Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Bencana Datang Silih Berganti

16/1/2021 05:00
Bencana Datang Silih Berganti
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

PADA saat bangsa ini masih berjuang melawan covid-19 terus mencabut nyawa, muncul bencana lain pada awal tahun. Mulai pesawat jatuh, bencana hidrometeorologi, hingga gempa bumi. Hanya kesadaran untuk tetap waspada yang bisa meredam semuanya menjadi duka berkepanjangan.

Bencana teranyar ialah gempa bumi berkekuatan 6,2 pada skala Richter yang meluluhlantakkan Kabupaten Mamuju dan Majene di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat (15/1) dini hari.

Setidaknya 34 orang meninggal dunia dengan rincian 26 orang di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene. Tidak hanya nyawa melayang, gempa itu juga mengakibatkan sejumlah rumah dan bangunan roboh, termasuk Hotel Maleo, Kantor Gubernur Sulbar, serta RSUD Mamuju. Dengan melihat dampak kerusakan akibat gempa ini, kemungkinan masih ada warga tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Peristiwa itu seakan melengkapi rentetan dua musibah sebelumnya, yakni jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu dan bencana tanah Longsor di Sumedang, Jawa Barat, yang juga menewaskan puluhan korban jiwa.

Kita tentu bersimpati kepada keluarga korban pada semua peristiwa itu. Presiden Joko Widodo kemarin menyampaikan belasungkawa atas korban yang meninggal dunia akibat bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah Sulbar.

Kita juga mengapresiasi langkah pemerintah, khususnya para tim penyelamat, baik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, aparat TNI/Polri, maupun relawan, yang hingga kini masih bekerja menemukan para korban dalam ketiga musibah itu.

Dalam penanganan bencana, semua pihak memang harus bergerak cepat dan bahu-membahu. Untuk gempa Sulbar, misalnya, Presiden langsung memerintahkan Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Kepala BNPB Doni Monardo meninjau lokasi bencana beberapa jam setelah peristiwa terjadi.

Kehadiran pejabat pusat di daerah bukan sekadar melakukan koordinasi dengan pejabat daerah untuk mengatasi bencana. Paling penting ialah menunjukkan kehadiran negara di tengah rakyat yang terkena musibah. Harus ada pendampingan dan bimbingan bagi mereka yang diterpa rasa takut dan kebingungan.

Kondisi mereka yang ada di pengungsian juga tak kalah krusial untuk diperhatikan. Jangan sampai kerumunan orang di tempat ini jadi klaster baru penularan covid-19. Pastikan mereka tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan. Pemerintah hendaknya juga menjamin pemenuhan hak masyarakat dan pengungsi yang terkena bencana secara adil dan sesuai dengan standar pelayanan kebencanaan. Pastikan mereka tidak telantar.

Lazimnya dalam peristiwa gempa, warga pun diimbau mewaspadai gempa susulan. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati telah mengingatkan hal ini. Ia meminta warga di Mamuju dan sekitar wilayah Majene untuk waspada sekaligus menjauhi area pantai bila terjadi lagi gempa susulan. Tidak perlu lagi tunggu peringatan tsunami. Pada musibah semacam ini, selain mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan, hal terpenting lainnya memang ialah melindungi warga agar selamat dari kemungkinan gempa susulan.

Mayoritas korban tewas akibat gempa bumi karena tertimpa reruntuhan atau terjebak dalam bangunan roboh, serta terjangan tsunami, bukan besar kecilnya skala gempa. Oleh karena itu, perlu selalu diingatkan pentingnya mitigasi untuk meminimalisasi dampak bencana.

Bangsa ini hidup di daerah cincin api yang rawan bencana. Struktur dan lokasi bangunan pun mesti menyesuaikan dengan kondisi alam, misalnya dengan membangun gedung atau rumah yang tahan gempa. Tidak pula mendirikan bangunan di daerah rawan longsor. Bencana, terutama gempa, memang tidak bisa diprediksi, tetapi dengan mitigasi setidaknya kita dapat meminimalkan dampaknya.

Alam dan seluruh ekosistemnya harus diperlakukan sebagai nyawa kehidupan. Ia harus dimanfaatkan dan dipelihara demi keselamatan. Kepedulian terhadap alam dan lingkungan mestinya menjadi peradaban utama bangsa ini.

Bencana datang silih berganti. Hidup di negeri bencana sudah pasti berbahaya, hanya kesadaran dan kewaspadaan yang bisa menyiasati semuanya hingga tidak menjadi duka berkepanjangan.



Berita Lainnya
  • Memetik Hasil Tata Kelola Mudik

    27/3/2026 05:00

    SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai

  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).