Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Menghentikan Klaster Pejabat

02/12/2020 05:00
Menghentikan Klaster Pejabat
(MI/SENO)

 

 

DALAM penularan virus korona, terja­­di­nya klaster sangat mengkhawatir­kan. Klaster, yang berarti adanya kon­­­­sentrasi kasus di suatu tempat atau komunitas dalam waktu tertentu, berdampak ganda.

Tidak hanya menyebabkan lonjakan tekanan layanan ke­­­sehatan, tetapi juga bisa me­­lumpuhkan kehidupan di tempat atau komunitas itu sendiri. Di Tanah Air, tidak sedikit anak mendadak menjadi yatim piatu akibat klaster keluarga.

Di perkantoran dan industri, klaster juga menyebabkan kerugian besar. Beberapa bulan lalu di kawasan industri Cikarang, Jawa Ba­­rat, setidaknya tiga pabrik harus menghentikan operasi akibat covid-19. Jumlah penderitanya tidak sepele, bahkan mencapai lebih dari 200 orang di satu pabrik.

Di rumah sakit dan fasilitas kesehat­an lainnya, terciptanya klaster tidak hanya menurunkan layanan bagi pasien yang dirawat, tetapi juga berimbas pada tidak tertanganinya pasien baru. Di beberapa daerah, puskemas harus ditutup di tengah lonjakan kasus akibat tenaga medis yang ikut terpapar covid-19.

Kini, kita juga harus mewaspadai klaster pejabat yang terus terjadi. Hingga pertengahan November, setidaknya sudah sembilan pejabat meninggal aki­bat virus korona. Lima di antaranya merupakan kepala daerah. Selain itu, sudah dua menteri Kabinet Indonesia Maju terinfeksi dan beruntung berhasil sembuh.

Klaster pejabat teranyar terjadi di DKI Jakarta dan Riau. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemarin, mengumumkan dirinya positif covid-19 setelah kontak erat dengan Wagub Ahmad Riza Patria yang lebih dulu terkonfirmasi positif. Adapun di Riau, Gubernur Syamsuar terkonfirmasi positif dan diyakini tertular dari sang istri, Misnarni.

Klaster di lingkungan keluarga peja­bat daerah Riau diwaspadai bertambah karena imbas dari klaster acara Dhar­ma Wanita. Dari acara tersebut, selain istri gubernur, ada belasan istri pejabat Riau yang juga terkonfirmasi positif covid-19.

Sama seperti penyakit lain­­nya, serangan virus ko­­rona memang tidak mengenal jabat­­an, ekonomi, maupun pendidikan. Sejumlah kepala negara maju pun telah terinfeksi. Namun, tetap klaster pejabat tidak bisa dipandang biasa.

Terus munculnya klaster pejabat berarti pula ancaman kinerja daerah, termasuk dalam penanggulangan co­­vid-19 itu sendiri. Meski sejumlah pejabat mengaku tetap bisa bekerja di tengah penyembuhan, tidak bisa dimungkiri bahwa kualitas kerja tidak akan sama. Padahal, di tengah segala tantangan pandemi, kinerja pejabat apa­lagi pemimpin daerah justru dituntut lebih dari biasanya.

Betul bahwa risiko penularan di ka­langan pejabat dapat lebih tinggi karena tuntutan bertemu dengan banyak orang. Namun, justru di situlah pejabat harus bisa menunjukkan kesiapannya, termasuk dalam protokol kesehatan yang lebih ketat. Segala hak istimewa dan sumber daya yang dimiliki harus dapat dikelola agar mendukung kinerja seratus persen dalam kondisi apa pun.

Masih banyaknya klaster pejabat menunjukkan bukan sekadar ketidakberuntungan, melainkan memang ma­­sih lemahnya prosedur protokol kesehatan. Pejabat mestinya menerapkan prosedur yang sesuai dengan tingginya risiko yang mereka miliki.

Hal ini tidak dapat dipandang remeh karena merupakan konsekuensi dari tang­gung jawab mereka terhadap rak­­yatnya. Sebab itu, kita menuntut para pejabat di seluruh Nusantara agar lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di segala lini, termasuk di lingkaran keluarganya.



Berita Lainnya
  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.