Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Larangan Mudik belum Dipatuhi

07/5/2021 05:00
Larangan Mudik belum Dipatuhi
Ilustrasi(MI/SENO)

 

 

LARANGAN mudik yang dimulai kemarin sampai 17 Mei sesungguh­nya mempertaruhkan wibawa negara. Aturan larangan mudik yang bertujuan mencegah penyebaran covid-19 harus berjalan tegak lurus demi keselamatan rakyat.

Sangat disayangkan bahwa masih banyak orang yang tidak mematuhi larangan mudik. Meski secara umum, pelaksanaan larangan mudik pada hari pertama berjalan lancar. Aparat di lapangan tegas memberlakukan aturan. Pengawasan dilakukan di 381 titik, mulai dari Sumatra sampai Bali.

Di beberapa wilayah, ribuan kendaraan yang coba-coba mengangkut pemudik disuruh putar balik. Ketegasan aparat dalam mencegah pemudik memang harus terus dikedepankan karena faktanya masih ada saja warga yang mencoba mengakali seperti naik mobil angkutan niaga dan sebagainya.

Tindakan tegas juga perlu diberikan kepada petugas yang lalai, seperti di Bandara Ahmad Yani, Semarang, yang membiarkan penderita covid-19 tetap lolos sebagai penumpang. Seorang penumpang, pada Rabu (5/5), lolos meski surat yang dibawanya menunjukkan positif covid-19.

Dibutuhkan kepedulian ekstra untuk bersama-sama melakukan pencegahan karena virus covid-19 nyata-nyata masih jadi ancaman. Menurut data dari Satgas Penanggulangan covid-19, hingga Kamis (6/5) ada tambahan 5.647 kasus baru di Indonesia.

Angka itu berpotensi melonjak apalagi menjelang Lebaran mobilitas manusia meningkat. Atas dasar pertimbangan inilah kebijakan larangan mudik semestinya dipahami. Langkah ini tentu perlu didukung aparatus daerah. Mereka perlu membuat peraturan yang sejalan dengan ketentuan tersebut, sehingga langkah ini tidak sia-sia dan angka penularan virus dapat ditekan.

Selain mobilitas pemudik, potensi lonjakan mobilitas selama periode libur panjang yang patut diwaspadai terutama di pusat perbelanjaan, pasar, tempat ibadah, dan tempat rekreasi. Ini juga harus jadi perhatian pemerintah dan juga kesadaran warga.

Kita harus berkaca dari pengalaman negara lain terutama India yang mengalami lonjakan kasus baru lantaran pemerintah dan warganya lalai menerapkan protokol kesehatan. Kita juga mesti waspada lantaran beberapa varian baru virus korona termasuk dari Inggris, Afrika Selatan, dan India, sudah masuk ke Indonesia.

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, mengingatkan varian-varian baru tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan tingkat keparahan mereka yang terinfeksi covid-19. Untuk mencegah penularan lebih meluas, masyarakat diimbau untuk mengurangi mobilitas.

Peringatan itu tentu tidak main-main dan pantang diabaikan begitu saja. Kita tentu tidak ingin kasus positif di Indonesia yang sudah mulai melandai dalam beberapa bulan terakhir kembali melonjak. Kita tentu juga tidak ingin melihat bangsal-bangsal rumah sakit maupun permakaman umum kembali dipenuhi korban covid-19.

Kebijakan pemerintah terkait larangan mudik sudah sepatutnya dipatuhi demi keselamatan bersama. Kepatuhan itu belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Masih banyak orang yang mencoba-coba untuk mudik, meski mereka disuruh putar balik. Kita tentu tak mau orangtua maupun sanak famili di kampung tertular, karena siapa bisa menjamin kita sebagai pemudik terbebas dari virus tersebut?

Pandemi covid-19 memaksa kita untuk beradaptasi dengan budaya baru. Tradisi silaturahim Idul Fitri dapat dilakukan lewat berbagai cara, tidak mesti bertemu secara fisik. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi bahkan menyebut menghindari mudik sama dengan jihad untuk kemanusiaan.

Imbauan yang telah disampaikan para agamawan maupun ilmuwan, sudah semestinya menyadarkan kita bersama, terutama mereka yang masih nekat ingin mudik. Ingat ancaman virus korona tetaplah berbahaya dan angka-angka yang dipaparkan setiap hari bukanlah statistik belaka.

Alangkah bijak jika tidak mudik jadi kesadaran bersama bukan semata regulasi atau aturan pemerintah. Begitu pun dengan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menghindari kerumunan, semata demi keselamatan bersama.



Berita Lainnya
  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.

  • Saatnya Mewujudkan Keadilan Sosial

    01/1/2026 05:00

    PERGANTIAN tahun telah menempatkan 2025 di masa lalu. Dalam lembaran baru, 2026 membentangkan jalan masa depan bangsa yang penuh simpangan dan tantangan.