Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
DORONGAN agar parlemen serius menggulirkan hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024 terus menggelinding. Tidak hanya dari kalangan politikus maupun partai politik, dukungan penggunaan hak angket DPR juga diberikan publik dan masyarakat sipil. Mereka meminta partai politik yang punya kursi di parlemen segera menginisiasi penggunaan hak penyelidikan itu.
Namun, sampai hari ini, belum ada kepastian apakah hak tersebut bakal diajukan setelah DPR memasuki masa sidang pada 5 Maret nanti atau tidak. Pihak yang diharapkan bisa menjadi insiator pengguliran hak angket, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai fraksi terbesar di DPR, hingga saat ini juga belum terlihat insiatif aktif mereka untuk menyegerakan pengajuan hak angket.
Sejauh ini baru sebatas komitmen dan kesiapan-kesiapan normatif yang mereka lontarkan. Realisasinya belum jelas, masih samar-samar. Mereka justru mengaku masih menunggu rekomendasi tim khusus sebelum betul-betul akan menggulirkan hak angket. Sementara itu, di sisi lain, publik mulai bertanya-tanya mengenai kelanjutan wacana hak angket yang seolah jalan di tempat.
Apa yang kau tunggu PDIP? Dengan dukungan publik yang kian mengalir deras, desakan dari para pakar hukum dan advokat makin menguat, jaminan sokongan dari parpol-parpol yang tergabung dalam Koalisi Perubahan, yaitu Partai NasDem, PKB, dan PKS sudah pula diberikan, semestinya tak perlu ada keraguan lagi bagi PDIP untuk memimpin gerbong pengguliran hak angket tersebut.
Kepastian itu sewajarnya segera diberikan agar publik tak lagi bertanya-tanya, pun agar mereka tak terlalu meninggikan harapan. Hak angket seharusnya tak boleh hanya berhenti di wacana. Dalam situasi ketika kecurangan pemilu diduga kuat melibatkan campur tangan dan politisasi kebijakan pemerintah atau kekuasaan, hak angket sejatinya amat diperlukan untuk menyelidiki dugaan-dugaan itu secara lebih mendalam dari sisi politik.
Hak angket menjadi penting karena di dalam setiap kebijakan pemerintah yang diduga disalahgunakan itu ada komponen penggunaan anggaran dan wewenang dalam pelaksanaan kebijakan. Termasuk di dalamnya perihal kebijakan pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh pemerintah. Hal-hal itulah yang akan menjadi objek penyelidikan DPR melalui hak angket.
Mesti dipertegas pula bahwa penggunaan hak angket bukan sebuah gertakan politik atau dikait-kaitkan dengan hasil quick count maupun real count pemilu yang belum final. Ini bukan soal siapa menang dan siapa kalah dalam Pemilu 2024. Persoalan yang mendasari pengajuan hak angket ialah persoalan yang jauh lebih daripada itu. Ini menyangkut masa depan bangsa dan demokrasi.
Dengan alasan-alasan kuat itu, tidak ada lagi yang ditunggu selain kepastian tentang pengajuan hak angket dari para penghuni gedung parlemen Senayan. Publik khawatir bila hal itu tak kunjung dipastikan, semangat para pengusung hak angket yang di awal terlihat menggebu-gebu, justru makin menyurut. Ujung-ujungnya, bukan tidak mungkin, malah 'masuk angin'.
Karena itu, desakan yang makin besar kepada PDIP, maupun kepada parpol lain yang sudah menyatakan siap berada di belakang sang inisiator, mesti diberikan agar mereka segera inisiasi hak angket. Sekali lagi, ini ikhtiar yang harus disegerakan untuk menyelamatkan demokrasi di Indonesia yang sudah dirusak pihak yang mementingkan kekuasaan.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved