Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ahli kesehatan di dunia sepakat bahwa vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan merupakan cara jitu untuk keluar dari pandemi covid-19. Di Indonesia pun mulai terlihat nyata hasilnya.
Jumlah pasien yang terinfeksi oleh virus itu perlahan menurun seiring dengan berjalannya program vaksinasi dan kedisplinan warga memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
Berdasarkan data Satgas Covid-19, selama periode 3-16 Desember 2021 hanya ada 2.859 kasus positif. Jumlah itu jauh menurun jika dibandingkan dengan data pertengahan 2021. Saat itu, puncak jumlah kasus aktif di Indonesia terjadi pada 24 Juli, yakni mencapai 574.135 dengan angka kematian di atas 35 ribu orang per bulan.
Kini, menurunnya jumlah kasus mereka yang terinfeksi tentu menjadi fakta yang menggembirakan. Namun, kenyataan lainnya yang tidak boleh diabaikan, virus itu masih ada, dengan berbagai variannya, termasuk omikron yang belakangan juga terdeteksi di Indonesia.
Kendati dampaknya tidak seberbahaya varian delta, kita tetap mesti waspada. Selain disiplin menerapkan prokes, program vaksinasi pun harus terus digencarkan agar kian tercipta kekebalan komunitas.
Pemerintah telah pula memulai program vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, dengan total sasaran mencapai sekitar 26,5 juta. Program itu secara resmi telah dimulai pada 14 Desember 2021, yang diawali di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Selanjutnya, program itu akan diselenggarakan secara luas dengan menyasar hingga 115 kabupaten/kota.
Benar bahwa anak-anak, juga remaja, menunjukkan gejala infeksi covid-19 yang lebih ringan jika dibandingkan dengan orang dewasa. Mereka bahkan tidak bergejala, tetapi anak-anak bisa menularkan kepada orang lain. Dengan demikian, vaksinasi anak-anak bagian dari upaya menyelamatkan orangtua mereka.
Vaksinasi merupakan wujud komitmen pemerintah dalam melindungi warga tanpa kecuali, termasuk anak-anak. Oleh karena itu, para orangtua sebaiknya juga ikut berperan aktif mengajak putra-putri mereka agar mendapatkan vaksin.
Langkah itu penting untuk melindungi mereka dari bahaya covid-19. Selain orangtua, peran guru di sekolah tidak kalah pentingnya dalam menyukseskan program itu. Ingat, virus tidak mengenal jenis kelamin dan usia. Ia siap menggerogoti siapa saja yang berimun lemah.
Oleh karena itu, penting bagi anak untuk mendapat vaksin. Tidak perlu khawatir berlebihan karena, menurut Ikatan Dokter Indonesia, vaksin telah melalui berbagai uji klinis, mendapatkan EUA (emergency use authorization) dari Badan POM, serta telah melalui kajian ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).
Kalaupun ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) seperti demam, itu ialah sesuatu yang wajar. Ingat, KIPI atau reaksi yang muncul setelah vaksinasi jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan terinfeksi oleh covid-19 atau komplikasi yang disebabkan virus tersebut.
Selain vaksin untuk anak-anak, program vaksinasi untuk orang dewasa, remaja, dan manula tentunya juga harus terus berjalan. Apalagi cakupannya juga belum maksimal.
Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, setidaknya ada 19 provinsi yang capaian vaksinasi dosis lengkapnya masih di bawah 40% seperti yang ditargetkan WHO. Hingga Jumat (17/12), 149 juta orang telah mendapat vaksinasi dosis pertama dan 105 juta dosis kedua. Angka itu membuat vaksinasi lengkap (dua dosis) di Indonesia baru mencapai sekitar 50% dari target yang ditetapkan, yakni 208 juta orang.
Oleh karena itu, perlu kerja keras semua pihak, terutama pemerintah daerah, untuk memperluas program itu agar segera tercipta kekebalan komunitas. Jangan ragu untuk menghubungi sentra vaksinasi terdekat, bersama putra-putri Anda.
SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.
MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved