Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUNGKAPAN mafia minyak goreng oleh Kejaksaan Agung semakin menarik untuk diikuti. Disebut menarik karena Kejaksaan Agung menetapkan Lin Che Wei sebagai tersangka.
Lin Che Wei diumumkan sebagai tersangka Selasa (17/5) kemudian ditahan. Ia dikenal sebagai ekonom senior dan sudah malang melintang di pemerintahan sebagai staf khusus sejumlah menteri. Terakhir dia menjadi anggota tim asistensi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hingga Maret 2022.
Sampai saat ini tidak ada penjelasan resmi terkait apa kapasitas Lin Che Wei ikut-ikutan dalam pusaran mafia minyak goreng. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin hanya menyebut tersangka merupakan pihak swasta yang diperbantukan di Kementerian Perdagangan.
Kiranya Kementerian Perdagangan perlu menjelaskan secara terbuka terkait pengertian ‘pihak swasta yang diperbantukan’ di kementerian itu. Apalagi, dia direkrut tanpa surat keputusan dan tanpa suatu kontrak. Tidak kalah pentingnya ialah penjelasan apakah pada saat diperbantukan itu yang bersangkutan masih berstatus sebagai staf asistensi menteri atau bukan.
Penyelundupan orang swasta di kementerian bisa menjadi preseden buruk pengelolaan birokrasi pemerintahan. Lebih berbahaya lagi apabila tersangka mengambil peran yang sangat signifikan.
Jaksa Agung Burhanuddin menjelaskan bahwa tersangka diduga bersama-sama dengan tersangka Indrasari Wisnu Wardhana selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag mengondisikan produsen minyak sawit mentah untuk mendapatkan izin persetujuan ekspor minyak sawit mentah dan turunannya secara melawan hukum.
Penetapan Lin Che Wei sebagai tersangka mestinya dijadikan pintu masuk untuk mengusut keterlibatan pihak lain. Perlu ditelusuri siapa yang menyelundupkan tersangka masuk ke lingkaran elite Kementerian Perdagangan.
Terus terang, publik membutuhkan penjelasan secara terbuka apakah Lin Che Wei dan Indrasari Wisnu Wardhana beserta tiga tersangka lainnya dari pihak swasta merupakan mafia minyak goreng? Dugaan adanya mafia minyak goreng itu diungkapkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam rapat dengan DPR.
Apakah mereka itu mafia atau bukan tentu menunggu putusan pengadilan. Karena itu, Kejaksaan Agung hendaknya bergerak cepat mengusut kasus itu dan segera dilimpahkan ke meja hijau. Biarkan pengadilan yang memutuskan apakah yang dikerjakan seorang dirjen itu merupakan inisiatif pribadinya atau juga ada atasan lain.
Namun, dari kasus itu ada hal yang patut digarisbawahi, yakni jangan pernah main-main dengan kebijakan yang menyangkut kehidupan rakyat banyak. Kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini, salah satunya karena adanya dugaan kongkalikong pengusaha-penguasa.
Hal lain yang perlu digarisbawahi ialah dugaan keterlibatan Lin Che Wei yang selama ini dikenal sebagai ekonom senior. Seorang intelektual memang bukan malaikat. Namun, dalam keadaan apa pun, ia tetap harus berpegang pada prinsip kejujuran serta berani menyuarakan kebenaran. Jangan mudah tergoda iming-iming uang, apalagi untuk bermuslihat dengan penjahat.
Fakta itu semakin mengonfirmasi data yang pernah dilansir Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa 86% koruptor itu bergelar sarjana pendidikan tinggi. Meski demikian, harus tegas dikatakan masih terlalu banyak orang berpendidikan tinggi yang punya integritas.
Harapannya ialah semakin tinggi pendidikan, bukan hanya cerdas dan terampil, tapi mestinya semakin tinggi pula integritasnya. Amat disayangkan bahwa Lin Che Wei tidak memperlihatkan harapan itu.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved