Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Pilkada Bergerak di Rel Keadilan

13/11/2024 05:00

PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) sebagai sebuah kompetisi tidak melulu soal menang-kalah. Sekalipun di dalamnya mengandung upaya untuk menumbangkan kandidat lain, pilkada tetap harus berjalan di atas rel kebenaran dan keadilan.

Seluruh pihak yang terlibat mulai dari kandidat, tim sukses, para pendukung pasangan calon, bahkan pihak penyelenggara dituntut menjaga integritas, etika, dan kejujuran. Sekalipun kemenangan politik teramat penting, kita tentu bersepakat proses yang adil mestilah dikedepankan.

Kesepakatan itu lahir dari keinsafan bahwa pilkada sejatinya ajang untuk memilih pemimpin yang terbaik bagi rakyat di daerah. Pemimpin yang memiliki segudang ide, konsep, maupun karya untuk membawa wilayahnya lebih maju, lebih tenteram, dan lebih sejahtera.

Ketika pilkada hanya dipandang sebagai ajang menang-kalah, maka sulit bagi masyarakat di daerah untuk hidup bersama dalam kebaikan. Kontestasi kepala daerah malah melahirkan mimpi buruk karena menjadi arena konflik dan ketidakadilan.

Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan agar Pilkada 2024 dapat berjalan dengan adil. Pernyataan itu disampaikan Surya seusai memimpin apel pagi peringatan HUT ke-13 Partai NasDem sekaligus rapimnas di Jakarta, Senin (11/11).

Surya mendorong agar para peserta pilkada berkomitmen menjunjung tinggi fairness (keadilan). Tujuannya ialah demi menghadirkan kompetisi sehat, kompetisi yang tidak dihinggapi manipulasi atau kecurangan sehingga dapat merusak integritas pemilihan.

Permintaan Surya bisa diartikulasikan dengan cara-cara sederhana. Misalnya, dalam hal berkampanye. Pasangan calon berkampanye berdasarkan rekam jejak, fakta, dan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar janji kosong.

Jangan pula menggunakan kampanye hitam yang hanya memfitnah lawan. Tidak salah bila ingin membongkar kelemahan lawan manakala program yang disodorkan terlalu bombastis, tapi jangan menyerang secara pribadi atau sampai menggunakan informasi yang tidak berdasar.

Cara lain untuk menjaga pilkada berjalan di rel berkeadilan ialah dengan menghindari money politics. Jangan pernah mengiming-imingi calon pemilih dengan uang karena praktik membeli suara mengaburkan prinsip dasar demokrasi.

Masyarakat yang tergiur oleh uang berpotensi mencoblos kandidat hanya demi keuntungan sesaat, bukan berdasarkan informasi yang benar tentang calon dan program mereka. Jika politik uang dibiasakan, pilkada akan menjadi ajang untuk mendapatkan imbalan berupa materi.

Ini tentu berdampak buruk pada kualitas demokrasi secara keseluruhan. Lama-kelamaan, orang tidak mau berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) kalau tidak ada kandidat yang menyawer mereka dengan lembaran-lembaran rupiah.

Dalam dosis yang lebih tinggi, keranjingan politik uang akan dimaknai calon pemilih terhadap calon mana yang bisa membayar mereka lebih tinggi untuk mencoblos ke TPS. Pilkada tidak lagi menjadi ajang memilih pemimpin yang terbaik dan berkualitas.

Selain menghindari kampanye hitam dan politik uang, masih banyak cara yang bisa dilakukan agar Pilkada 2024 berlangsung jujur dan adil. Itu bukan hanya tugas penyelenggara, kontestan, tim kampanye, dan partai politik. Masyarakat juga harus dilibatkan untuk dapat berperan aktif.

Pilkada 2024 memang teramat penting sehingga harus dijaga betul penyelenggaraannya. Karena digelar secara serentak, maka akan terdapat 93 wali kota, 415 bupati, dan 37 gubernur yang dipilih secara bersamaan di 545 daerah.

Itu berarti Pilkada 2024 akan membawa dampak yang sangat besar terhadap kemajuan sosial, ekonomi, dan politik di tingkat lokal maupun nasional.

Pilkada 2024 menjadi momentum kritis apakah negeri ini akan melangkah menuju masa depan yang lebih cerah atau malah justru terperosok dalam praktik buram yang merusak tatanan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia.

 

 



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.