Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Manajemen Gagap di Pelabuhan Merak

09/4/2024 05:00

MUDIK bukanlah aktivitas baru bagi masyarakat Indonesia. Sejak dahulu, ritual yang sudah menjadi budaya itu setiap tahun dilakukan demi merayakan Lebaran di kampung halaman tercinta. Hanya pandemi covid-19 yang mampu membuat budaya mudik sempat tertahan.

Karena itu, sesungguhnya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk gagal dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi selama musim arus mudik dan balik. Kegagalan tahun sebelumnya semestinya menjadi pelajaran sehingga tak terulang. Sebaliknya, kesuksesan penyelenggaraan sebelumnya harus dilanjutkan dan lebih ditingkatkan.

Tidak mudah memang mengelola perjalanan dan pergerakan dari ratusan juta orang yang melakukan perjalanan mudik. Apalagi, tahun ini jumlah pemudik diperkirakan mencapai 193,6 juta orang, meroket daripada jumlah tahun lalu sebanyak 123,8 juta orang. Itu jumlah yang sangat besar karena mencapai 71% dari jumlah penduduk Indonesia.

Akan tetapi, semestinya semua bisa dipersiapkan, dapat disiagakan sejak awal. Dari prediksi jumlah pemudik tersebut sejatinya bisa dirinci menjadi lebih detail perihal moda transportasi apa saja yang digunakan, daerah mana saja yang menjadi tujuan mudik, kapan puncak arus mudik bakal terjadi, dan lain-lain.

Dengan demikian, pemerintah sebagai regulator bisa pula memperkirakan titik mana saja yang jadi biang kemacetan atau faktor apa saja yang menjadi penyebab kemampatan. Jika itu sudah diketahui, strategi antisipasi dan skenario-skenario jalan keluar pun bisa disiapkan sedari dini.

Maka dari itu, wajar bila publik menjadi gusar mendengar masih saja terjadi kemampatan yang luar biasa akibat antrean ribuan kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten, pada arus mudik kali ini. Penumpukan penumpang dan kendaraan yang akan menuju Sumatra itu menyebabkan kemacetan selama berjam-jam yang mengular hingga 10 kilometer di Tol Jakarta-Merak.

Menurut PT ASDP Indonesia Ferry (persero), penyebab penumpukan itu ialah 7.300 mobil pemudik yang nekat datang ke pelabuhan meski mereka belum mengantongi tiket penyeberangan. Sebelumnya, pihak ASDP sudah menginformasikan penjualan tiket feri hanya melalui daring dan untuk keberangkatan 6-7 April 2024, tiket sudah habis terjual.

Kejadian itu seperti mengulang kacaunya manajemen arus mudik di Pelabuhan Merak pada musim mudik Lebaran 2022. Saat itu, jumlah pemudik juga meluap setelah pada dua tahun sebelumnya mudik sempat dibatasi, bahkan dilarang karena pandemi. Begitu jumlah pemudik melonjak, pemerintah, pengelola pelabuhan, kepolisian, semua tergopoh-gopoh dan terlambat mencari jalan keluar.

Kini kejadian hampir sama terulang. Penumpukan kembali tak terelakkan. Akan tetapi, apakah kemacetan dan penumpukan pemudik di Merak kali ini memang semata disebabkan ketidaktaatan pemudik, seperti yang dilaporkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada Presiden Joko Widodo? Atau, lagi-lagi itu terjadi karena ketidakmampuan regulator mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik dan kendaraan? Pertanyaan-pertanyaan itu mesti mendapatkan jawaban yang jelas dan tuntas.

Tidak adil kalau hanya menyalahkan pemudik, tanpa melihat fakta bahwa di sisi lain pemerintah kelihatan tergagap tak memiliki manajemen alternatif skenario antisipasi. Pun, pihak ASDP yang tidak sigap dengan kemungkinan membeludaknya pemudik.

Mengapa, misalnya, armada kapal tidak ditambah? Mengapa tiket tidak diperbanyak? Atau mengapa kapal tidak bisa meniru cara kereta api yang selalu menyediakan kereta sapu jagat untuk mengangkut pemudik yang belum kebagian tiket? Lumrah jika pertanyaan-pertanyaan itu banyak dilontarkan publik ke pemerintah dan pengelola pelabuhan. Itu bukti saking geramnya mereka menyaksikan kemacetan yang luar biasa.

Di luar soal manajemen arus mudik, Pelabuhan Merak juga selayaknya berbenah cepat. Dengan jumlah perjalanan yang amat tinggi di Merak, tujuh dermaga yang ada memang tidak mampu meng-cover musim-musim padat, seperti liburan dan mudik. Pemerintah juga perlu memikirkan pembangunan pelabuhan baru sebagai alternatif selain Pelabuhan Ciwandan di Cilegon.

Namun, untuk jangka pendek, kita mendesak kepada pemerintah dan pengelola agar segera memperbaiki manejemen arus di Merak karena sebentar lagi mereka akan menghadapi tantangan arus balik. Jangan sampai neraka kemacetan pada arus mudik terulang di arus balik. 



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal