Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Kawal Keteduhan

29/11/2024 05:00

KENDATI status ibu kota negara yang kini disandangnya sebentar lagi bakal dilepaskan dan berpindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Jakarta tetap tak kehilangan daya tarik dan daya magis. Nyawa Jakarta sebagai sentral perekonomian maupun perpolitikan nasional kiranya tak bakal berubah, belum tergantikan.

Pada posisi itu jugalah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta selalu ditempatkan. Pilkada Jakarta adalah barometer pilkada di wilayah lain. Sukses atau tidaknya pelaksanaan pilkada di Ibu Kota, dengan seluruh proses tahapannya, sedikit atau banyak akan menjadi acuan penyelenggaraan pilkada di daerah lain.

Dalam konteks itu kita patut bersyukur bahwa proses Pilkada Jakarta 2024, setidaknya sampai tahap pemungutan suara pada Rabu (27/11), telah berhasil menciptakan atmosfer yang teduh, sejuk, tanpa timbul gejolak yang berarti. Kiranya keteduhan itu akan terus terjaga hingga final hasil putusan pilkada pada Desember nanti dan syukur-syukur menular ke proses tahapan pilkada yang serupa di daerah lain.

Tanpa bermaksud menegasikan masih adanya sejumlah pelanggaran dan upaya kecurangan yang dilakukan kontestan pilkada maupun pendukung mereka, juga masih belum optimalnya kerja penyelenggara maupun pengawas pilkada, secara umum Pilkada Jakarta 2024 bisa dinilai telah berjalan baik. Prinsip-prinsip utama pilkada, yakni bebas, jujur, dan adil, relatif sudah berjalan sesuai garis yang ditentukan.

Dengan kondisi tersebut, kiranya kita layak memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Jakarta sebagai aktor utama dari episode Pilkada Jakarta yang menyejukkan sekaligus menggembirakan. Pun, kita mesti memberi hormat kepada KPU Jakarta, Bawaslu Jakarta, aparat TNI/Polri, dan aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta yang sudah taat asas menjalankan prinsip dalam kompetisi demokrasi. Di tengah kritik besar dan gugatan terhadap netralitas, Pilkada Jakarta bisa menegasikan itu semua.

Publik tentu berharap suasana sejuk, damai, dan minim kegaduhan tersebut akan dapat berlanjut dan terjaga hingga tahap akhir pelaksanaan pilkada, yang dalam klaim salah satu pasangan bakal berlangsung dalam satu putaran.

Saat ini, berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei ataupun real count versi form C-1, Pilkada Jakarta sepertinya akan berlangsung satu putaran saja. Dari dua metode penghitungan sementara itu, pasangan Pramono Anung dan Rano Karno sudah mendapatkan suara 50% + 1 suara, yang artinya suara mereka sudah di atas syarat untuk memenangi Pilkada Jakarta dalam satu putaran.

Kendati demikian, publik, kontestan, dan para pendukung hendaknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Semua pihak mesti menghormati setiap proses yang ada, termasuk menunggu hasil akhir penghitungan yang sah dan resmi dari KPU Jakarta pada pertengahan Desember nanti. Dalam ketentuan yang ada, KPU setiap daerah akan mengumumkan hasil resmi pilkada paling lambat pada 15 Desember 2024.

Karena itu, pengawalan proses pilkada hingga hari H pengumuman hasil resmi tersebut harus pula dikuatkan. Jangan sampai ada pihak mana pun yang berusaha untuk, misalnya, mengakal-akali proses penghitungan berjenjang yang dilakukan KPU demi kepentingan kemenangan kandidat tertentu.

Kita tak boleh terlena karena berdasarkan pengalaman pemilu dan pilkada sebelum-sebelumnya, pada proses penghitungan suara berjenjang itulah justru kerap muncul kecurangan dan manipulasi suara. Transfer suara acap kali terjadi pada penghitungan suara mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

Rangkaian proses yang baik tentunya akan memunculkan produk yang baik pula. Dengan proses pilkada yang tak hanya sejuk dan damai tapi juga akuntabel, siapa pun pemenang Pilkada Jakarta nanti diharapkan mampu membawa Jakarta ke arah yang jauh lebih baik. Tidak hanya menjadi kota global yang semakin maju, tapi juga menjadi kota yang mampu memanusiakan dan membahagiakan warganya.

 



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.