Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUNGKAPAN mafia minyak goreng oleh Kejaksaan Agung semakin menarik untuk diikuti. Disebut menarik karena Kejaksaan Agung menetapkan Lin Che Wei sebagai tersangka.
Lin Che Wei diumumkan sebagai tersangka Selasa (17/5) kemudian ditahan. Ia dikenal sebagai ekonom senior dan sudah malang melintang di pemerintahan sebagai staf khusus sejumlah menteri. Terakhir dia menjadi anggota tim asistensi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hingga Maret 2022.
Sampai saat ini tidak ada penjelasan resmi terkait apa kapasitas Lin Che Wei ikut-ikutan dalam pusaran mafia minyak goreng. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin hanya menyebut tersangka merupakan pihak swasta yang diperbantukan di Kementerian Perdagangan.
Kiranya Kementerian Perdagangan perlu menjelaskan secara terbuka terkait pengertian ‘pihak swasta yang diperbantukan’ di kementerian itu. Apalagi, dia direkrut tanpa surat keputusan dan tanpa suatu kontrak. Tidak kalah pentingnya ialah penjelasan apakah pada saat diperbantukan itu yang bersangkutan masih berstatus sebagai staf asistensi menteri atau bukan.
Penyelundupan orang swasta di kementerian bisa menjadi preseden buruk pengelolaan birokrasi pemerintahan. Lebih berbahaya lagi apabila tersangka mengambil peran yang sangat signifikan.
Jaksa Agung Burhanuddin menjelaskan bahwa tersangka diduga bersama-sama dengan tersangka Indrasari Wisnu Wardhana selaku Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag mengondisikan produsen minyak sawit mentah untuk mendapatkan izin persetujuan ekspor minyak sawit mentah dan turunannya secara melawan hukum.
Penetapan Lin Che Wei sebagai tersangka mestinya dijadikan pintu masuk untuk mengusut keterlibatan pihak lain. Perlu ditelusuri siapa yang menyelundupkan tersangka masuk ke lingkaran elite Kementerian Perdagangan.
Terus terang, publik membutuhkan penjelasan secara terbuka apakah Lin Che Wei dan Indrasari Wisnu Wardhana beserta tiga tersangka lainnya dari pihak swasta merupakan mafia minyak goreng? Dugaan adanya mafia minyak goreng itu diungkapkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam rapat dengan DPR.
Apakah mereka itu mafia atau bukan tentu menunggu putusan pengadilan. Karena itu, Kejaksaan Agung hendaknya bergerak cepat mengusut kasus itu dan segera dilimpahkan ke meja hijau. Biarkan pengadilan yang memutuskan apakah yang dikerjakan seorang dirjen itu merupakan inisiatif pribadinya atau juga ada atasan lain.
Namun, dari kasus itu ada hal yang patut digarisbawahi, yakni jangan pernah main-main dengan kebijakan yang menyangkut kehidupan rakyat banyak. Kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini, salah satunya karena adanya dugaan kongkalikong pengusaha-penguasa.
Hal lain yang perlu digarisbawahi ialah dugaan keterlibatan Lin Che Wei yang selama ini dikenal sebagai ekonom senior. Seorang intelektual memang bukan malaikat. Namun, dalam keadaan apa pun, ia tetap harus berpegang pada prinsip kejujuran serta berani menyuarakan kebenaran. Jangan mudah tergoda iming-iming uang, apalagi untuk bermuslihat dengan penjahat.
Fakta itu semakin mengonfirmasi data yang pernah dilansir Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa 86% koruptor itu bergelar sarjana pendidikan tinggi. Meski demikian, harus tegas dikatakan masih terlalu banyak orang berpendidikan tinggi yang punya integritas.
Harapannya ialah semakin tinggi pendidikan, bukan hanya cerdas dan terampil, tapi mestinya semakin tinggi pula integritasnya. Amat disayangkan bahwa Lin Che Wei tidak memperlihatkan harapan itu.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved