Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Pantang Kalah Lawan Mafia Tanah

09/3/2021 05:00
Pantang Kalah Lawan Mafia Tanah
(MI/Seno)

 

 

MAFIA tanah telah lama menjadi persoalan agraria. Akan tetapi, upaya memeranginya tidak pernah tuntas. Kasus pengambilalihan tanah ibunda mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal telah dijadikan momentum melawan praktik lancung di sektor pertanahan.

Dijadikan momentum karena Polri langsung meng gandeng Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dengan membentuk satgas antimafia tanah.

Pembentuk satgas tentu tidak otomatis menyelesaikan kasus agraria. Sebab, sudah banyak satgas dibentuk. Pada 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Lalu, pada 2017 di era Presiden Joko Widodo, dibentuk Tim Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria. Butuh tindakan nyata, senyatanyatanya, memberantas mafia tanah.

Ibunda Dino bukanlah satu-satunya korban dari keberadaan mafia tanah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan  Nasional mencatat sudah ada laporan 130 kasus mafia tanah sejak 2018.

Modus dan jenis perkaranya pun beragam, mulai dari sengketa tanah hingga konflik pertanahan. Para aktor lancung itu membuat perkara agraria dan pertanahan seolah tak terselesaikan secara adil. Mafia tanah telah lama menjadi aktor masalah agraria.

Bahkan para mafia tidak segan melakukan usaha sistematis dengan pejabat terkait untuk melakukan penyertifikatan, tumpang-tindih sertifikat, jual beli palsu, hingga balik nama sertifikat tanah-tanah milik masyarakat.

Satgas antimafia tanah harus dibentuk sampai tingkat daerah. Tujuannya tegas, untuk mematikan seluruh jaringan mafia tanah di Indonesia. Memberantas komplotan dan sindikasi mafia tanah termasuk dengan pelindung dan bekingnya.

Dibentuk sampai tingkat daerah karena komplotan mafia sudah lama beroperasi di daerahdaerah. Kasus tanah di Labuan Bajo, yang kini
ditangani Kejaksaan Tinggi NTT, contoh nyata keberadaan mafia tanah di daerah.

Masif dan sistemiknya operasi mafia pertanahan ini juga terkuak dengan terungkapnya penyerobotan lahan milik PT Pertamina (Persero) di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Kasus itu membuka mata publik bahwa kongsi jahat mafia tanah merasuk hingga pengadilan.

Belum lagi lahan milik PT Perkebunan Nusantara VIII di kawasan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, yang banyak dikuasai pihak-pihak. Padahal, secara yuridis PTPN memiliki hak sepenuhnya atas lahan yang dikeluarkan SK-HGU-nya sejak 1973.

Negara harus menang dalam persoalan mafia tanah semacam ini. Jangan biarkan persekutuan mafia tumbuh subur dan nyaman melakukan operasi busuknya di negeri ini. Ketertutupan administrasi, rendahnya pengawasan publik, dan minimnya penegakan hukum harus segera dibenahi.

Jangan sampai program Presiden Joko Widodo yang selama ini telah susah payah memberikan kepastian hukum bagi pemilik tanah dengan pembagian sertifikat gratis menjadi tercoreng karena tidak kunjung beresnya persoalan mafia tanah.

Selain memberantas mafia, sudah saatnya pemerintah menata regulasi terkait agraria seperti yang diamanatkan MPR lewat Tap IX/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya agraria dan sumber daya alam jangan sampai saling tumpang tindih dan bertentangan. Tanpa pembenahan secara menyeluruh, negara bisa-bisa kewalahan melawan mafia tanah.



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.