Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Jamin Masa Depan Anak Yatim Piatu

21/8/2021 05:00
Jamin Masa Depan Anak Yatim Piatu
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

 

DAYA rusak pandemi covid-19 terhadap tatanan peradaban sangat dahsyat efeknya. Tak hanya urusan kesehatan dan ekonomi, tapi juga berdampak pada masa depan anak-anak bangsa ini.

Anak-anak Indonesia merupakan korban berlipat ganda dari pagebluk. Tidak hanya terpapar covid-19, kematian anak di Indonesia akibat virus korona juga tertinggi di dunia. Dampak lainnya ialah anak-anak kehilangan orangtua mereka yang meninggal akibat covid-19.

Fakta bahwa covid-19 telah merenggut 123.981 nyawa di Indonesia, juga membuat puluhan ribu anak menjadi yatim piatu karena kehilangan orangtua. Kondisi yang harus segera dicarikan jalan keluarnya karena anak-anak tanpa orangtua masuk kategori rentan. Kehilangan kedua orangtua merupakan beban yang sangat berat bagi anak-anak di masa pendemi, yang berdampak secara fisik maupun psikologis.

Data Kementerian Sosial per 20 Juli 2021 mencatat ada 11.045 anak menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu akibat pandemi covid-19. Jumlahnya kini jauh lebih banyak lagi karena laporan di beberapa daerah sudah melampaui data bulan sebelumnya.

Di Jawa Timur, misalnya, laporan dari 32 kabupaten/kota yang masuk ke pemprov tercatat 6.198 anak menjadi yatim/piatu dengan estimasi keseluruhan bila semua daerah melaporkan sebanyak 7.000 anak. Belum lagi di Jawa Tengah. Dilaporkan, ada 5.733 anak yang menjadi yatim/piatu/yatim piatu.

 

Jika di kedua provinsi itu saja jumlahnya begitu besar, tentu angka keseluruhan nasional jauh di atas data Kemenkes yang belum diperbarui tersebut. Kini pemerintah pusat telah meminta daerah mendata anak-anak malang yang ditinggal orangtuanya tersebut.

Yang jelas, mereka bukanlah sekadar angka statistik, tetapi merupakan individu yang punya kehidupan untuk segera ditanggung dan dipenuhi hak-haknya oleh negara. Tidak perlu menunggu data beres baru bergerak, upaya perlindungan harus segera dilakukan.

Negara harus hadir, dari pemberian pendampingan psikologis hingga pemberian bantuan kesehatan dan pendidikan. Tidak hanya bagi anak yatim piatu dampak covid-19, tapi juga bagi seluruh 4 juta anak yatim piatu di negeri ini.

Mereka tidak bisa dibiarkan kehilangan kesempatan untuk menyongsong masa depan karena tiadanya perlindungan dan jaminan hak. Seluruh pemangku kepentingan dituntut melakukan akselerasi kebijakan agar penanganan anak-anak yatim piatu itu bisa segera dilakukan.

Memang tidak mungkin penanganan anak yatim dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. Karena itu, butuh keterlibatan semua pihak. Pemerintah harus menggandeng lembaga sosial dan elemen masyarakat, serta membangun tempat tinggal para yatim.

Masyarakat jelas punya tanggung jawab membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari secara fisik maupun psikologis atau menghubungi sanak saudara dan keluarga besar dari anak-anak yatim piatu itu. Begitu pun pemerintah daerah untuk segera aktif dan reaktif merespons kondisi ini.

Adapun bagi pemerintah, tentu kebijakan yang diambil harus berorientasi demi kemandirian anak di masa depan, jangan hanya bantuan sekali putus yang bersifat konsumtif. Dengan menjamin masa depan mereka, sama saja menyelamatkan harapan bangsa di masa depan.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.