Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Yang Muda Yang Memilah

30/7/2022 05:00
Yang Muda Yang Memilah
Ilustrasi MI(Dok. MI)

 

KALIMAT 'saat ini zamannya anak muda'KALIMAT memang tidak salah. Secara populasi, kaum yang digolongkan sebagai generasi muda, yakni generasi milenial dan generasi Z boleh dibilang sedang banyak-banyaknya. Setidaknya di Indonesia, merekalah yang dalam beberapa tahun terakhir mendominasi populasi penduduk.

Hasil Sensus Penduduk 2020 membuktikan hal itu. Jumlah generasi Z tercatat sebagai yang terbesar yakni mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94% dari total penduduk di Indonesia. Lalu, generasi milenial menjadi yang paling dominan kedua dengan jumlah 69,38 juta jiwa penduduk atau 25,87% dari total populasi.

Jumlah sangat besar ini tentu saja merupakan modal, sumber daya, sekaligus pasar yang mesti dikelola dengan baik untuk menjadi sebuah kekuatan. Tidak melulu dari sisi ekonomi, sosial, dan seni budaya, tapi juga di bidang politik. Tahukah Anda bila generasi milenial dan generasi Z akan menjadi kelompok pemilih dengan proporsi terbesar di Pemilu 2024?

Jika Pemilu 2019 lalu jumlah pemilih muda mencapai 70 juta-80 juta jiwa atau sekitar 35%-40% dari 193 juta pemilih, pada Pemilu 2024 jumlah mereka yang dikategorikan berada di rentang umur 17-38 tahun itu diprediksi akan naik dan menembus 60% dari total pemilih. Sungguh sebuah jumlah yang amat besar dan sangat signifikan untuk diperebutkan suaranya di Pemilu 2024. 

Pada saat yang sama, posisi dan fungsi kaum muda ini teramat strategis karena dengan jumlah itu mereka akan memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu. Keikutsertaan serta pilihan mereka pada ujungnya bakal berpengaruh terhadap baik-buruknya masa depan bangsa ini.

Persoalan selanjutnya ialah bagaimana membangun antusiasme anak-anak muda tersebut agar mau mengikuti pemilu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa respons kaum muda terhadap politik secara umum, dan tentu saja beserta turunan-turunannya seperti partai politik dan pemilu, justru cenderung apatis. 

Selama ini, setidaknya menurut survei yang pernah dilakukan Indikator Politik Indonesia, tahun lalu, mereka menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat. Artinya, modal besar secara jumlah yang dimiliki generasi muda sesungguhnya bisa menjadi seperti mata pisau. 

Jika mampu diarahkan dengan baik, mereka akan menjadi kekuatan perubahan yang teramat dahsyat bagi negeri ini. Namun, di lain sisi, jika kekecewaan-kekecewaan karena perasan tidak terwakili itu terus menumpuk, yang akan tumbuh adalah apatisme. Jika begitu, mereka malah  berpeluang menjadi penyumbang golput terbesar dalam Pemilu 2024.

Mungkin yang punya tanggung jawab untuk merebut kembali kepercayaan kaum muda ialah partai politik karena merekalah saluran politik yang paling sahih dalam sistem politik di Indonesia. Parpol semestinya menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi kaum muda dalam menyalurkan aspirasi politiknya.

Akan tetapi, kewajiban untuk menggairahkan antusiasme golongan muda masuk ke dalam politik, atau setidaknya turut serta dalam pemilu, sebetulnya juga melekat kepada semua pihak. Jika kita ingin bangsa ini berubah dan bergerak maju, ajaklah anak-anak muda berkontribusi. Menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu ialah salah satu bentuk kontribusi tersebut.

Kampanye Muda, Memilah, Memilih yang diinisiasi Media Group Network melalui platform Medcom.id yang diluncurkan, kemarin, sejatinya juga sebuah upaya membantu kaum muda untuk mengerek level antusiasme dan menurunkan tensi apatisme mereka terhadap Pemilu 2024. 

Melalui gerakan dan kampanye seperti ini, kita menginginkan keterlibatan generasi muda dalam politik dan pemilu semakin meningkat. Tidak sekadar ikut memilih, tapi juga cerdas dalam memilah pilihan-pilihan yang ada. Anak muda semestinya ada di barisan terdepan dalam menciptakan politik yang cerdas. 

Pada akhirnya nanti, ketika anak muda tak lagi alergi dengan politik, tidak apatis terhadap pemilu, bahkan banyak yang terjun langsung di politik praktis, maka kita dapat berharap nilai-nilai politik yang lebih segar yang mereka bawa akan membawa pemerintahan dan negara ini menjadi lebih bersih, berwibawa, dan berkualitas.



Berita Lainnya
  • Kembalikan Akal Sehat Kasus Amsal Sitepu

    31/3/2026 05:00

    RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.

  • Saat Tepat untuk Berhemat

    30/3/2026 05:00

    SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.

  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.