Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Menghindari Sanksi WADA

11/10/2021 05:00
Menghindari Sanksi WADA
(MI/Duta)

 

 

KABAR buruk menanti olahraga Indonesia. Ancaman sejumlah sanksi dikirimkan Badan Antidoping Dunia (WADA) karena Indonesia dinilai tidak patuh dalam penegakan standar antidoping.

Kabar buruk itu terungkap dalam pernyataan resmi WADA pada Kamis (7/10). Lewat surat, WADA menyatakan Indonesia tidak mematuhi ketentuan-ketentuan antidoping. Disebutkan, Lembaga Antidoping Indonesia tidak menerapkan program pengujian yang efektif.

Tak cuma kepada Indonesia, penilaian yang sama dialamatkan buat Korea Utara, sedangkan Thailand dinilai gagal untuk sepenuhnya menerapkan Kode Antidoping 2021.

Penilaian buruk tersebut bisa berdampak sangat buruk. Ketiga negara, misalnya, terancam tidak bisa menjadi tuan rumah atau tampil di kejuaraan olahraga regional, kontinental, dan dunia. Perwakilan mereka juga tidak memenuhi syarat untuk duduk sebagai anggota dewan di komite sampai statusnya dipulihkan dalam jangka waktu satu tahun atau lebih.

Memang, atlet-atlet ketiga negara masih diizinkan turun di kejuaraan regional, kontinental, dan dunia. Namun, mereka tidak mewakili negara dan tak bisa pula mengibarkan bendera nasional.

Jika sanksi benar-benar diputuskan, Indonesia akan terkucil dari jagat olahraga. Bayangkan, untuk kurun tertentu, kita tidak bisa menjadi penyelenggara kejuaraan regional hingga level internasional. Padahal, sederet event dunia sudah masuk agenda, termasuk tiga turnamen bulu tangkis di Bali akhir tahun ini, serta Moto-GP dan Kejuaraan Bola Basket Asia tahun depan.

Bayangkan, untuk jangka tertentu, tidak akan ada kibaran bendera Merah Putih sebagai penghormatan tertinggi ketika atlet kita menyabet medali.

Bahkan, tidak akan ada nama Indonesia dalam deretan peserta atau daftar negara peraih medali. Para pejuang olahraga akan tampil atas nama Komite Olimpiade Indonesia, seperti halnya atlet-atlet Rusia Olimpiade Tokyo 2020 yang berpayung Komite Olimpiade Rusia.

Akan menjadi kerugian teramat besar jika kita harus absen di Asian Games Hangzhou 2022. Belum lagi ada kompetisi-kompetisi lain, yakni atlet-atlet kita bisa menempa diri.

Jika hal itu terjadi, olahraga Indonesia boleh dibilang untuk sementara mati suri. Padahal, belakangan gairah olahraga kita sedang tinggi-tingginya. Sukses mempertahankan medali emas di Olimpiade Tokyo dan tampil gemilang dengan mendulang 2 emas di Paralimpiade Tokyo menjadi catatan indah. Apalagi jika menengok ke belakang betapa cemerlangnya prestasi kita saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Harus kita katakan, posisi sulit ini tak lepas dari kelalaian, bahkan pengabaian. WADA sebenarnya memberikan kesempatan banding bagi negara-negara yang dinilai melanggar ketentuan. Banding bisa diajukan dalam waktu 21 hari sejak surat pemberitahuan pada 15 September, tetapi hingga 7 Oktober Indonesia dinilai tak punya iktikad baik.

Indonesia boleh saja punya jawaban atas penilaian WADA. Seperti dilontarkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, kita tak bisa memenuhi ketentuan karena tak ada kegiatan olahraga selama pandemi sehingga pengambilan sampel sulit dilakukan. Persoalannya, kenapa alasan itu tak disampaikan dalam kesempatan banding?

Namun, harapan agar kita terhindar dari sanksi belum sepenuhnya musnah. Inilah saatnya pemerintah mencurahkan segala daya upaya untuk memastikan potensi sanksi dari WADA hanya sebatas ancaman. Komunikasi dengan WADA yang sudah dilakukan harus kian diintensifkan.

Yakinkan mereka bahwa Indonesia tak punya niat sedikit pun untuk tidak patuh pada ketentuan antidoping. Manfaatkan semaksimal mungkin ajang PON XX Papua untuk memenuhi Tes Doping Plan 2021 sebagai wujud keseriusan dan kepatuhan kita pada regulasi antidoping.

Jangan biarkan hukuman dari WADA menjadi kenyataan. Jangan biarkan gairah olahraga kita kembali melemah akibat sanksi dari WADA.



Berita Lainnya
  • Saat Tepat untuk Berhemat

    30/3/2026 05:00

    SABTU (28/3) lalu, genap satu bulan prahara di Timur Tengah berlangsung.

  • Mengawal Fajar Baru Perlindungan Anak

    28/3/2026 05:00

    MULAI hari ini, 28 Maret 2026, jagat digital Indonesia memasuki babak baru yang krusial.

  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.