Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
DEFORESTASI telah lama dituding sebagai salah satu penyebab utama dari meningkatnya gas rumah kaca. Deforestasi juga membuat kondisi hutan mengalami degradasi dan secara bersama-sama menyebabkan terjadinya pemanasan global yang dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi persoalan dunia.
Mengurangi atau menghentikan deforestasi dan degradasi hutan, diyakini akan membuat produksi gas rumah kaca berkurang. Sehingga implikasinya, secara langsung maupun tidak langsung, membuat kondisi pemanasan global pun berkurang.
Pemerintah Indonesia sangat peduli dengan hal itu dan dari waktu ke waktu terus meningkatkan upaya untuk menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari dampak deforestasi dan degradasi hutan.
Upaya itu pada akhirnya membuahkan hasil. Penurunan emisi gas rumah kaca terjadi secara signifi kan. Dunia pun mengakui keberhasilan dan kontribusi Indonesia dalam mengatasi masalah pemanasan global.
Dana sebesar US$103,78 juta atau sekitar Rp1,52 triliun yang diterima Kementerian Lingkungan Hidup dari Global Climate Fund (GCF) merupakan salah satu bukti dari keberhasilan dan kontribusi Indonesia tersebut.
Seperti ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Kamis (27/8), dana tersebut merupakan kompensasi yang diperoleh Indonesia karena dinilai berhasil mengurangi gas rumah kaca dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan.
Kita mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia atas pencapaian yang tidak saja membanggakan sekaligus mengharukan.
Membanggakan, karena pencapaian tersebut bukan klaim sepihak, melainkan telah diverifi kasi tim independen yang ditunjuk lembaga PBB yang mengelola isu perubahan iklim, yakni United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Lagi pula, penghargaan yang diterima Indonesia jauh lebih besar daripada yang diterima Brasil, yakni senilai US$96,5 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.
Mengharukan, karena momentum pemberian penghargaan itu berlangsung dalam situasi pandemik, ketika Indonesia dan seluruh dunia masih dilanda wabah covid-19.
Secara objektif, laju deforestasi yang menjadi penyebab emisi gas rumah kaca memang terus berkurang dari tahun ke tahun. Dalam periode 2014- 2020, laju deforestasi di Indonesia telah menurun dari level 3,51 juta ton setara karbondioksida ke level 0,40 juta ton setara karbondioksida.
Kita sependapat dengan penyataan Menkeu Sri Mulyani yang menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya berkomitmen terhadap perubahan iklim, akan tetapi juga ditunjukkan dengan hasil konkret dalam bentuk penerimaan dana kompensasi.
Terbukti bukan hanya Global Climate Fund yang memberikan penghargaan atas prestasi itu. Sebelumnya Indonesia juga mendapat penghargaan serupa berupa pembayaran kompensasi dari Pemerintah Norwegia sebesar Rp840 miliar.
Kita ingin pencapaian di bidang ini diteruskan dan bahkan ditingkatkan. Kita percaya dan optimistis hal itu akan dapat dicapai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di bawah kepemimpinan Siti Nurbaya.
Untuk itu, kita sepenuhnya mendukung upaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk terus konsisten dalam menjalankan program pemulihan lingkungan terkait penurunan emisi gas rumah kaca.
Kita juga mendorong agar program-program perlindungan gambut, rehabiltasi hutan dan lahan dilanjutkan, diteruskan, dan difokuskan. Pemanasan global atau perubahan iklim telah menjadi persoalan serius dunia. Kita sepakat bahwa para pengambil keputusan di dunia, termasuk di Indonesia harus berbenah.
Penghargaan yang diterima Kementerian Lingkungan Hidup dari Global Climate Fund menjadi bukti bahwa kita sedang ikut berbenah mengatasi persoalan global tersebut.
Ia juga menjadi tapal batas yang menunjukkan bahwa kita telah ikut menjadi bagian dari solusi dan bukan bagian dari masalah pemanasan global.
Dengan menurunkan emisi gas rumah kaca, kita setingkat lagi telah berhasil menaikkan reputasi negeri ini di kancah global. Sekali lagi, selamat!
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.
DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved