Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Mengevaluasi PTM

17/1/2022 05:00
Mengevaluasi PTM
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

SAAT pembelajaran tatap muka (PTM) 100% di sekolah dimulai pada awal Januari 2022, sebetulnya pada waktu bersamaan Indonesia sudah mulai berjuang menahan serbuan covid-19 varian omikron. Data Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan pada Minggu (2/1), kasus omikron di Indonesia telah mencapai 138 kasus, terdiri dari 135 kasus impor dan tiga kasus transmisi lokal.

Artinya, pemerintah pasti tahu betul risiko yang mesti dihadapi ketika tetap memutuskan membuka 100% sekolah secara tatap muka meski situasi sedang 'tidak bersahabat'. Dengan prasangka yang baik, publik terutama para orangtua siswa punya keyakinan bahwa pemerintah pasti sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi seandainya omikron menyebar di tengah proses PTM berlangsung.

Dalam SKB 4 Menteri yang menjadi dasar hukum pelaksanaan PTM pun disebutkan bahwa moral keputusan bersama itu ialah keselamatan warga satuan pendidikan merupakan hukum tertinggi. Kiranya itu juga telah meningkatkan prasangka baik masyarakat terhadap kesiapan pemerintah melindungi lingkungan sekolah dari ancaman omikron atau bahkan varian covid-19 yang lain.

Untuk menjawab keyakinan dan prasangka baik publik tersebut, kata kuncinya ialah evaluasi secara kontinu, konsisten, dan menyeluruh. Selama dua minggu PTM berjalan, upaya pencegahan dengan mengutamakan disiplin terhadap protokol kesehatan sudah terus dilakukan. Namun, faktanya memang masih ada pelanggaran dan lemahnya pengawasan di sana-sini.

Puncaknya, sejumlah kasus penularan pun ditemukan. Terutama di DKI Jakarta yang melibatkan 10 sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang membuat mereka mesti menghentikan aktivitas PTM untuk sementara waktu. Memang, Dinas Pendidikan DKI Jakarta berdalih rasio keterpaparan covid-19 di sekolah masih sangat kecil.

Akan tetapi, tetap saja mestinya kita tidak boleh meremehkan. Sekecil apa pun angka rasio tersebut tetaplah sebuah potensi yang sangat mungkin membesar bila mitigasi dan penanganannya dilakukan serampangan. Sekarang boleh saja hanya menimpa 10 sekolah dari 10.947 sekolah di DKI Jakarta yang menggelar PTM, tapi kalau ini tidak dianggap serius, jangan kaget kalau angkanya melejit.

Karena itu, evaluasi menjadi hal mutlak. Pelaksanaan PTM harus dievaluasi setiap hari. Pada saat yang bersamaan, pihak sekolah terus bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat untuk melacak kasus secara aktif di sekolah.

Evaluasi juga penting untuk mencegah pemerintah mengeluarkan kebijakan yang hanya bersifat reaktif. Di atas semuanya, kita sepakat keselamatan warga, dalam konteks ini keselamatan siswa dan guru, ialah paling utama. Namun, di sisi lain, kita juga sepakat pendidikan tak kalah penting. Penutupan sekolah berkepanjangan boleh jadi membuat peserta didik semakin tertinggal dalam belajar.

Dengan semangat tersebut, editorial ini berkesimpulan bahwa PTM 100% masih layak diteruskan, tetapi dengan disiplin protokol kesehatan yang mesti diperkuat. Sejumlah catatan baik dari sejumlah organisasi guru maupun ahli epidemiologi yang intinya masih terdapat pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan protokol kesehatan harus pula menjadi perhatian pemerintah.

Tidak bisa tidak, pengawasan harus diperkuat. Jangan lagi ada tawar0menawar soal penggunaan masker atau jam belajar mengajar, misalnya. Tak boleh ada kompromi kepada siapa pun yang melanggar protokol kesehatan.

Pada saat berbarengan, pemerintah mesti menggenjot vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dan mengupayakan agar para pendidik masuk daftar prioritas penerima vaksin booster. Jika hal-hal itu dilakukan simultan, ada harapan tinggi bahwa pendidikan kita akan segera mengejar ketertinggalannya selama ini.



Berita Lainnya
  • Evaluasi Pengiriman Prajurit TNI

    01/4/2026 05:00

    GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.

  • Kembalikan Akal Sehat Kasus Amsal Sitepu

    31/3/2026 05:00

    RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.

  • Saat Tepat untuk Berhemat

    30/3/2026 05:00

    SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.

  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.