Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Menimbang Kelayakan Jenderal Andika

04/11/2021 05:00
Menimbang Kelayakan Jenderal Andika
(MI/Duta)

 

 

TEKA-TEKI siapa pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terjawab sudah. Jawaban itu datang kemarin ketika Presiden Joko Widodo mengirimkan surat presiden kepada DPR dan mengusulkan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI yang baru.

Jenderal Andika saat ini adalah orang nomor satu di TNI Angkatan Darat. Dia menjadi KSAD sejak 28 November 2018. Namanya memang santer disebut sebagai kandidat kuat suksesor Marsekal Hadi, meski jika menggunakan sistem urut kacang, Panglima TNI berikutnya jatah TNI-AL.

Hal itu pula yang membuat suksesi pucuk pimpinan TNI kali ini mendapat banyak atensi. Teka-teki semakin menjadi karena Presiden Jokowi menunggu hingga saat-saat terakhir menjelang Marsekal Hadi pensiun pada 8 November nanti.

Panglima TNI adalah jabatan yang strategis, sangat strategis. Di bawah komandonya, sekitar 800 ribu tentara yang dilengkapi beragam senjata pembunuh siap dikerahkan. Karena itu, sebagai Panglima Tertinggi, Presiden mesti ekstra cermat memilih panglima. Situasi dan kondisi yang terus berubah menjadi pertimbangan, di samping tentu saja kapasitas dan kapabilitas sang kandidat.

Pada konteks itulah, tak perlu kiranya pilihan Jokowi kepada Jenderal Andika diperdebatkan. Memilih Panglima TNI adalah hak prerogatif presiden kendati pilihan itu juga perlu persetujuan DPR.

Benar bahwa jika berpatokan pada giliran, KSAL Laksamana Yudo Margono yang menggantikan Marsekal Hadi. Akan tetapi, harus dicatat bahwa makna giliran di sini bukan sebuah keharusan. Pasal 13 ayat (4) UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI mengatur jabatan panglima dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat kepala staf angkatan. Frasa yang ada ialah ‘dapat dijabat’, bukan ‘harus dijabat’.

Sebagai calon tunggal Panglima TNI, Jenderal Andika juga sangat memenuhi syarat. Karier lulusan Akademi Militer 1987 itu lengkap, dari bertempur di lapangan, menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI-AD, Komandan Paspampres, panglima kodam, memimpin institusi pendidikan di TNI-AD, Panglima Kostrad, hingga KSAD. Dia juga cukup dikenal dan disegani di dunia kemiliteran internasional.

Dengan bekal demikian komplet, sulit rasanya bagi DPR untuk menggugurkan Jenderal Andika dalam uji kelayakan dan kepatutan nanti. Boleh dibilang, hanya keajaiban yang bisa menggagalkan langkah Andika ke Cilangkap.

Banyak capaian yang ditorehkan Jenderal Andika kala memimpin Angkatan Darat yang bisa dibawa ke TNI nanti. Sebut saja penghapusan tes keperawanan untuk calon anggota Korps Wanita Angkatan Darat dan calon istri prajurit. Dia tidak ingin ada lagi diskriminasi berbasis gender.

Jenderal Andika juga dikenal gigih membasmi praktik-praktik pungli terutama di tiap jenjang pendidikan TNI-AD. Dia tidak memberikan tempat bagi para petualang. Itulah yang mutlak diteruskan di TNI.

Yang juga sangat penting, tentu saja, Jenderal Andika terbukti mampu menjaga netralitas TNI-AD dari rayuan politik praktis. Dengan sumber daya luar biasa, TNI memang seksi bagi para penggoda politik. Itulah ancaman maut yang akan terus ada dan hanya di tangan Panglima TNI yang hebat ancaman itu bisa diatasi.

Tak banyak nilai minus dalam diri Jenderal Andika. Betul bahwa hartanya yang mencapai Rp179 miliar mendapat sorotan miring. Namun, banyak sedikitnya kekayaan bukanlah syarat untuk menjadi panglima. Yang penting, dia bisa mempertanggungjawabkan bahwa harta selangit itu didapat secara halal.

Jika disetujui DPR, masa jabatan Jenderal Andika sebagai Panglima TNI memang tak akan lama, hanya sekitar setahun hingga pensiun pada Desember 2022 nanti. Meski demikian, kita tetap layak berharap, di bawah komandonya, TNI akan lebih tangguh, profesional, dan tetap suci dari politik praktis.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.