Sabtu 01 Mei 2021, 05:00 WIB

Disiplin dan Mentalitas Aparat

Administrator | Editorial
Disiplin dan Mentalitas Aparat

ANTARA
Sejumlah calon penumpang pesawat mengantre di loket tiket di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten..

 

 

BANDAR udara (bandara) ialah pintu gerbang suatu negara. Seperti halnya pelabuhan, peran bandara vital sebagai pintu pelintasan manusia dari berbagai bangsa. Oleh karena itu, pengawasan maupun screening di bandara di mana pun di dunia selalu ketat. Ada beragam alat detektor, kamera pengawas, dan pemeriksaan berlapis. Orang tidak bisa seenaknya melintas keluar-masuk di suatu negara.  Karena itu, selain petugas imigrasi dan bea cukai, di bandara perlu ada polsek bahkan polres khusus. Itu semata-mata demi menjaga keamanan di objek vital tersebut. 

Di masa pandemi covid-19, peran bandara makin krusial. Apalagi penyakit itu menular antarmanusia. Kesigapan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang telah menjangkiti hampir seluruh negara itu salah satunya dilakukan di bandara, selain tentunya di pelabuhan dan pos wilayah perbatasan. Dari pintu-pintu itulah virus berpotensi menular antarbangsa. 

Ironisnya, di situasi genting ini, ada saja orang yang memanfaatkan celah di pintu tersebut untuk meraup keuntungan pribadi, seperti yang terjadi di Bandara Kualanamu, Medan, dan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, baru-baru ini. Di Soekarno-Hatta, Polda Metro meringkus tujuh warga negara India dan empat warga negara Indonesia dalam kasus pelanggaran karantina kesehatan.  Pengungkapan itu bermula saat penerbangan pesawat carter Air Asia QZ 988 dari Chenai, India, tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 21 April lalu. Di pesawat itu terdapat 132 penumpang.  Namun, setelah dilacak, ternyata ada beberapa penumpang yang tidak mengikuti proses karantina. 

 Mereka bisa lolos karena dibantu sejumlah petugas bandara tersebut dengan membayar sejumlah uang. Padahal, di negara mana pun, proses karantina mutlak perlu dilakukan terhadap warga asing yang berkunjung, sebagai salah satu syarat protokol kesehatan.

 Peristiwa tidak kalah memalukan dan bikin kita geram dan geleng-geleng kepala juga terjadi di Bandara Kualanamu. Sebanyak enam petugas di tempat pelayanan rapid test antigen kini tengah diperiksa Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sumut lantaran menggunakan alat kesehatan bekas pakai. Seperti kita tahu, tes itu penting sebagai syarat seseorang melakukan perjalanan. Apa jadinya jika alat yang digunakan tidak steril? 

 Kita tentu mengecam dua kasus tersebut dan mendukung langkah-langkah aparat untuk mengusutnya. Tindakan mereka sungguh keterlaluan. Di tengah bangsa ini sedang bersusah payah mengatasi pandemi, mereka hanya memikirkan perut sendiri tanpa memikirkan keselamatan orang lain. Pelanggaran protokol kesehatan tersebut sangat membahayakan keselamatan masyarakat. Wajar jika Jaksa Agung marah dan  memerintahkan agar kedua kasus ini diusut tuntas dan kalau perlu, dihukum maksimal untuk memberikan efek jera.

 Melalui forum ini, kita juga tidak bosan-bosannya mengingatkan bahwa kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan ialah kunci dalam memerangi pandemi. Kita bisa lihat bagaimana negara-negara yang lalai menerapkan hal ini harus menanggung akibatnya, salah satunya India yang kini diterpa lonjakan kasus baru. Disiplin menjalankan prokes tidak hanya dilakukan masyarakat umum, tetapi juga aparat di lapangan yang bertugas mengawasi. Mustahil kedisiplinan bisa tegak jika mentalitas aparatnya sendiri loyo.

Baca Juga

Dok. Wikipedia

Antara Prestasi, Evaluasi, dan Regenerasi

👤Administrator 🕔Kamis 26 Mei 2022, 05:00 WIB
GELARAN SEA Games ke-31 di Vietnam yang baru saja usai barangkali boleh disebut sebagai kebangkitan kecil olahraga...
MI/Seno

Budaya Prokes Cegah Virus Lain

👤Administrator 🕔Rabu 25 Mei 2022, 05:00 WIB
MESKI pelonggaran protokol kesehatan telah diberlakukan sejak minggu lalu, komitmen dalam melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan...
MI/Seno

Seperdelapan Hati Melawan Korupsi

👤Administrator 🕔Selasa 24 Mei 2022, 05:00 WIB
ALIH-ALIH tereduksi, korupsi dan dampaknya justru kian menjadi. Celakanya lagi, belum ada kesungguhan dari negara dalam perang besar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya