Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Matangkan Kebijakan sebelum Diumumkan

12/9/2020 05:00

PANDEMI korona atau covid-19 diyakini memiliki dampak multidimensi sangat serius terhadap suatu wilayah. Jika tidak ditangani dengan tuntas, covid-19 tidak hanya menimbulkan dampak serius di bidang kesehatan, tetapi juga dapat membuat suatu negara atau daerah mengalami persolan yang lebih luas dan lebih berat.

Persoalan pandemi yang semula hanya merupakan masalah di bidang kesehatan, jika tidak komprehensif penanganannya, membuat sektor penting seperti perekonomian ikut terdampak. Konsekuensinya, saat mengambil keputusan terkait pengatasan pandemi, pengambil kebijakan diminta mempertimbangkan dengan matang dampak kebijakan yang diambil agar tidak kontraproduktif dan membawa akibat buruk terhadap bidang-bidang kehidupan lain.

Pandangan itu banyak mengemuka saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis (10/9), menarik ‘rem darurat’ dalam penanganan pandemi covid-19 dengan menghentikan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi dan mengembalikan Ibu Kota kepada PSBB seperti yang berlaku di awal masa pandemi.

Anies menyatakan keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan bahwa kondisi pandemi di Ibu Kota yang sudah berada di tahap mengkhawatirkan. Jika ‘rem darurat’ itu tidak diambil, kata dia, dikhawatirkan kapasitas rumah sakit di Jakarta akan segera penuh hanya dalam sepekan.

Untuk itu, mulai Senin, 14 September 2020, PSBB ketat akan diberlakukan kembali di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta. Seluruh aktivitas di segala sektor, terkecuali 11 sektor penting, dihentikan. Warga diminta tetap berada di rumah, kecuali untuk keperluan yang mendesak.

Adalah wajar jika keputusan Anies yang mengembalikan status DKI Jakarta ke PSBB lama disesalkan banyak kalangan. Salah satu yang paling mengemuka ialah munculnya kekhawatiran akan dampak ‘rem darurat’ PSBB yang mengejutkan pelaku ekonomi dan mengganggu progres yang telah dicapai selama ini.

Sejumlah pelaku usaha menyoroti geliat perekonomian yang sudah mulai tumbuh sebagai dampak dari penggelontoran stimulus untuk mengungkit daya beli. Pengembalian status DKI ke PSBB lama dinilai sama saja dengan menghentikan progres yang telah dicapai dalam pemberian stimulus tersebut. Kita melihat pandangan tersebut beralasan dan memiliki dasar yang jelas.

Reaksi pasar atas kebijakan tersebut juga terlihat nyata dan langsung. Setelah kebijakan itu diumumkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9), dilaporkan langsung turun meski pada penutupan perdagangan kemarin kembali menguat.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta kemarin masih ditutup melemah karena terseret sentimen negatif pemberlakuan PSBB total di Jakarta.

Kita mendorong agar fenomena di Jakarta tersebut menjadi pelajaran bagi daerah lain untuk mempertimbangkan dan mematangkan benarbenar suatu kebijakan sebelum ia diputuskan dan diumumkan kepada publik.

Sebuah kebijakan terlanjur diumumkan, setelah mendapat reaksi yang luas, baru dibahas kembali. Mestinya, kebijakan dibahas matang di internal pemerintah, setelah itu baru diumumkan.

Meski perkembangan terakhir penanganan pandemi covid-19 memang mengkhawatirkan, tidak perlu gagap mengambil kebijakan. Dalam mengambil solusi, berbagai dampak yang berpotensi muncul dari kebijakan itu tetap harus dipertimbangkan secara matang dan komprehensif.

Jangan sampai akibat kebijakan itu satu persoalan selesai, tetapi persoalan lain yang lebih besar justru muncul. Inilah pelajaran yang ingin kita tarik dari kasus di DKI Jakarta.



Berita Lainnya
  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.