Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Menanti Kesaksian Budi Arie

12/11/2024 05:00

MANTAN Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang kini menjabat Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi tengah berada di pusaran skandal dugaan upaya melindungi seribu situs judi online (judol) yang melibatkan 11 pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dulu pernah dipimpinnya.

Disebut skandal besar karena orang-orang di institusi yang harusnya menjadi benteng melawan situs-situs judi daring, ternyata malah terungkap sebagai pelindung situs judol. Pola perlindungan itu berlangsung terorganisasi secara sistematis dan tertata.

Komplotan ini menggunakan kantor satelit di Bekasi, Jawa Barat, untuk menjalankan aksi mereka. Kantor yang seharusnya menjadi pusat pemblokiran situs ilegal, malah menjadi markas besar operasi perlindungan.

Tiap-tiap orang juga memiliki peran berbeda, tidak hanya sebagai ahli teknologi informasi, tetapi juga ada yang berperan sebagai penghubung dengan para bandar judol. Mereka bertugas menyusun daftar situs yang dilindungi dan menampung uang setoran dari para bandar judi daring ini.

Para bandar judi online diwajibkan membayar setoran sebesar Rp8,5 juta per situs setiap dua minggu melalui tempat penukaran uang, agar situs-situs mereka tetap berjalan tanpa gangguan. Adanya 'uang pengamanan' membuat komplotan ini meraup uang sekitar Rp8,5 miliar per bulan.

Mereka jelas telah menyalahgunakan kewenangan. Mereka seharusnya memberantas situs judi online, bukan malah menjadi beking. Parahnya, para komplotan ini justru bebas melakukan aksi mereka dari pusat komando pemberantasan judi online.

Para pegawai Kementerian Komdigi itu ditengarai sudah lama melindungi ribuan situs judi online, tetapi tak pernah ditindak oleh Budi Arie semasa menjabat Menkominfo, hingga akhirnya baru terungkap akhir-akhir ini.

Kondisi inilah yang membuat publik penasaran atas komitmen Budi Arie yang pernah menjabat sebagai Ketua Harian Bidang Pencegahan Satgas Pemberantasan Judi Online. Ia justru tidak mendeteksi aktivitas ilegal pengamanan judol di dalam instansinya.

Ditambah lagi, beredarnya sejumlah bukti yang menggambarkan kedekatan budi Arie dengan sejumlah tersangka makin menguatkan kecurigaan publik. Foto saat Budi Arie menghadiri pernikahan salah satu tersangka, Adhi Kismanto (AK), misalnya, kini beredar luas.

Karena itulah, aparat penegak hukum perlu segera memeriksa Budi Arie terkait dengan kasus pengamanan situs judol tersebut. Pemeriksaan Budi Arie wajib dilakukan, bukan hanya soal memastikan Budi terlibat atau tidak, melainkan juga untuk memastikan sejauh mana ia sebagai komandan pemblokiran situs judi online mengontrol dan mengawasi jajarannya.

Satu hal yang pasti, Budi mengaku telah ceroboh merekrut AK dan memberikan kewenangan besar dalam tim pemblokiran konten. Perekrutan yang diambilnya atas rekomendasi dari T, yang kini juga jadi tersangka. Kedua orang itu, menurut Budi Arie, telah mengkhianati kepercayaan yang ia berikan.

Budi juga melempar bola panas bahwa T merupakan aktivis politik dan dekat dengan mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Tentu terhadap Budi Arie, daripada berpolemik dengan beragam bantahan, lebih pas dan terang bila pernyataan dan pengetahuannya soal itu ia sampaikan kepada aparat. Hal itu untuk mengurai lebih jelas keterlibatan orang-orang kuat yang menyebabkan suburnya judol di negeri ini.

Rakyat di negeri ini telah menderita karena candu judi online. Kasus ini bisa menjadi momentum untuk memberangus ekosistem judi online dari hulunya. Dari para tersangka ini sangat-sangat bisa digunakan untuk membongkar para bandar dan para beking yang selama ini disebut-sebut memberikan setoran.

Tanpa menelusuri bandar sekaligus beking, maka situs-situs judi online akan kembali merebak. Seperti halnya penutupan jutaan konten dan situs judi, akhirnya bermunculan situs baru yang berlipat ganda jumlahnya dan korban-korban akan terus berjatuhan tanpa ada perlindungan negara.

 



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.