Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Rapor Politik Jokowi-Amin

22/10/2021 05:00
Rapor Politik Jokowi-Amin
(MI/Duta)

 

 

DALAM dua tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dunia mengalami tekanan besar yang berdampak pada hampir ke semua sektor kehidupan. Tekanan berwujud pandemi covid-19 itu turut memengaruhi pelaksanaan demokrasi dan stabilitas politik.

Rapor politik Jokowi-Amin sesungguhnya biru. Banyak terobosan yang dilakukan, termasuk merangkul lawan politik. Akan tetapi, terobosan itu tidak terkomunikasikan dengan baik sehingga menuai persepsi publik yang kurang menggembirakan dalam berbagai survei.

Laporan riset Economist Intelligent Unit (EIU) tentang indeks demokrasi 164 negara untuk 2020 yang dirilis awal tahun ini menunjukkan rata-rata skor demokrasi global menurun. Indonesia pun tidak luput hingga tergelincir ke kategori demokrasi terendah selama 14 tahun terakhir.

Skor terendah dalam penghitungan indeks demokrasi di Indonesia ada pada indikator budaya politik dan kebebasan sipil. Pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat sebagai upaya menegakkan protokol kesehatan harus diakui telah membuat sejumlah kanal demokrasi tersumbat.

Kondisi tersebut dalam persepsi publik menurut sejumlah survei lanjutan belum mengalami perbaikan. Indikator Politik Indonesia melalui laporan survei yang dirilis akhir September lalu mengungkapkan jumlah masyarakat yang tidak puas atas pelaksanaan demokrasi di Tanah Air mencapai 44,1%, naik jika dibandingkan dengan April 2021 yang sebanyak 32,1%.

Kemudian, survei evaluasi dua tahun kinerja Jokowi-Amin yang digelar Saiful Muljani Research Center (SMRC) menyebut hanya 26,8% responden yang menilai kondisi politik nasional sangat baik atau baik. Pada Desember 2019, masih ada 41% responden yang menyatakan kondisi politik di Tanah Air sangat baik atau baik.

Bila dilihat secara lebih berimbang, pelaksanaan demokrasi maupun kondisi politik Indonesia tidak jelek-jelek amat. Bahkan, Indonesia berhasil menggelar pilkada serentak pada Desember 2020 di tengah impitan wabah covid-19. Pilkada untuk memilih 270 kepala daerah itu disebut sebagai salah satu pemilihan umum terbesar di dunia yang paling sukses terlaksana.

Bukan hanya pelaksanaan yang lancar tanpa menimbulkan klaster baru lonjakan kasus covid-19, Pilkada 2020 juga mencatatkan partisipasi pemilih yang mencapai 76,09%. Jumlah partisipasi tersebut tertinggi sejak pelaksanaan Pilkada Serentak 2014.

Angka tersebut menggambarkan antusiasme warga untuk memilih kepala daerah sekaligus kepercayaan kepada penyelenggara pemilu bahwa mereka bisa memilih dengan aman. Apalagi, ketika itu banyak kalangan yang menilai pelaksanaan pilkada terlalu dipaksakan. Mereka khawatir gelaran pilkada akan memperburuk situasi pandemi.

Kelancaran pilkada ikut menggambarkan stabilitas politik yang terjaga dengan baik. Persatuan nasional tetap kukuh. Gejolak politik di akar rumput hingga tingkat elite relatif minim. Hal itu menjadi modal berharga pemerintah untuk fokus menanggulangi pandemi covid-19 dan dampaknya.

Tentu saja, pemerintahan Jokowi-Amin tidak boleh menafikan persepsi publik tentang demokrasi dan kondisi politik yang cenderung memburuk. Kenyataannya memang ada masalah di kebebasan sipil dan budaya politik meski tidak seheboh di media sosial.

Beberapa ekspresi kebebasan berpendapat mendapatkan perlakuan penindakan yang kelewat batas. Aksi saling lapor tetap marak, mulai dari kalangan masyarakat biasa sampai ke tingkatan para elite pemerintahan dan politik.

Pemerintahan Jokowi-Amin masih menyisakan tiga tahun masa kepemimpinan. Banyak hal yang bisa dibenahi sebagai pekerjaan rumah untuk menguatkan kembali demokrasi. Bukankah Jokowi-Amin punya jajaran pembantu yang khusus menangani politik, hukum, dan keamanan? Ya, itulah fungsi mereka.



Berita Lainnya
  • Memastikan Efisiensi Terukur

    03/4/2026 05:00

    KITA mafhum bahwa saat ini ruang fiskal negara tengah menghadapi ujian berat.

  • Stabilitas Harga BBM hanya Awal

    02/4/2026 05:00

    KEPASTIAN kerap menjadi barang langka di tengah gejolak global.

  • Evaluasi Pengiriman Prajurit TNI

    01/4/2026 05:00

    GUGURNYA tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Libanon menjadi pukulan keras bagi Indonesia.

  • Kembalikan Akal Sehat Kasus Amsal Sitepu

    31/3/2026 05:00

    RUANG publik kembali disuguhi dinamika penegakan hukum yang menimbulkan kegelisahan.

  • Saat Tepat untuk Berhemat

    30/3/2026 05:00

    SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.

  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.