Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Jauhkan Bansos dari Akrobat Politik

27/1/2024 05:00

BANTUAN sosial atau bansos ibarat roller coaster, penuh aksi akrobatik. Anggaran yang dialokasikan negara untuk membantu rakyat miskin itu kerap naik menjelang pemilu, kendati angka kemiskinan menurut data statistik turun. Lalu, gelontoran bansos akan turun setelah pemilu usai.

Seperti pada Pemilu 2009, belanja bansos melesat 27,83% menjelang pesta demokrasi. Kala itu, calon petahana, Susilo Bambang Yudhoyono, sukses memenangi pemilihan presiden (pilpres) dalam satu putaran. Setahun setelahnya, realisasi belanja bantuan sosial langsung turun menjadi hanya 6,77%.

Kemudian, pada 2013, belanja bansos naik 21,85%. Pada 2014, belanja bantuan sosial juga masih naik 6,27%. Setelah pemilu berlalu, pada 2015, belanja bansos turun 0,79%.

Lalu, pada 2018, belanja bantuan sosial melesat 52,5%. Pada 2019, pos masih naik 33,29%. Calon petahana Joko Widodo lalu memenangi Pilpres 2019.

Setelah itu, belanja bansos masih meningkat lantaran pandemi covid-19 pada 2020. Saat itu, anggaran perlindungan sosial atau perlinsos mencapai Rp498 triliun.

Menjelang Pemilu 2024, kendati pandemi sudah berakhir, perlinsos direncanakan sebesar Rp493,5 triliun. Besaran itu memang lebih rendah jika dibandingkan dengan anggaran pada 2020. Akan tetapi, lebih besar ketimbang anggaran pada 2021 yang mencapai Rp468,2 triliun, di 2022 sebesar Rp460,6 triliun, dan mengacu pada outlook  2023 sebesar Rp439,1 triliun.

Kalangan ekonom menggambarkan fenomena roller coaster  anggaran perlindungan bagi rakyat miskin itu sebagai electoral budget cycles alias biaya pendongkrak elektoral.

Rakyat tentu berharap naik turunnya anggaran bukan gambaran sikap penguasa yang melihat rakyat sebagai objek, apalagi sebagai mainan yang hanya demi mencapai kepentingan elektoral. Penguasa akan berpihak kepada rakyat miskin karena hakikat dari bansos bukanlah pemberian cuma-cuma dari rezim yang memiliki batas waktu. Bansos adalah bantuan yang diberikan oleh negara, bukan oleh orang yang berkuasa.

Karena itu, amat menyedihkan melihat perilaku elite rezim berkuasa saat ini yang memelintir dan mengerdilkan makna bansos. Mereka berupaya memaknai pemberian bansos sebagai wujud kebaikhatian rezim Jokowi yang akan dilanjutkan oleh pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Publik pun ketakutan serta merasa diteror. Sebagian dari masyarakat memilih menjadi undecided voters  alias menyembunyikan pilihan. Itulah yang terjadi saat lembaga survei dan konsultan Indopol merilis temuannya di lapangan.

Dalam survei tersebut, 85% responden di Blitar, Jawa Timur, masuk jajaran pemilih yang belum menentukan pilihan. Lalu, warga yang termasuk undecided voters  di Bondowoso mencapai 70%. Anomali juga terjadi di kota lain dengan tingkat yang hampir separuh dari responden.

Berdasarkan penelusuran Direktur Eksekutif Indopol Survey Ratno Sulistiyanto, sejumlah kelurahan meminta agar wilayah mereka tidak terpetakan karena sudah menjelang pemungutan suara 14 Februari. Ada juga yang menolak disurvei dengan alasan keamanan. Selain itu, ada yang khawatir mereka tidak akan mendapatkan bansos dan Program Keluarga Harapan (PKH) lagi.

Khawatir tidak mendapatkan hak mereka, masyarakat memilih untuk diam ketimbang berpendapat secara terbuka. Menjadi sunyi di tengah kebisingan kandidat yang membelokkan dan menakut-takuti bansos akan dihentikan bila tidak memilih calon yang dekat dengan penguasa.

Mereka sadar, pilihan di dalam benak dan hati mereka bukanlah yang dominan. Mereka khawatir diisolasi dan tidak mendapatkan pemberian negara karena dianggap melenceng dari pandangan yang berkuasa.

Dengan begitu, mereka, rakyat yang berdaulat, hanya akan menyatakan suara secara rahasia dan sunyi. Cukup melalui surat suara di dalam bilik suara. Karena itu, wahai yang berkuasa dan mengemban amanat rakyat, hentikan cara-cara kotor menunggangi bansos dan rupa-rupa bantuan demi kepentingan elektoral.

Ingat, bansos sejatinya uang rakyat yang dipungut dari pajak. Setop menggunakan bansos untuk mengintimidasi rakyat dalam menggunakan hal pilih mereka sesuai nurani masing-masing. Itulah penghormatan sejati terhadap pemilih.



Berita Lainnya
  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.