Sabtu 26 Desember 2020, 05:00 WIB

Varian Baru Virus Korona

Administrator | Editorial
Varian Baru Virus Korona

MI/Duta
Ilustrasi MI.

 

 

PANDEMI covid-19 masih terus menelan korban. Angka kasus terkonfirmasi positif terus melaju. Tercatat 7.259 kasus positif di Indonesia, kemarin, sehingga totalnya mencapai 700.097 kasus. Indonesia dan dunia pada umum nya sempat menghela napas lega karena ada penemuan vaksin covid-19. Akan tetapi, di saat sejumlah negara di dunia tengah bersiap melakukan program vaksinasi, kini muncul lagi varian baru virus korona.

Varian baru virus korona pertama kali ditemukan di Inggris. Pemerintah Inggris menyebut varian itu bisa sampai 70% lebih mudah ditularkan daripada jenis virus sebelumnya. Anak-anak pun rentan tertular varian baru ini, seperti halnya orang dewasa. Khawatir akan hal tersebut, sejumlah negara, terutama di Eropa, ramai-ramai menutup penerbangan dari dan ke Inggris.

Meski banyak negara sudah mengisolasi Inggris, menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, varian baru itu sejauh ini juga telah diidentifi kasi di Denmark, Belanda, Irlandia Utara, Australia, serta Singapura.

Singapura letaknya hanya sepelemparan batu dari Indonesia. Karena itu, wajar-wajar saja bila masyarakat mulai ikut-ikutan khawatir. Pemerintah didesak segera melakukan antisipasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin langsung meminta para ahli mempelajari temuan varian baru covid-19. Sikap sigap Kementerian Kesehatan patut diapresiasi.

Diapresiasi karena kesigapan itu memperlihatkan kehadiran negara melindungi rakyat. Keselamatan rakyat tetap menjadi hukum ter tinggi yang diperlihatkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan pemanis bibir.

Kementerian Riset dan Teknologi pun tidak berpangku tangan. Kementerian itu telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Eijkman untuk mengumpulkan sampel guna mendeteksi kemungkinan adanya varian baru virus tersebut di Indonesia.

Menristek Bambang Brodjonegoro mengingatkan selain harus waspada dengan peningkatan kasus positif, kita juga harus menjaga agar varian ini tidak terjadi atau masuk ke Indonesia, karena akan menimbulkan dampak yang semakin berat.

Seluruh elemen negara saat ini sedang bekerja. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 langsung membatasi perjalanan warga negara asing secara ketat, terutama dari Inggris dan warga negara Indonesia yang baru bepergian dari negara tertentu yang warganya sudah terinveksi virus varian baru dari Inggris.

Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, biasanya warga asing yang tiba di Indonesia harus memberikan hasil swab test, lalu dilakukan lagi tes begitu tiba di Tanah Air dan harus menunggu hasilnya keluar. Selama menunggu hasil swab test, mereka diwajibkan menjalani karantina mandiri di tempat yang diatur pemerintah selama lima hari.

Melawan pandemi covid-19, termasuk varian barunya, bukan hanya tugas pemerintah. Seluruh warga negara harus memberikan dukungan dengan cara mematuhi protokol kesehatan.

Masyarakat perlu mengubah kebiasaan lama menjadi habitus baru dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan memakai sabun di air mengalir. Mematuhi protokol kesehatan sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan ialah bagian dari peradaban baru manusia.

Tidak kalah pentingnya ialah semua warga negara mengikuti anjuran pemerintah untuk vaksinasi bila saatnya tiba. Sementara ini, sebaiknya menghindari perjalanan yang tidak perlu. Kalau memang perjalanan jauh tidak bisa dihindari, jangan lalai ikut rapid test antigen.

Baca Juga

MI/Seno

Bukan Wadah para Preman

👤Administrator 🕔Selasa 26 Januari 2021, 05:00 WIB
ISTILAH pasukan pengamanan masyarakat swakarsa atau pam swakarsa mendadak kembali...
MI/Duta

Intoleransi di Sekolah

👤Administrator 🕔Senin 25 Januari 2021, 05:00 WIB
SEKOLAH mestinya menjadi institusi persemaian bibit demokrasi bagi generasi di masa...
MI/Duta

Pertaruhan Bangsa Melawan Korona

👤Administrator 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 05:00 WIB
LONJAKAN kasus covid-19 masih belum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya