Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Matikan Judi Online

23/4/2024 05:00

TERUNGKAPNYA perputaran uang judi online (judol) di Indonesia yang mencapai Rp327 triliun sepanjang 2023 pantas membuat kita semua marah. Di balik angka itu berarti ada jutaan orang terjerat dan sangat mungkin telah ada nyawa melayang.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie bahkan menyebut ada 2,7 juta orang terjerat judol. Sementara itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana bahkan menyebutkan jumlah pemain judol di Indonesia mencapai lebih dari 3,2 juta orang. Ironisnya, korban judol didominasi pelajar dan ibu-ibu dengan penghasilan di bawah Rp100 ribu. Jumlah mereka mencapai 2,1 juta orang.

Mereka terjerat judol karena iklan yang begitu menggiurkan dan sangat mudah ditemui di berbagai platform daring. Seribu wajah judol dengan kamuflasenya yang begitu lihai bahkan membuat tren usia korban semakin muda setahun belakangan ini.

Seperti dilaporkan sejumlah dokter spesialis anak dan klinik anak, jumlah pasien anak dengan indikasi kecanduan judol meningkat. Sebuah klinik anak di Pejaten, Jakarta Selatan, sepanjang 2023 menerima hampir 50 anak kecanduan judol. Penderitanya bukan lagi hanya tingkat SMA dan SMP seperti sebelumnya, melainkan juga hingga anak kelas 5 dan kelas 6 SD.

Anak-anak itu berperilaku agresif, termasuk mengamuk dan membanting-banting barang, saat kalah ataupun ketika tidak lagi diberi uang oleh orangtua mereka untuk membeli slot. Para dokter meyakini jumlah korban anak akibat judol sesungguhnya lebih banyak lagi karena tidak semua orangtua memiliki kesadaran dan kemampuan membawa anak mereka berobat.

Di kelompok usia dewasa, dampak judol lebih menyedihkan. Pada Sabtu (20/4), Budi mengungkapkan tahun ini saja ada empat orang bunuh diri akibat judol. Di berbagai pemberitaan, tidak sedikit dilaporkan kejadian kriminal, termasuk pencurian dan narkoba, yang dilatarbelakangi judol.

Di Indonesia, segala bentuk perjudian, termasuk judol, jelas dilarang. Dalam Pasal 27 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) disebutkan pihak yang secara sengaja mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya judol diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar. Selain itu, Pasal 303 KUHP mengenakan pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda pidana paling banyak Rp10 juta bagi para pemain judi.

Pertanyaan besarnya ialah mengapa negeri ini amat sulit memberantas judol? Mengapa pula memberantas judol tidak ubahnya dengan pekerjaan panjang memberantas pinjol ilegal? Meski judol memang telah jelas dilarang, pemberantasannya juga ditentukan kemampuan kita menjerat hingga ke transaksi-transaksi transnasional.

Di dalam negeri sendiri, pada Januari lalu, PPATK telah memblokir 3.935 nomor rekening yang berkaitan dengan transaksi judol dengan nilai Rp167 miliar. Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan sudah memblokir 5.000 rekening dari awal tahun hingga Maret. Selama lima tahun terakhir, Kemenkominfo juga sudah menutup 840 ribu situs dan akun terkait dengan judol.

Meski begitu, perusahaan-perusahaan judol juga lihai melarikan dana ke luar negeri melalui perusahaan-perusahaan cangkang. Upaya kepolisian mengejar para perusahaan judol kemudian terbentur dengan legalnya keberadaan mereka di Kamboja, Thailand, dan negara-negara lainnya yang menjadi basis markas mereka.

Persoalan itulah yang semestinya menjadi fokus satuan tugas khusus atau task force pemberantasan judol. Task force itu dibentuk Presiden Jokowi pada Rabu (18/4).

Kita mendesak pemerintah agar task force itu tidak sekadar menyempitkan, tetapi juga benar-benar menutup celah pergerakan perusahaan judol. Karena itu pula, task force harus mampu bekerja, baik memberantas dari praktik terbawah, termasuk promosi yang menggunakan para gamer, maupun meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tujuan aliran dana judol.

Kita mengingatkan pula agar pemerintah tidak justru terpancing menjadikan judol sebagai lahan pajak baru. Wacana yang juga telah cukup lama berembus itu sama sekali bukan solusi. Betapa pun potensi pajak yang ada, risiko yang harus kita tanggung ialah rusaknya generasi muda. Cara-cara seperti itu tidak sesuai dengan kemanusiaan yang adil dan beradab.



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal