Headline

Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.

Kawal Keteduhan

29/11/2024 05:00

KENDATI status ibu kota negara yang kini disandangnya sebentar lagi bakal dilepaskan dan berpindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Jakarta tetap tak kehilangan daya tarik dan daya magis. Nyawa Jakarta sebagai sentral perekonomian maupun perpolitikan nasional kiranya tak bakal berubah, belum tergantikan.

Pada posisi itu jugalah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta selalu ditempatkan. Pilkada Jakarta adalah barometer pilkada di wilayah lain. Sukses atau tidaknya pelaksanaan pilkada di Ibu Kota, dengan seluruh proses tahapannya, sedikit atau banyak akan menjadi acuan penyelenggaraan pilkada di daerah lain.

Dalam konteks itu kita patut bersyukur bahwa proses Pilkada Jakarta 2024, setidaknya sampai tahap pemungutan suara pada Rabu (27/11), telah berhasil menciptakan atmosfer yang teduh, sejuk, tanpa timbul gejolak yang berarti. Kiranya keteduhan itu akan terus terjaga hingga final hasil putusan pilkada pada Desember nanti dan syukur-syukur menular ke proses tahapan pilkada yang serupa di daerah lain.

Tanpa bermaksud menegasikan masih adanya sejumlah pelanggaran dan upaya kecurangan yang dilakukan kontestan pilkada maupun pendukung mereka, juga masih belum optimalnya kerja penyelenggara maupun pengawas pilkada, secara umum Pilkada Jakarta 2024 bisa dinilai telah berjalan baik. Prinsip-prinsip utama pilkada, yakni bebas, jujur, dan adil, relatif sudah berjalan sesuai garis yang ditentukan.

Dengan kondisi tersebut, kiranya kita layak memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Jakarta sebagai aktor utama dari episode Pilkada Jakarta yang menyejukkan sekaligus menggembirakan. Pun, kita mesti memberi hormat kepada KPU Jakarta, Bawaslu Jakarta, aparat TNI/Polri, dan aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta yang sudah taat asas menjalankan prinsip dalam kompetisi demokrasi. Di tengah kritik besar dan gugatan terhadap netralitas, Pilkada Jakarta bisa menegasikan itu semua.

Publik tentu berharap suasana sejuk, damai, dan minim kegaduhan tersebut akan dapat berlanjut dan terjaga hingga tahap akhir pelaksanaan pilkada, yang dalam klaim salah satu pasangan bakal berlangsung dalam satu putaran.

Saat ini, berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei ataupun real count versi form C-1, Pilkada Jakarta sepertinya akan berlangsung satu putaran saja. Dari dua metode penghitungan sementara itu, pasangan Pramono Anung dan Rano Karno sudah mendapatkan suara 50% + 1 suara, yang artinya suara mereka sudah di atas syarat untuk memenangi Pilkada Jakarta dalam satu putaran.

Kendati demikian, publik, kontestan, dan para pendukung hendaknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Semua pihak mesti menghormati setiap proses yang ada, termasuk menunggu hasil akhir penghitungan yang sah dan resmi dari KPU Jakarta pada pertengahan Desember nanti. Dalam ketentuan yang ada, KPU setiap daerah akan mengumumkan hasil resmi pilkada paling lambat pada 15 Desember 2024.

Karena itu, pengawalan proses pilkada hingga hari H pengumuman hasil resmi tersebut harus pula dikuatkan. Jangan sampai ada pihak mana pun yang berusaha untuk, misalnya, mengakal-akali proses penghitungan berjenjang yang dilakukan KPU demi kepentingan kemenangan kandidat tertentu.

Kita tak boleh terlena karena berdasarkan pengalaman pemilu dan pilkada sebelum-sebelumnya, pada proses penghitungan suara berjenjang itulah justru kerap muncul kecurangan dan manipulasi suara. Transfer suara acap kali terjadi pada penghitungan suara mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

Rangkaian proses yang baik tentunya akan memunculkan produk yang baik pula. Dengan proses pilkada yang tak hanya sejuk dan damai tapi juga akuntabel, siapa pun pemenang Pilkada Jakarta nanti diharapkan mampu membawa Jakarta ke arah yang jauh lebih baik. Tidak hanya menjadi kota global yang semakin maju, tapi juga menjadi kota yang mampu memanusiakan dan membahagiakan warganya.

 



Berita Lainnya
  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.