Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Konsistensi Kesetaraan

08/11/2021 05:00
Konsistensi Kesetaraan
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

 

PEMERINTAH mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para atlet yang bertanding di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua. Memberikan dukungan itu penting untuk mewujudkan semangat kesetaraan dan persaudaraan.

Peparnas Papua dibuka Wapres Ma’ruf Amin pada Jumat (5/11). Pesta olahraga nasional yang diselenggarakan empat tahun sekali ini berlangsung hingga 15 November.

Sebanyak 1.935 atlet dari 33 provinsi berpartisipasi dalam 12 cabang olahraga yang dipertandingkan. Peparnas itu hendaknya dipandang sebagai ajang mencari bibit-bibit olahraga untuk diterjunkan ke Paralimpiade. Apalagi, dalam Paralimpiade Tokyo 2020, Indonesia berhasil mengakhiri 41 tahun paceklik medali emas. Dua emas diraih dari cabang bulu tangkis.

Karena itulah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, kemarin, mengajak masyarakat memberikan dukungan. Masyarakat Papua sudah teruji dalam pelaksanaan PON 2021. Sukses penyelenggaraan juga sukses menjalankan protokol kesehatan.

Dukungan nyata masyarakat bisa dilakukan dengan ikut langsung menyaksikan setiap cabang olahraga yang dipertandingkan. Berlomba-lombalah menjadi saksi sejarah para atlet yang mendobrak batas diri dan keluar sebagai pemenang.

Peparnas sejatinya bukan sekadar kompetisi olahraga penyandang disabilitas, melainkan lebih dari itu, Peparnas ialah pembuktian semangat kesetaraan dan persamaan rakyat Indonesia.

Di samping dukungan masyarakat, Peparnas juga membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dukungan pemerintah pusat dan daerah itu hendaknya dipandang sebagai kewajiban mereka untuk menjalankan perintah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

 

Keolahragaan menjadi salah satu hak penyandang disabilitas. Hak keolahragaan itu meliputi antara lain meningkatkan prestasi dan mengikuti kejuaraan di semua tingkatan. Penyelenggaraan Peparnas kali ini bagian dari pelaksanaan hak penyandang disabilitas.

Hak penyandang disabilitas yang dilupakan pemerintah ialah mengembangkan industri keolahragaan. Muhadjir Effendy mengakui terdapat beberapa keterbatasan terutama peralatan yang dibutuhkan para atlet. Peralatan itu, selain harus spesifik, dibuat customized yang tidak bisa digunakan sembarang atlet.

Kiranya elok bila pemerintah mulai merencanakan penyediaan produksi dalam negeri peralatan-peralatan olahraga untuk penyandang disabilitas. Kursi roda saja saat ini sebagian besar masih impor.

Kewajiban pemerintah dan pemerintah daerah yang diperintahkan undang-undang ialah membina dan mengembangkan olahraga untuk penyandang disabilitas yang dilaksanakan dan diarahkan untuk meningkatkan kesehatan, rasa percaya diri, dan prestasi olahraga.

Peparnas Papua 2021 bisa dipandang sebagai tolok ukur untuk menilai apakah pemerintah daerah patuh menjalankan undang-undang atau tidak. Daerah yang tidak meraih medali di Peparnas perlu berbenah lagi. Peparnas hendaknya menjadi pembuktian komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perlakuan yang setara bagi setiap warga negara.

Harus jujur diakui bahwa terlalu lama bangsa ini tidak memberikan perhatian kepada kaum disabilitas. Sebagian besar penyandang disabilitas hidup dalam kondisi rentan, terbelakang, dan miskin disebabkan masih adanya pembatasan, hambatan, kesulitan, dan pengurangan atau penghilangan hak-hak mereka.

Harus ada tindakan nyata, tidak cukup kemauan politik, untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri, dan tanpa diskriminasi. Regulasi sudah terlampau banyak, yang kurang itu ialah konsistensi kesetaraan antara kehendak dan tindakan.



Berita Lainnya
  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.