Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Bereskan Tata Kelola Mudik

28/3/2024 05:00

KESELAMATAN berkendara di negeri ini seperti kurang dihargai. Lihat saja di jalan raya, masih banyak orang mengendarai motor tanpa memakai helm. Padahal, benda itu jelas-jelas berguna melindungi kepala dari benturan seandainya terjadi kecelakaan.

Begitu juga dengan anak-anak dan remaja yang belum cukup umur yang dibiarkan bebas mengemudi tanpa surat izin. Padahal, semua itu ada ketentuannya dalam Undang-Undang Lalu Lintas. Budaya tertib lalu lintas menjadi barang langka di Republik ini.

Celakanya, hal-hal semacam ini kerap kali diabaikan, dianggap sepele. Contohnya kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol Halim, Jakarta Timur, kemarin. Kecelakaan yang melibatkan sejumlah kendaraan itu diduga dipicu oleh pengemudi truk yang ugal-ugalan. Truk yang dikemudikan oleh sopir yang baru berusia 18 tahun dan tidak memiliki SIM itu menyenggol sebuah kendaraan terlebih dahulu sebelum menyeruduk sejumlah kendaraan lain yang sedang antre di gerbang tol.

Meski tidak sampai merenggut nyawa, insiden ini amat membahayakan dan murni karena kelalaian manusia. Kita tentu tidak ingin kecelakan semacam itu terulang, terlebih lagi di musim mudik Lebaran. Pemerintah telah menyiapkan armada angkutan mudik melalui jalur darat, laut, dan udara. Tujuannya agar semua warga yang hendak bersilaturahim ke kampung halaman dapat terlayani dengan aman dan nyaman.

Karena itu, bukan hanya infrastruktur dan modifikasi rekayasa lalu lintas pada masa mudik yang perlu disiapkan. Justru yang mesti terus diingatkan ialah kehati-hatian dalam pelaksanaan di lapangan. Ramp check kendaraan, misalnya, jangan sekadar formalitas dan dilakukan asal-asalan.

Begitu pula soal kapasitas untuk angkutan laut maupun barang, harus betul-betul sesuai dengan ketentuan. Bahkan, kondisi dan kelengkapan sekrup atau baut pun mesti betul-betul diperhatikan. Hal-hal seperti itu mungkin dianggap kecil dan sepele, tapi bisa berakibat fatal jika diabaikan.

Semua upaya tersebut tentu perlu koordinasi dan kesadaran dari semua pihak, baik aparat, pengusaha angkutan, maupun masyarakat sebagai pengguna. Kesadaraan untuk menghargai diri sendiri dan juga orang lain mesti diutamakan.

Selain terkait dengan kesadaran dari setiap individu, kelancaran mobilitas masyarakat ini juga bergantung pada berbagai infrastruktur penunjang, terutama jalan. Pemerintah harus memastikan semuanya betul-betul kondusif sehingga aman dan nyaman dilalui. Kesiapan pemangku kepentingan dalam mengantisipasi sejumlah potensi risiko yang dihadapi para pemudik mesti dilakukan dengan baik berdasarkan pengalaman tahun lalu.

Faktor alam, terutama perihal cuaca yang belakangan tidak menentu, juga harus menjadi pertimbangan. Sejumlah jalur mudik yang merupakan lokasi rawan kecelakaan dan bencana alam mesti menjadi perhatian semua pihak untuk menekan potensi ancaman bagi para pemudik. Banjir yang kini terjadi di sejumlah daerah, tentu patut segera dicarikan solusi. Termasuk kondisi pascabanjir yang menyebabkan jalan rusak di sana-sini, mesti disiasati dengan cakap dan serius.

Begitu pula wilayah lain yang belum tergenang, harus siap memitigasi. Jangan sampai derasnya arus sungai bertemu dengan derasnya arus mudik, yang ujung-ujungnya dapat mengganggu dan mengancam keselamatan kita bersama.

Karena itu, pemerintah harus terus menginformasikan kepada publik sejumlah hal penting. Misalnya, kondisi jalan, titik-titik rawan macet, dan jalan alternatif. Karena sekarang musim hujan, juga perlu disebarluaskan mengenai daerah rawan tanah longsor.

Intinya, segala sesuatunya harus disiapkan sebaik mungkin karena mudik sejatinya adalah ritus sosial dan juga budaya, bukan upacara untuk meregang nyawa.



Berita Lainnya
  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal