Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Keberanian Berkorban untuk Persatuan

08/4/2024 23:00

POLITIK sejatinya penuh dinamika. Tak ada politik yang tenang-tenang saja atau bermain dengan kaca mata kuda. Lurus terus tanpa menengok ke kanan dan ke kiri. 

Tapi, sedinamis apa pun, rumus bagi politik kebangsaan dan kenegaraan ialah perlunya konsensus bagi para pihak yang berkontestasi. Setajam apa pun kompetisi politik dalam pesta demokrasi, harus ada ujungnya, mesti ada akhirnya.

Ujung dari semua kompetisi politik itu adalah kepentingan nasional yang harus dijaga. Itulah kepentingan yang butuh kebesaran pikiran dan keluasan hati. Itu pula kepentingan yang mesti diletakkan di atas segala kehendak sempit perorangan atau sektoral partai politik. 

Kesadaran akan kepentingan nasional inilah yang seharusnya mewarnai pola pikir para politikus negeri ini. Partai politik sebagai instrumen demokrasi pada akhirnya harus memikirkan apa yang akan mereka persembahkan bagi penguatan demokrasi, konsolidasi demokrasi, yang akan bermuara kepada kepentingan nasional.

Dalam perspektif itulah, kita mengapresiasi pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan presiden terpilih Prabowo Subianto, yang merintis jalan bagi persatuan nasional, bulan lalu. Kini Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mengutus putrinya yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menjajaki komunikasi dengan Prabowo Subianto. 

Setelah Puan dan Prabowo bertemu, akan diagendakan pertemuan Megawati dengan presiden terpilih itu.

Putusan Mahkamah Konstitusi perlu dinanti. Namun, apa pun putusan MK atas gugatan Tim Paslon 01 dan 03 tak perlu menyurutkan rencana pertemuan para tokoh bangsa. 

Kedewasaan berpolitik akan menentukan perpolitikan nasional untuk naik kelas menuju keadaban. Politik yang penuh keadaban yang tidak mengutamakan kepentingan sempit yang berpotensi memicu konflik tak berujung.

Apalagi, tantangan bangsa ini semakin kompleks dan rumit. Tidak hanya residu politik pasca-pemilu yang harus diatasi, tapi berbagai tantangan yang terus hidup seperti gejolak harga pangan, krisis energi, krisis iklim, dan seterusnya membutuhkan keluasan hati dan kebesaran pikiran dari para elite di negeri ini.
 
Indonesia harus berkontribusi bagi perbaikan tatanan dari krisis yang terjadi. Namun, kontribusi Indonesia itu memerlukan persyaratan kepemimpinan nasional yang legitimate, kuat, dan mendapatkan dukungan dari berbagai elemen, termasuk partai politik yang pernah menjadi lawan dalam pemilu. 

Pertemuan pemimpin politik akan membuat iklim perpolitikan nasional mendingin dan stabil. Iklim politik yang kondusif ini juga akan melahirkan kepercayaan dunia internasional kepada negeri ini. Itulah sebuah harga yang harus ditebus dengan pengorbanan dan keberanian para tokoh untuk mewujudkan saling respek.



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.