Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Mereformasi Imigrasi

13/9/2022 05:00
Mereformasi Imigrasi
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

PRESIDEN Joko Widodo kembali menyoal pelayanan publik yang dilakukan jajarannya. Kali ini, giliran kinerja Direktorat Jenderal Imigrasi yang dia 'tampar' karena dinilai masih gemar berprinsip sesat kalau bisa dipersulit kenapa mesti dibikin mudah.

Ada sejumlah poin yang diungkapkan Presiden. Pertama, dia mengaku malu karena terus mendapat keluhan terkait dengan sulitnya mengurus visa. Kedua, dia juga malu karena pengurusan kartu izin tinggal terbatas (kitas) berbelit bin sulit.

Saking malunya Presiden, dia sampai membahas persoalan itu secara khusus di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (9/9). Di atas semua itu pula, dia memerintahkan agar Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk berubah. Presiden bahkan mengancam akan mengganti dirjen sampai bawahan jika tak mampu melakukan perbaikan di imigrasi.

Presiden membeberkan setiap masalah ke publik tentu tidak asal-asalan. Dia pasti serius, sangat serius. Dia tentu tidak sedang bercanda, tetapi berpijak pada data dan fakta.

Jika orang nomor satu di negeri ini sampai mengeluarkan ultimatum untuk mencopot pejabat di sebuah institusi, berarti persoalan sudah kelewatan. Terlalu naif kiranya kalau masalah yang ada masih biasa-biasa saja, tetapi Presiden melontarkan ancaman pemecatan.

Presiden menyebut mengurus visa on arrival dan kitas masih sulit setelah mendapat banyak keluhan. Bukan hanya satu-dua pengusaha asing yang mengeluh.

Bisa dipastikan pula, mereka mengadu ke Presiden apa adanya, tidak mengada-ada. Mustahil kiranya para investor itu memutarbalikkan fakta bahwa pelayanan di Imigrasi sebenarnya bagus, tetapi dikatakan buruk ke Jokowi. Tujuan mereka ke negeri ini hanya satu, yakni berinvestasi, berdagang, tidak ada yang lain. Keinginan mereka pun sederhana, yakni mendapatkan kemudahan, tidak dipersulit.

Jika yang mengeluh banyak, artinya masalah itu muncul bukan karena sekadar buruknya kinerja satu-dua pegawai Imigrasi. Kesulitan investor seperti yang dikeluhkan kepada Presiden bukan pula semata ulah tercela oknum, melainkan lantaran ketidakberesan secara sistemis.

Presiden Jokowi berulang kali menegaskan pentingnya pelayanan yang cepat, sederhana, tidak berbelit-belit. Dia sudah lama menggencarkan upaya deregulasi dan debirokratisasi demi meningkatkan daya saing, demi memberikan daya pikat lebih hebat kepada investor asing. Kalau faktanya masih ada lembaga yang masih suka mempersulit urusan, wajar, sangat wajar jika dia geram.

Pada konteks itu, tepat kiranya instruksi Jokowi agar ada perubahan di Imigrasi. Tak salah pula dia mengancam untuk memecat tak hanya pimpinan, tapi juga para bawahan. Kalau seluruh bagian ikan memang sudah busuk, tidak hanya kepala, semua harus dipotong.

Namun, harus dikatakan, masalah di Imigrasi tak lepas dari lingkungan kabinet sendiri. Perlu dicatat, sudah setahun Imigrasi hanya dipimpin pelaksana tugas dirjen yang tentu punya keterbatasan kewenangan sejak ditinggalkan Jhoni Ginting pada 20 Juli 2021 yang masuk masa pensiun. Dirjen definitif masih dicari lewat lelang, yang anehnya butuh waktu begitu lama.

Harus kita katakan pula, persoalan di Imigrasi, khususnya soal kitas, tak lepas dari institusi lain. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan juga punya andil di sana. Kalau sistem dan koordinasi di antara mereka masih buruk, sudah pasti pemberian kitas butuh waktu lama, berbelit-belit, dan berbiaya mahal.

Apa pun, kemarahan Jokowi mutlak dijadikan pelecut bagi Imigrasi untuk memperbaiki diri. Mengangkat dirjen definitif yang memiliki kewenangan lebih besar dan lebih jelas mesti secepatnya dilakukan, mereformasi Imigrasi menjadi kemestian kemudian.

Imigrasi ialah penjaga pintu depan negara. Sudah seharusnya mereka menyambut tamu, apalagi investor, dengan ramah.



Berita Lainnya
  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.