti dilakukan?

Pertanyaan seperti itu tidak bisa hanya dijawab dengan kalimat yang cenderung menghibur diri. Ketimbang mencari kambing hitam bahwa faktor eksternal menjadi penyebab utama rontoknya harga saham, lebih bijaksana bila para pemangku kebijakan mengevaluasi berbagai kebijakan ekonomi yang ditelurkan hingga memicu respons pasar saham negatif.

Pemerintah harus segera memitigasi kondisi itu. Perbaiki kepercayaan pasar dengan mengurangi produksi pernyataan-pernyataan yang memicu keragu-raguan, bahkan menyulut kepanikan. IHSG, begitu juga dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, adalah salah satu indikator awal untuk mengukur tingkat kepercayaan pelaku ekonomi terhadap kebijakan pemerintah.

Maka, jaga dan kembalikan kepercayaan itu. Tidak cukup memulihkan kepercayaan pasar dengan sekadar beramai-ramai mendatangi bursa. Pasar tentu membutuhkan tindakan nyata lahirnya kebijakan-kebijakan yang lebih terukur, menenangkan, dan pasti.

 



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.